Posts filed under ‘Teknik Sipil’

Analisa Kapasitas Terminal Domestik Bandar Udara (Studi Kasus Pada Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (TS-8)

Bandar udara adalah prasarana yang sangat penting dalam sebuah sistem transportasi udara. Terminal adalah salah satu prasarana yang harus terpenuhi dengan baik. Mengingat pentingnya fungsi dari sebuah terminal, maka perlu diadakan penelitian untuk mengevaluasi kapasitas dari terminal tersebut. Dalam penelitian ini dikembangkan sebuah model untuk melakukan evaluasi tersebut. Penelitian ini mengambil kasus pada terminal domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 
Diawali dengan memproyeksikan jumlah penduduk dan PDRB/kapita untuk tahun-tahun mendatang, pada tahap berikutnya model diaplikasikan untuk menghitung jumlah penumpang yang akan datang ke Jakarta pada tahun-tahun mendatang. Tahap terakhir adalah membandingkan antara hasil perhitungan dengan standar kapasitas yang ada. 
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis dengan menggunakan metode di atas, dapat disimpulkan bahwa sampai tahun 2016 terminal domestik pada Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih memenuhi standar Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJU) 

Kata kunci : Bandar udara, Terminal, Pemodelan, Kapasitas

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Iklan

April 24, 2012 at 11:53 am Tinggalkan komentar

Contoh Skripsi Teknik Sipil

Judul Skripsi TEKNIK SIPIL (TS)

  1. Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Gedung Kesbang dan Banwas Kab. Lumajang ditinjau dari metode pelaksanaan (TS-1)
  2. Perencanaan dan metode pelaksanaan drainase pemukiman jalan Candi Candi Kelurahan …Kota … (TS-2)
  3. Perencanaan Jaringan Air Bersih Di Kecamatan …Kota … (TS-3)
  4. Perencanaan Dan Metode Pelaksanaan Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Kota … (TS-4)
  5. Pemanfaatan Copper Slag (Limbah Peleburan Tembaga) Sebagai Substitusi Bahan Pengisi Campuran Beton Mutu K-225 … (TS-5)
  6. Perencanaan Fondasi Strauss Hotel Gajah … (TS-6)
  7. Identifikasi Permasalahan Terminal Penumpang Tipe A Sudirman Kota Sukabumi (TS-7)

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File

atau klik disini

April 12, 2012 at 12:20 am Tinggalkan komentar

Identifikasi Permasalahan Terminal Penumpang Tipe A Sudirman Kota Sukabumi (TS-7)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kota Sukabumi sebagai salah satu kota di Propinsi Jawa Barat yang memiliki luas wilayah 48.000,213 Ha, dan jumlah penduduk 259.045 jiwa (Kota Sukabumi Dalam Angka, Tahun 2004), sedang berbenah diri di berbagai sektor kehidupan guna mencapai visi Kota Sukabumi yaitu “Sebagai Pusat Pelayanan Jasa Terpadu di Bidang Perdagangan, Pendidikan dan Kesehatan”.

Dalam RTRW Provinsi Jawa Barat Kota Sukabumi memiliki fungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) bersama Cianjur yang diarahkan sebagai salah satu pusat keluar masuknya aliran orang dan barang dari dan ke daerah sekitarnya. Dalam sistem perkotaan Jawa Barat, Kota Sukabumi ditetapkan sebagai kota hierarki IIIA yang memiliki fungsi dan peran yaitu sebagai pusat produksi, koleksi dan distribusi dengan skala pelayanan inter regional.
Sedangkan dalam RTRW Kota Sukabumi tahun 2002-2011, fungsi Kota Sukabumi ditetapkan sebagai :
1 Pusat pengembangan industri, khususnya industri kecil dan agroindustri karena hinterland Kota Sukabumi merupakan wilayah pertanian dengan tingkat produsi yang cukup besar.
2 Pusat pendidikan, dengan catatan perlu dikembangkannya beberapa fasilitas pendidikan baru, baik untuk tingkat menengah maupun perguruan tinggi dan yang lebih penting perlu dikembangkannya pendidikan khusus yang lebih spesifik.
3 Pusat pelayanan kesehatan, baik untuk pelayanan lokal maupun regional.

Perkembangan Kota Sukabumi saat ini dapat dibilang cukup pesat, hal ini dapat dilihat pada perkembangan fisik dan peningkatan jumlah kegiatan yang cukup cepat, yang ditandai dengan tumbuhnya kegiatan komersil, jasa pelayan umum dan pusat pedagangan.

Perkembangan diberbagai sektor kehidupan tersebut menyebabkan bangkitan perjalanan yang terus mengalami peningkatan, pada tahun 2002, angka bangkitan perjalanan yang terjadi di Kota Sukabumi mencapai angka 212.100 perjalanan setiap hari dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 5% pertahun (Dinas Perhubungan Kota Sukabumi).
Selain bangkitan perjalanan yang terus meningkat, pembangunan di Kota Sukabumi juga ditandai dengan semakin beragamnya tata guna lahan disekitar pusat kota. Pusat Kota Sukabumi yang berada di wilayah Jalan Jendral Ahmad Yani, akan terus mengalami perkembangan secara kontinyu hingga mencapai jalan Jendral Sudirman yang merupakan lokasi dari Terminal Sudirman yang menjadi lokasi studi. Bahkan kini tata guna lahan disekitar terminal didominasi oleh perdagangan dan jasa dan sebagian kecil pemukiman penduduk.

Dalam menjalankan fungsinya sebagai prasarana transportasi jalan untuk keperluan menaikkan dan menurunkan orang dan atau barang serta untuk mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum, yang merupakan salah satu wujud simpul jaringan transportasi (UU No 14 Tahun 1992 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan), Terminal Sudirman harus dapat bekerja secara optimal dan efisien, sehingga dapat mendukung kegiatan masyarakat Kota Sukabumi.

Keberadaan Terminal Sudirman sangat diperlukan dalam mendukung mobilitas penduduk di Kota Sukabumi, menciptakan ketertiban lalu lintas, disamping itu Terminal Sudirman pun berfungsi sebagai sarana penunjang bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi dari sektor retribusi. Selain itu terminal berperan pula sebagai tempat bagi para awak bus dan kendaraan beristirahat sebelum memulai lagi perjalanan.

Terminal Sudirman terletak diantara dua jalan, yaitu Jalan Jendral Sudirman dan Jalan Arif Rahman Hakim, yang memiliki arus lalu lintas cukup padat. Kedua ruas jalan tersebut merupakan akses menuju pusat kota yang terletak di Jalan Jendral Ahmad Yani. Selain itu, lokasi terminal yang terletak di kawasan yang cukup padat, dengan tata guna lahan yang didominasi perdagangan dan jasa serta pemukiman menyebabkan terminal sulit untuk dikembangkan, dan berdampak pada lingkungan sekitar yang diakibatkan getaran yang dapat berpengaruh pada usia bangunan serta asap yang dikeluarkan kendaraan yang mengandung gas dan partikel yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Selain itu, kondisi topografi terminal yang menurun, struktur tanah yang tidak rata, memerlukan kehati-hatian para awak bus dalam memarkir kendaraan dan memastikan kendaraan tetap diam.

Terminal eksisting secara fungsional termasuk dalam terminal penumpang tipe A, hal ini bisa dilihat dengan adanya pelayanan angkutan bus antar provinsi atau yang biasa disebut bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), selain itu dalam RUJT (Rencana Umum Jaringan Transportasi) Penumpang dan Barang Kota Sukabumi, Terminal Sudirman ditetapkan sebagia Terminal Tipe A.

Dari data tahun 2004, saat ini Terminal Sudirman yang beroperasi 18 jam sehari antara jam 00.00 – 18.00 memiliki luas hanya 5.294,98 m2 dan kapasitas statis 70 kendaraan (60 bus besar dan 10 bus sedang), sedangkan jumlah pelayanan rata-rata perhari adalah 400-450 bus, dengan jumlah penumpang 3.500-4.000 orang. Teminal Bus Sudirman saat ini dilayani oleh 692 kendaraan terdaftar dari 36 perusahaan yang ada, dengan jumlah trayek 18 jurusan. Kondisi pelayanan rata-rata terdapat 51 bus/jam, sedangkan pada kondisi puncak terdapat 83 bus/ jam atau melibihi kapasitas statis (119%).

Dari uraian diatas, hipotesa awal adalah Terminal Sudirman pada saat ini memiliki beberapa permasalahan, seperti lokasi terminal yang berada di pusat kota, volume kendaraan yang cukup padat pada jalan disekitar terminal sehingga menumbulkan kemacetan, serta banyaknya bus yan parkir di pinggir jalan radius ±100 meter sekitar Terminal Sudirman.

Untuk mendapatkan koleksi Judul Tesis Lengkap dan Skripsi Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik download

Atau klik disini

April 12, 2012 at 12:17 am Tinggalkan komentar

Perencanaan Fondasi Strauss Hotel Gajah …(TS-6)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sebuah bangunan gedung dituntut dapat digunakan sesuai fungsinya dan mampu bertahan sesuai dengan yang direncanakan, untuk itu gedung tersebut haruslah kuat dan kokoh, dan untuk mendukungnya diperlukan sebuah fondasi yang kuat dan mampu menahan beban struktur diatasny`.

Fondasi merupakan suatu konstruksi pada bagian bawah struktur yang berfungsi untuk menyalurkan beban struktur diatasnya kelapisan tanah pendukungnya yang dapat berupa tanah keras maupun lapisan batuan. Adapun letak lapisan tanah pendukung tersebut mempunyai kondisi tanah yang berbeda dan kedalaman yang bervariasi. Untuk lokasi gedung HOTEL GAJAH MADA memiliki lapisan tanah pendukung berupa tanah lempung padat, ada kerikil sedang dan pasir sedang warna coklat kemerahan dan terletak pada kedalaman 5,20 m dibawah lapisan permukaan tanah.

Setiap tanah yang dibebani pasti akan mengalami penurunan setelah mendapat tekanan dari struktur yang berada diatasnya. Tetapi apabila penurunan tersebut masih dalam batas – batas yang diijinkan maka struktur tersebut masih aman. Untuk tanah yang lapisan tanahnya padat terletak jauh dari permukaan tanah dan bebannya relatif berat, digunakan fondsi dalam antara lain : fondasi tiang pancang, fondasi strouss dan sebagainya.

Dalam perencanaan fondasi perlu diperhatikan aspek – aspek yang berpengaruh antara lain aspek teknis, aspek ekonomis, aspek lingkungan. Aspek teknis merupakan aspek yang berhubungan dengan pelaksanaan. Sedangkan aspek ekonomis yang perlu dipertimbangkan adalah fondasi tersebut ekonomis namun tidak mengurangi mutu yang telah ditetapkan. Adapun aspek lingkungan yang perlu diperhatikan adalah pada waktu pengecoran fondasi yang biasanya dilaksanakan sepanjang hari yang bisa menimbulkan gangguan – gangguan penduduk sekitarnya yaitu kebisingan dan sebagainya.

Untuk mendapatkan koleksi Judul Tesis Lengkap dan Skripsi Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik download

Atau klik disini

April 12, 2012 at 12:16 am Tinggalkan komentar

Pemanfaatan Copper Slag (Limbah Peleburan Tembaga) Sebagai Substitusi Bahan Pengisi Campuran Beton Mutu K-225 …(TS-5)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan suatu negara yang berkembang, terutama di bidang perindustrian. Pesatnya perkembangan industri tersebut, dari proses pengolahannya menghasilkan bahan yang menguntungkan dan merugikan

Beton merupakan salah satu bahan bangunan yang pada saat ini banyak dipakai di Indonesia dalam pembangunan fisik, dan pengertian Beton sendiri adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa menggunakan campuran tambahan membentuk masa padat (SK.SNI T-15-1990-03:1).

Dengan semakin meluasnya penggunaan beton dan makin meningkatnya skala pembangunan menunjukan juga semakin banyak kebutuhan beton di masa yang akan datang sehingga mempengaruhi perkembangan teknologi beton dimana akan menuntut inovasi-inovasi baru mengenai beton itu sendiri.

Dengan melihat fenomena diatas banyak orang mencoba memanfaatkan limbah-limbah industri untuk digunakan dalam campuran beton. Salah satunya adalah Copper Slag yaitu limbah industri peleburan tembaga berbentuk butiran runcing (Tajam) dan sifat fisiknya hampir sama dengan pasir alami., sehingga selama ini copper slag banyak digunakan dalam dunia konstruksi beton. Oleh karena itu dalam penelitian terapan kali ini copper slag akan dicoba sebagai sebagai subtitusi bahan pengisi campuran beton dan untuk melihat apakah dapat memberikan dampak yang positif yaitu terjadi peningkatan kuat tekan pada beton.

Penelitian terapan adalah suatu penelitian yang applicable yaitu lebih menekankan pada hasil penelitian yang dapat langsung dimanfaatkan.

Untuk mendapatkan koleksi Judul Tesis Lengkap dan Skripsi Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik download

Atau klik disini

April 12, 2012 at 12:14 am Tinggalkan komentar

Perencanaan Dan Metode Pelaksanaan Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Kota …(TS-4)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Air merupakan salah satu unsur yang paling penting bagi kelangsungan hidup di muka bumi. Tanpa air, kemungkinan besar tidak akan ada kehidupan dimuka bumi ini. Manusia, tumbuh-tumbuhan dan binatang selalu membutuhkan air untuk tumbuh dan berkembang. Pada manusia dalam tubuhnya terdiri dari 65% air, sehingga wajarlah kalau manusia selalu memerlukan air minum bagi tubuhnya. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk maka kebutuhan air bersih pun akan semakin meningkat.

Pertama kali yang harus disoroti pada distribusi air bersih sebagai penyediaan kebutuhan air minum tentunya adalah sumber-sumbernya. Tidak semua daerah memiliki sumber air yang dapat langsung digunakan untuk kebutuhan air minum atau sumber air bersih letaknya cukup jauh dari konsumen. Kendala semacam ini sangat terasa di daerah perkotaan,*karena tingkat kepadatan penduduk yang tinggi menyebabkan menurunnya kualitas sungai sebagai sumber mata air. Selain itu belum sempurnanya sistem penyaluran air buangan mengakibatkan seringnya sungai menerima beban dari industri yang semakin berkembang di daerah perkotaan. Berdasarkan kenyataan tersebut maka diperlukan suatu sistem distribusi air bersih dari sumber-sumber air yang layak dari segi kualitas, kuantitas dan kontinuitas untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Melalui pembuatan jaringan atau sistem distribusi yang menghubungkan sumber air dengan konsumen, dapat diatasi permasalahan kebutuhan air bersih untuk suatu daerah yang letaknya cukup jauh dari sumber air. Hal utama yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan dan pembuatan jaringan atau sistem perpipaan ini adalah jumlah kepadatan penduduk, kondisi fisik daerah perencanaan, keadaan topografinya, tata guna lahan, dan kemungkinan perkembangannya dimasa yang akan datang.

Untuk mendapatkan koleksi Judul Tesis Lengkap dan Skripsi Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik download

Atau klik disini

April 12, 2012 at 12:13 am Tinggalkan komentar

Perencanaan Jaringan Air Bersih Di Kecamatan …Kota …

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kota Pasuruan merupakan salah satu kotamadya di provinsi Jawa Timur. Kota Pasuruan terdiri dari 3 kecamatan. Kecamatan-kecamatan kota Pasuruan yakni Bugul Kidul, Purworejo dan Gading Rejo.Dalam laporan ini di bahas kecamatan Bugul Kidul.
Kecamatan Bugul Kidul terdiri dari 13 Desa/Kelurahan. Penduduk kecamatan Bugul Kidul pada bulan Desember 2006 tercatat 48.622 jiwa. Jumlah itu terdiri dari WNI dan WNA.. Angka yang tercatat tersebut adalah penduduk yang berdomisili pada saat diadakannya sensus penduduk.

Dalam kehidupan, air sangat dibutuhkan oleh manusia karena air adalah senyawa yang tidak tergantikan. Air mempunyai banyak manfaat. Salah satunya untuk kebutuhan sehari-hari (masak, mandi, minum dan mencuci). Berarti dengan jumlah penduduk 48.622 jiwa membutuhkan jumlah air yang besar.

Untuk memenuhi kebutuhan air yang besar, diperlukan jaringan air bersih. Pada saat ini kecamatan Bugul Kidul mensupply air dari PDAM yang berasal dari sumber air Umbulan dan Sumur Bor Pleret. Akan tetapi jaringan belum mampu melayani seluruh mayarakat.

April 12, 2012 at 12:12 am Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Kalender

Desember 2017
S S R K J S M
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Posts by Month

Posts by Category