Posts filed under ‘Teknik Informatika dan Komputer’

Sistem Autentifikasi Dengan Pengenalan Iris (IK-39)

Pada era globalisasi saat ini, teknologi semakin berkembang dengan sangat canggih. Komputer sangat berperan penting dalam perkembangan teknologi ini. Dengan segala kelebihannya, komputer telah menjadi bagian utama yang sangat diperlukan untuk membantu manusia dalam mengerjakan tugas dan menyeldsaikan masalah. Perkembangan teknologi komputer yang sangat pesat telah membawa banyak perubahan ke dalam berbagai aspek kehidupan. Berbagai dampak perubahan baik sosial, budaya, ekonomi, dan yang lainnya terjadi sebagai akibat dari perkembangan teknologi komputer.

Salah satu cabang ilmu komputer yang cukup dikenal yaitu Inteligensia Semu (Artificial Intelligence). Melalui cabang ilmu ini, komputer dapat memiliki kemampuan  berpikir  dan  menganalisa  untuk  menyelesaikan  masalah  dengan meniru cara berpikir manusia. Perkembangan Artificial Intelligence memunculkan konsepkonsep baru yaitu konsep feature extraction dan pattern recognition.
Dalam ruang lingkup security dikenal tiga metode autentifikasi, yaitu, sesuatu yang telah diketahui (seperti password atau PIN), sesuatu yang dimiliki (seperti ID card), atau bagian dari diri sendiri (biometric).
Dua metode autentifikasi yang pertama masih kurang sempurna karena dengan menggunakan metodemetode tersebut seringkali user mudah lupa password/PIN atau menghilangkan ID card mereka.
Solusi dari masalah-masalah di atasadalah biometrik.Biometrik tidak dapat dipinjam,  dicuri,  atau  dilupakan.  Biometrik  ada  dua  macam  yaitu  physical biometric  (wajah, retina,sidik jari, dan iris) serta behavioral characters (tanda tangan, suara).

Dengan menggunakan konsep dari bagian ilmu inteligensia semu dapat dikembangkan sebuah sistem berbasis teknologi biometrik yang dapat mengenali individu-individu  dari  keunikan  fisik  mereka.  Saat  ini  salah  satu  teknologi biometrik yang paling akurat adalah pengenalan iris. Pengenalan iris dilakukan dengan menganalisis bidang radial berpigmenyang mengelilingi pupil pada mata manusia. Iris manusia sangatlahunik sehingga peluang adanya iris yang sama hanyalah 1: 10

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Iklan

April 24, 2012 at 2:40 pm Tinggalkan komentar

Desain Jaringan Dengan Menggunakan IPv6 STUDI KASUS : UPT. LAB Perangkat Lunak Universitas Bina Nusantara (IK-38)

Pada masa permulaan komputer digunakan, komputer bertukar informasi dengan alat/device yang dipasang (attached) secara langsung, seperti cardreader dan printer. Penggunaan komputer yang lebih lanjut memerlukan pemasangan alat-alat untuk menghubungkan secara lokal dan remote (jarak jauh). Ketika sebuah badan/organisasi mempunyai beberapa komputer, sering terjadi kebutuhan akan transfer data antar komputer untuk memungkinkan user pada satu komputer untuk mengakses komputer lain.

<!–[if !mso]>st1\:*{behavior:url(#ieooui) } <![endif]–>

Para vendor merespon kebutuhan ini dengan menyediakan dan mengembangkan hardware dan software untuk keperluan komunikasi tersebut. Sayangnya, hardware dan software ini mempunyai beberapa kelemahan/kekurangan, yaitu:
       Hanya  bekerja  baik  dengan  hardware/software  yang  dikeluarkan  oleh
vendor tersebut.
       Hanya mendukung sejumlah kecil jenis network.
       Kadang-kadang   terlalu   kompleks,   memerlukan   pengetahuan   terhadap bahasa pemrograman yang baru atau cara pengoperasian yang berbeda- beda untuk setiap aplikasi.
       Kurang fleksibel untuk menciptakan sebuah jaringan telah ada sebelumnya untuk berkomunikasi dengan jaringan lain secara mudah dan murah.
Situasi ini berubah dengan adanya Trasmission Control Protocol/Internet
Protocol (TCP/IP)  dan teknologi router yang muncul.
Pada  masa  sekarang,  jaringan  komputer  telah  menjadi  sebuah  bagian yang tak terpisahkan pada hampir seluruh badan/organisasi. Komputer telah dihubungkan dengan workstations, server, dan komputer lain sehinggatercipta sebuah komunitas LAN (local area network). Dan beberapadari LAN tersebut juga telah dihubungkan dengan LAN lain sehingga terciptalah MAN (metropolitan area network). Dan MAN telah bergabung pula menjadi sebuah komunitas jaringan yang lebih besar yang disebut WAN (wide area network).
Telah menjadi sebuah keperluan dasar untuk kegiatan operasional sehari- hari bahwa sistem-sistem haruslah dapat berkomunikasi satu sama lain bila dibutuhkan, tanpa memandang letaknya di dalam suatu jaringan.
Pada   awalnya,   protocol   TCP/IP  hanya   dapat   menangani   beberapa kegiatan sederhana, yaitu :
       Terminal akses untuk host manapun.
       Kemampuan untuk melakukan copy file  dari satu host ke host lain.
       Pertukaran electronic mail (e-mail)  antara beberapa user.
Setelah  beberapa  tahun,  TCP/IP  dikembangkan  sehingga  dapat menangani beberapa aplikasi seperti :
       Remote Printing (melakukan pencetakan jarak jauh)
       Network File System
       Network News
       Gopher
       WWW (World Wide Web) , yang lebih dikenal dengan nama internet.


       Directory service untukmemetakan hostname (nama komputer) yang lebih
userfriendly
       Dynamic Host Configuration
       Manajemen jaringan untuk host, router , dan peralatan jaringan lainnya.
Protokol TCP/IP berkembang dengan pesat dan komunitas penggunanya semakin bertambah, terlebih lagi dengan adanya WWW yang lebih dikenal dengan internet.
Dalam protokol TCP/IP, agar 2 buah komputer/lebih dapat saling berkomunikasi,maka tiap komputer haruslahmemiliki sebuah IP (Internet Protocol) number. Saat ini IP number yang digunakan adalah IPv4 (IP versi 4) dimana besarnyaalamat IP number hanya berukuran 32 bit dan hanya dapat menampung 4,294,967,296 nomor IP. Bila seluruh komputer ingin mengakses internet, maka diperlukan sebuah IP public dimana IP tersebut unik dan tidak dimiliki oleh host manapun. Untunglah hal ini dapat diatasi dengan bantuan kelas (class) dalam pengalamatan dan teknologiNAT (network address translation) yang dapat mengijinkan beberapahost untuk dapat mengaksesinternet melalui sebuah host lain yang mempunyai IP public, sehingga host tersebut tidak diharuskan mempunyai IP public. Biasanyasebuah badan/organisasi mempunyai satu/lebih IP public untukmelakukan koneksi pada internet.Dengan semakin berkembangnya pengguna  internet  dewasa ini, ketersediaan akan IP public semakin berkurang, sementara kebutuhan akan IP public semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat pada perkembangan penggunaan IP public dengan menggunakan IPv4 di dunia :
    pada tahun 1981 – IPv4 diperkenalkan
    pada tahun 1985, sebanyak 1/16 dari total IP public telah terpakai
    pada tahun 1990, sebanyak 1/8 dari total IP public telah terpakai
    pada tahun 1995, sebanyak 1/3 dari total IP public telah terpakai
    pada tahun 2000, sebanyak 1/2 dari total IP public telah terpakai
    pada pertengahan tahun 2002, sebanyak 2/3 dari total IP public telah terpakai.
Dengan melihat perkembangan jumlah IP public yang dipakai,dapat dipastikan bahwaIPv4 tidak dapat menampung total host   dalam waktu dekat. Terlebih lagi dengan adanya perkembangan teknologi sebagai berikut :
1.   Munculnya pirantimobile yang memunculkan cara baru dalam berinternet.
2.   Semakin banyak munculnya industri yang membutuhkan koneksi internet.
Selain itu yang melatarbelakangi penulis mengambil UPT. Perangkat Lunak Universitas Bina Nusantarasebagai studi kasus adalah dikarenakan rencana Universitas Bina Nusantara untuk merubah struktur jaringannya menggunakan  IPv6,  termasuk  pada  UPT.  Perangkat  Lunak.  Sehingga  di harapkan skripsi ini dapat menjadi referensi bagi network administrator  pada UPT. Perangkat Lunak untuk mengubah jaringannya berbasiskan IPv6.
Dengan latar belakang inilah penulis bermaksud untuk melakukan penelitian terhadap IPv6 (IP versi 6) sehingga dapat menjawabkebutuhan akan IP public.
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

April 24, 2012 at 2:26 pm Tinggalkan komentar

Judul Skripsi Teknik Informatika Komputer

  1. Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah TingkatIi (Kabupaten/Kota)
  2. Perancangan Sistem Informasi Pendataan Biodata MahasiswaPada Fakultas Mipa Unsyiah
  3. SistemInformasi Pengawasan Barang Kena Cukai        PadaKantor Wilayah Xvi Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai Sulawesi
  4. Perancangan Sistem Administrasi Pendidikan Pada StikesBhamada Slawi Kabupaten Tegal
  5. AnalisaStruktur Kalimat Bahasa Indonesia Dengan Menggunakan Pengurai Kalimat BerbasisLinguistic String Analysis
  6. Membangun SistemAdministrasi Rental Game Center Untuk Meningkatkan Layanan Pada Game Center Sniper Ponorogo Dengan Menggunakan Delphi 7.0 &Mysql 5.0
  7.  Sistem Informasi Penjualan Elektronik Berbasis Web PadaToko  Digal Elektronik Sukoharjo
  8. Pintu Geser Otomatis
  9. Komputerisasi Sistem Administrasi PemeliharaanKendaraan Pada Koperasi Pegawai Kantor Pt Pln (Persero) P3b Jawa Bali
  10. Pembuatan Website Informasi Pendidikan  Departemen Pendidikan Nasional Kota MojokertoDengan Php Dan Mysql
  11. Pc ClonningMelalui Port Usb Dengan Menggunakan Software Betwin
  12. Perancangan Sistem Informasi Pembelian, Penjualan DanPersediaan Pada Pt Golden Betelnut, Medan
  13.  Perancangan Perangkat Lunak Permainan Strategi Battle Ship Pada Jaringan
  14. Sistem Informasi Perusahaan Umum Pegadaian Cabang Pandaan
  15. Sistem Informasi Pemesanan Tiket Berbasis Web PadaPt Caraka Travelindo Makassar
  16. Implementasi Pengamanan Basis Data Dengan Teknik Enkripsi
  17. Komputerisasi Data Nilai UjiKompetensi Pada Smk Yis Martapura Okut Menggunakan Microsoft Access
  18. Perancangan Dan Implementasi Layanan Informasi JadwalShalat Dan Arah Kiblat Berbasis Sms
  19. Membangun AplikasiLayangan Pengiriman E-Mail To Sms Dan SmsTo E-Mail Berbasis Sms Gateway
  20. Aplikasi Perpustakaan Pada Akademi  Kebidanan An-Nur Husada Lampung UtaraMenggunakan Microsoft Visual Basic6.0.
  21. Pengembangan Perangkat Lunak Berbasis Web untuk Sistem InformasiLaboratorium Sistem Digital Jurusan Teknik Elektro FT-UGM
  22. Sistem InformasiPeralatan Laboratorium dan Kantor serta Ruang Jurusan Teknik Elektro FT-UGMberbasis Web
  23. Desain DanPembuatan Program Aplikasi Sistem Informasi Perpustakaan Menggunakan Borland Delphi 7.0  Politeknik Negeri Jember
  24. Perancangan Perangkat Lunak Pembelajaran KriptografiMetoda GOST
  25. Perancangan Dan Pembuatan Komunikasi Serial HandphoneDengan Mikro Sebagai Alat Kontrol Jarak Jauh
  26. Rancang Bangun Sistem Pengukuran Suhu RuangBerbasiskan Mikrokontroler AT89C52
  27. Desain Sistem Informasi Pengadaan Bahan Baku DenganAplikasi Visual Basic 6.0 Menggunakan Metode MRP Untuk Menunjang KelancaranProduksi Pada PT. Bentoel …
  28. Desain SistemInformasi Mrp( Material Requirement Planning ) Dengan Menggunakan Visual Basic6.0 Untuk Mencapai Target Produksi Pada Pt. …
  29. Perancangan Jaringan Komputer Lokal di Laboratorium Komputer Program Studi KebidananPolteknik …
  30. Desain SistemInformasi Penjualan Berbasis Web Sebagai Media Penjualan Pada Nobel Store Book Dengan Menggunakan ASP.NET
  31. Perancangan Dan Pembuatan Sistem Informasi AdministrasiLaboratorium   Kesehatan Lingkungan … Politekniki Kesehatan …
  32. Sistem Informasi Pasien Pada Poliklinik Pabrik GulaPurwodadi Glodok
  33. Pengelolaan Sistem Jaringan Komputer Lokal diLaboratorium Komputer …
  34. SistemInformasi Penggajian Pada Pt.Surya Lagang Ostentasi Medan
  35. Perancangan Sistem Informasi Berbasis ObjectOriented Dengan Unified Approach (StudiKasus Penentuan Alokasi Trayek  AngkutanPerdesaan Di Dinas Perhubungan Kabupaten Garut)
  36. Aplikasi Remote Akses Mig33 Komputer MenggunakanMobile Phone
  37. Network Monitoring System (NMS) Dengan NotifikasiMenggunakan Sms Studi Kasus Pada Divisi Noc PT Melvar Lintasnusa
  38.  

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

April 24, 2012 at 8:26 am Tinggalkan komentar

PEMBANGUNAN APLIKASI PERANGKAT LUNAK AKUNTANSI REALISASI ANGGARAN PEMERINTAH DAERAH TINGKAT II (KABUPATEN/KOTA) (IK-01)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Teknologi Informasi saat ini memiliki peranan yang sangat penting disegala bidang dan aspek kehidupan, baik dalam dunia bisnis, politik hingga perekonomian. Hal ini disebabkan karena pemenuhan kebutuhan masyarakat akan informasi dapat terpenuhi dengan adanya peran serta teknologi informasi.

Dengan perkembangan teknologi informasi yang ada saat ini kita dapat melakukan pengolahan data dengan mudah, dapat menghasilkan suatu informasi yang kita butuhkan dengan akurat dan mengefektifkan waktu, serta dengan biaya yang kita keluarkan lebih efisien. Keunggulan inilah yang menjadikan teknologi informasi saat ini banyak berperan serta dalam segala bidang dan aspek kehidupan yang ada, dan berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Demikian halnya dalam pengelolaan data keuangan, teknologi informasi menjadi hal penting perusahaan dalam pengelolaan data keuangan karena telah dipercaya dapat membantu bagian keuangan atau akuntansi dalam menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat, dan mengefektifkan waktu dalam penyusunannya. Tentunya teknologi informasi yang digunakan untuk pengelolaan data keuangan tersebut bukan hanya dapat mempermudah pihak yang terkait dalam perusahaan dalam menghasilkan laporan keuangan akan tetapi juga harus sesuai dengan kebijakan pemerintah yang berlaku.
Dalam pengelolaan keuangan suatu instansi Pemerintahan, pemerintah telah melakukan reformasi pengelolaan keuangan negara baik pada pemerintah pusat maupun pada pemerintah daerah terutama dengan ditetapkannya Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pada Undang – Undang Nomor 17 tahun 2003 tersebut khususnya pada pasal 30, 31 dan pasal 32 disebutkan bahwa Presiden/Gubernur/Bupati/Walikota menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD kepada DPR/DPRD berupa laporan keuangan. Laporan yang dimaksud setidak–tidaknya meliputi laporan Realisasi Anggaran APBN/APBD, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Laporan keuangan tersebut disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Dan setelah pemerintah menyusun strandar akuntansi pemerintahan yang berlaku baik pada pemerintah pusat ataupun pada pemerintah daerah dengan dibentuknya Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) pada tanggal 13 Juni 2005 Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Pada SAP tersebut menyatakan bahwa laporan keuangan pokok terdiri dari : a). Laporan Realisasi Anggaran, b). Neraca, c). Laporan Arus Kas dan d). Catatan Atas Laporan Keuangan.

Dengan adanya Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) ini diharapkan oleh Pemerintah untuk dapat menurunkan tingkat penyimpangan dan bias anggaran yang tidak perlukan, serta akan diadanya transparansi laporan keuangan dalam pengelolaan keuangan di setiap daerah yang ada, sehingga dapat memperkecil kemungkinan terjadinya tindak korupsi yang merugikan masyarakat.

Dengan adanya ketentuan tersebut maka suatu Pemerintah daerah diwajibkan untuk melaporkan perencanaan dan penggunaan anggaran di daerahnya setiap satu tahun sekali dan dilaporkan kepada DPRD, masyarakat, dan stakeholder sebagai lampiran dalam pertanggungjawaban tahunan, laporan ini juga akan dimuat di surat kabat setempat. Dan dengan demikian menurut Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta , Indra Bastian, Akt., M.B.A. bahwa “Dengan laporan keuangan seperti ini, pemerintah akan lebih mudah mengkomunikasikan anggarannya. Pemda juga tidak perlu menunggu SK Depdagri, karena sistem SAP dapat diminta kapan saja kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan yang berada di bawah Depkeu”.

Dengan adanya reformasi keuangan pada wacana diatas Pemerintah Daerah khususnya harus dapat mengelola keuangan dengan baik, serta mampu menyajikan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemerintahan Daerah dapat menggunakan perkembangan teknologi informasi yang ada saat ini.
Dari pemikiran diatas, penulis bermaksud membuat laporan Tugas Akhir ini dengan membangun suatu perangkat lunak pengolahan data keuangan khususnya dalam penggunaan anggaran Pemerintahan Daerah tingkat II sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang akan diberi judul “Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintahan Daerah Tingkat II ”.

1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka identifikasi masalah dari permasalahan diatas adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana proses pengelolaan akuntansi realisasi anggaran Pemerintahan Daerah tingkat II .
2. Bagaimana membangun Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintahan Daerah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

1.3. Maksud dan Tujuan Tugas Akhir
Maksud dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah untuk membangun perangkat lunak untuk aplikasi pengelolaan realisasi anggaran untuk Pemerintahan Daerah.
Adapun tujuan dari tugas akhir ini yaitu :
1. Untuk mengetahui proses pengelolaan akuntansi realisasi anggaran Pemerintahan Daerah tingkat II.
2. Untuk membangun aplikasi perangkat lunak akuntansi realisasi anggaran Pemerintahan Daerah Tingkat II sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

1.4. Batasan Masalah
Batasan masalah berguna agar pembahasan dan analisis yang dilakukan penulis dapat terarah sesuai dengan tujuan penulisan, maka penulis membatasi masalah sebagai berikut :
1. Sebagai dasar dari pembangunan aplikasi perangkat lunak untuk pengolahan data akuntansi keuangan untuk realisasi anggaran ini berdasarkan Peraturan Pemerintah yang ditetapkan dalam PP Nomor 24 tahun 2005.
2. Untuk pengolahan data akuntansi realisasi anggaran Pemerintahan Daerah ini hanya bagian realisasi atau penggunaan anggaran yaitu penerimaan kas dan pengeluaran kas.
3. Pengolahan data akuntansi keuangan realisasi anggaran dapat mencetak laporan keuangan yang berkaitan dengan penerimaan kas dan penggeluaran kas meliputi laporan realisasi pendapatan dan belanja, laporan Cash Flow atau aliran kas, jurnal realisasi serta buku besar realisasi.

1.5. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan dari hasil tugas akhir yang diharapkan adalah sebagai berikut :
1. Bagi Penulis
Untuk memperluas cara berpikir secara ilmiah sebagai bahan pembanding antara teori yang diperoleh dibangku kuliah dengan aplikasi secara nyata dan sebagai referensi untuk mengaplikasikan teori tersebut dalam penelitian.
2. Bagi Lembaga
Sebagai bahan masukan dalam upaya membangun suatu aplikasi yang dapat mempermudah dan mempercepat dalam pengolahan, pengontrolan, hingga pelaporan dari data yang diinginkan dan dapat diperoleh secara cepat, tepat dan akurat.
3. Bagi pihak – pihak lain
Sebagai suatu bahan tambahan ilmu pengetahuan dan bahan referensi yang bermanfaat bagi penelitian sejenis sehingga dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya, khususnya mengenai aplikasi perangkat lunak.


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

April 24, 2012 at 8:15 am Tinggalkan komentar

SISTEM INFORMASI PENGAWASAN BARANG KENA CUKAI PADA KANTOR WILAYAH XVI DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI SULAWESI (IK-03)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan laju perkembangan komputer, baik hardware maupun software, maka perkembangan informasi dengan menggunakan alat bantu komputer cenderung meningkat. Sarana komputer sangatlah diperlukan sebagai sarana yang digunakan oleh setiap pemakai baik perorangan maupun instansi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan cara yang lebih mudah dan cepat untuk memenuhi segala kebutuhan.

Sistem informasi pengawasan barang kena cukai berperan penting dalam administrasi sebagai sumber informasi dalam rangka melakukan kegiatan penelitian, penganalisaan, pembuatan laporan, bagi para peneliti dengan cepat cermat dan akurat.
Sistem informasi pengawasan barang kena cukai yang tidak teratur akan menimbulkan permasalahan dalam suatu instansi, masalah tersebut biasanya baru disadari ketika sistem yang sedang digunakan tidak efektif, dan hal itu terjadi pada kantor Wilayah XVI DJBC Sulawesi.

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dianggap perlu untuk membuat sebuah sistem informasi untuk pengolahan data pengawasan Barang kena cukai yang cocok untuk diterapkan pada bagian pengolahan Barang Kena Cukai. Dengan mengedepankan efektifitas dan efisiensi dari segi tenaga, waktu dan kerja sistem yang digunakan, maka penulis mencoba untuk mengangkat sebuah judul yaitu
“ Sistem Informasi Pengawasan Barang Kena Cukai Pada Kantor WIlayah XVI Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi “

1.2 Pokok Permasalahan
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka pokok permasalahan yang muncul adalah :
Kinerja dalam pengawasan Barang Kena Cukai yang diterapkan selama ini pada Kantor Wilayah XVI Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi belum berjalan dengan maksimal dengan sistem yang digunakan sekarang. Karena belum adanya penyajian sistem informasi Informasi yang dihasilkan mengenai pengawasan BKC sehingga pihak-pihak yang membutuhkan informasi tidak dapat dengan cepat mengambil keputusan.

1.3 Batasan Masalah
Adapun batasan permasalahan agar tidak terlalu meluas maka dianggap perlu adanya pembatasan atas pembahasan skripsi ini dengan fokus penulisan pada sistem informasi pengawasan Barang Kena Cukai yaitu minuman yang mengandung etil alkohol dan hasil tembakau.

1.4 Keaslian Penelitian
Sistem informasi pengawasan Barang Kena Cukai pada Kantor Wilayah XVI Direktorat Jenderal Bea dan Cukai belum perna diteliti ataupun dibahas sebelumnya, sehingga penulis mengajukan untuk melakukan penelitian.

1.5 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan penelitian ini adalah penelitian ini dilakukan untuk merancang dan menghasilkan sistem informasi Barang Kena Cukai yang cocok digunakan pada Kantor Wilayah XVI Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi.
2 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Bagi dunia akademis
Dalam dunia akademis, penelitian ini memiliki manfaat untuk menjadi acuan bagi mahasiswa dan pihak lain yang berkeinginan mengadakan penelitian lanjutan terhadap sistem pegawasan Barang Kena Cukai pada Kantor Wilayah XI Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Makassar dapat dilihat dari segi ilmiah dan pengembangan ilmu khususnya penelitian dalam hal sistem pengawasan.
2. Bagi dunia praktisi
Dalam dunia praktisi, penelitian ini dapat memberikan masukan kepada Kantor Wilayah XVI Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi agar efektifitas sistem pengawasan Barang Kena Cukai dapat lebih optimal.


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

April 24, 2012 at 8:15 am Tinggalkan komentar

PERANCANGAN SISTEM ADMINISTRASI PENDIDIKAN PADA STIKES BHAMADA SLAWI KABUPATEN TEGAL (IK-04)

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah
Dalam penyelenggaraan pendidikan, pengelolaan administrasi pendidikan yang baik sangat dibutuhkan untuk dapat memberikan pelayanan kepada pihak-pihak terkait dan untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik. Ketepatan, keakuratan dan kecepatan penyajian data/informasi merupakan salah satu faktor penting dalam mengelola administrasi yang baik.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Mandala Husada (STIKES Bhamada) Slawi merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi di Kabupaten Tegal yang mencetak sarjana di bidang kesehatan. Dalam melaksanakan pengelolaan administrasi STIKES Bhamada masih menggunakan cara manual sehingga dalam pelaksanaannya kurang optimal. Demikian juga dalam memberikan pelayanan kepada pengguna/pihak-pihak terkait tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Beberapa kendala yang timbul sebagai akibat dari pengelolaan secara manual tersebut di atas adalah sebagai berikut:
a. Pembuatan/penyajian laporan tidak dapat dilakukan dengan cepat.
b. Kemungkinan kesalahan proses pengolahan data dapat terjadi.
c. Media penyimpanan yang digunakan cukup banyak dan kurang praktis.
Dari kendala-kendala tersebut dapat diidentifikasikan penyebab masalahnya yaitu sebagai berikut :
a. Pemasukan/penulisan data maupun penulisan rumus/formula untuk suatu proses dapat dilakukan berulang-ulang sebagai akibat dari pekerjaan secara manual.
b. Kesalahan proses dapat terjadi karena masih menggunakan tenaga manusia.
c. Media penyimpanan data masih banyak menggunakan kertas sehingga membutuhkan tempat yang cukup banyak dan kurang praktis untuk melakukan pencarian data.

Dengan adanya permasalahan-permasalahan tersebut di atas, penulis mencoba memberikan solusi dengan suatu rancangan sistem baru yaitu dengan pemanfaatan teknologi informasi/komputer yang diharapkan dapat memberikan pemecahan masalah yang terjadi dalam pengelolaan administrasi khususnya dalam pengelolaan administrasi pendidikan. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penyusunan skripsi ini penulis mengambil judul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PENDIDIKAN PADA STIKES BHAMADA SLAWI KABUPATEN TEGAL” .

2. Perumusan Masalah
Bagaimanakah gambaran sistem informasi administrasi pendidikan pada STIKES Bhamada Slawi ?

3. Pembatasan Masalah
Dalam penyusunan skripsi ini penulis membatasi masalah atau ruang lingkup penulisan pada hal-hal yang mengenai administrasi pendidikan sebagai berikut :
– Pendataan Mahasiswa, Dosen, Program Studi dan Mata Kuliah.
– Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS).
– Pembuatan Jadwal Ujian dan Kartu Ujian, baik Ujian Tengah Semester (UTS) maupun Ujian Akhir Semester (UAS).
– Pembuatan Kartu Hasil Studi (KHS).
– Pembuatan Transkip Akademik.

4. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian hni adalah untuk mengetahui sistem administrasi pendidikan di STIKES Bhamada Slawi sehingga dapat diketahui kekurangan atau kelemahan yang ada. Langkah selanjutnya adalah membuat suatu rancangan sistem baru untuk mengatasi permasalahan tersebut.


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

April 24, 2012 at 8:14 am Tinggalkan komentar

Analisa Struktur Kalimat Bahasa Indonesia dengan Menggunakan Pengurai Kalimat Berbasis Linguistic String Analysis (IK-05)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Bahasa adalah salah satu komponen yang paling penting dalam kehidupan manusia. Dalam bentuk tulisan, bahasa menyimpan pengetahuan dari satu generasi ke generasi lain. Sedangkan dalam bentuk lisan, bahasa berperan dalam mengarahkan tingkah laku manusia sehari-hari dalam berhubungan dengan orang lain.

Salah satu motivasi dalam penelitian bahasa alami adalah bahwa kemampuan pemrosesan bahasa alami akan mengubah cara penggunaan komputer [Alle94]. Karena kebanyakan pengetahuan manusia tersimpan dalam bentuk bahasa, komputer yang dapat mengerti bahasa alami dapat mengakses informasi ini. Selain itu, antar muka sistem komputer yang kompleks yang menggunakan bahasa alami dapat diakses oleh setiap orang. Sistem yang seperti ini akan lebih fleksibel dan intelligent dan sangat mungkin diterapkan pada teknologi komputer sekarang ini.

Penelitian dalam bidang pemrosesan bahasa alami sudah banyak dilakukan. Namun kebanyakan penelitian tersebut dilakukan terhadap bahasa Inggris. Penelitian bahasa alami yang dilakukan terhadap bahasa Indonesia masih sedikit dilakukan. Tentunya penelitian ini selayaknya dilakukan oleh orang Indonesia sendiri.

Salah satu komponen terpenting dalam pemrosesan bahasa alami adalah pengurai (parser) struktur kalimat. Pengurai sintaks kalimat ini memberi indikasi bagaimana hubungan antar kata dalam satu kalimat. Struktur ini juga mengidentifikasikan bagaimana kata-kata bersatu membentuk frase, kata-kata yang
mana yang melakukan modifikasi kata yang lain dan kata-kata yang mana yang merupakan kata-kata inti dalam satu kalimat. Dengan informasi ini, komputer dapat menginterpretasikan kalimat sehingga seolah-olah komputer dapat mengerti kalimat tersebut.

Proses penguraian kalimat pada bahasa manusia mirip dengan proses penguraian tata bahasa pemrograman dalam dunia komputer. Perbedaan yang mendasar pada keduanya adalah tata bahasa dalam dunia komputer merupakan tata bahasa yang bebas konteks (context free grammar), sedangkan tata bahasa pada bahasa Indonesia merupakan tata bahasa alami yang peka terhadap konteks (context sensitive). Pendefinisian tata bahasa yang peka terhadap konteks untuk diproses oleh komputer merupakan hal yang sangat kompleks. Oleh karena itu, salah satu alternatif penyelesaian masalah ini adalah analisa konteks terhadap suatu kalimat dalam bahasa alami dipisahkan dengan analisa sintaks [Alle94]. Walaupun analisa semantik dipisahkan dari analisa sintaks, penguraian struktur kalimat dalam bahasa alami tetap tidak sederhana. Oleh karena itu, setelah dilakukan penguraian struktur kalimat dalam bahasa alami, pengurai perlu melakukan validasi terhadap struktur hasil penguraian tersebut.

Penelitian dan pembuatan pengurai sintaks kalimat untuk bahasa Indonesia sudah dilakukan oleh Iskak Hendrawan. Namun penelitian ini hanya terbatas pada kalimat-kalimat tunggal sederhana karena fokus penelitiannya lebih mengarah kepada pengujian penggunaan suatu metode penguraian kalimat yaitu metode linguistic string analysis terhadap kalimat bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penulis mencoba melakukan penelitian yang cukup mendalam dengan memfokuskan penelitian pada pembuatan aturan sintaks kalimat bahasa Indonesia sesuai dengan aturan tata bahasa baku. Setelah itu, penulis mencoba membuat suatu pengurai sintaks kalimat untuk bahasa Indonesia untuk menguji aturan-aturan sintaks yang sudah dibuat sebelumnya.
Beberapa masalah dalam penguraian bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:
• Representasi kalimat.
Masalah ini bertumpu pada formalisasi yang akan digunakan untuk menspesifikasikan kalimat-kalimat yang benar dalam bahasa Indonesia. Harus ada suatu mekanisme bagaimana suatu kalimat direpresentasikan, sehingga komputer mendapatkan informasi untuk menginterpretasikan kalimat tersebut.
• Pendefinisian aturan sintaks.
Untuk mendapatkan struktur penguraian suatu kalimat, pengurai memerlukan informasi aturan-aturan sintaks kalimat dalam bahasa Indonesia. Aturan-aturan sintaks ini didefinisikan dalam suatu format tertentu yang mudah dimengerti oleh manusia. Agar dapat dipakai oleh komputer untuk melakukan penguraian kalimat-kalimat bahasa Indonesia, diperlukan alat bantu yang dapat menerjemahkan aturan-aturan sintaks tersebut ke dalam bahasa pemrograman yang dimengerti olehnya.
• Kamus kata.
Kamus kata ini diperlukan untuk informasi kelas kata dari kata yang akan diuraikan.

1.2 TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian dalam tugas akhir ini adalah menganalisa struktur kalimat bahasa Indonesia dengan menggunakan pengurai kalimat berbasis linguistic string analysis. Sebagai sampel penelitian, digunakan kalimat-kalimat yang terdapat pada abstrak-abstrak penelitian yang dilakukan di Fakutas ilmu komputer UI. 


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini







April 24, 2012 at 8:14 am Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Kalender

November 2017
S S R K J S M
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Posts by Month

Posts by Category