Posts filed under ‘Pendidikan Biologi’

Contoh Skripsi Pendidikan Biologi

  1. Pengaruh Pemberian Merkuri Klorida Terhadap Struktur Mikroanatomi Hati Ikan Mas
  2. Penerapan Model Pembelajaran Iqro’ Guna Meningkatkan Ketercapaian Kecakapan Hidup Siswa Pada Pembelajaran Prinsip-Prinsip Klasifikasi, Virus, Dan Monera Pada Siswa Kelas X-A Semester 1 Ma Al-Asror Semarang

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini
Iklan

April 26, 2012 at 8:10 am Tinggalkan komentar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN IQRO’ GUNA MENINGKATKAN KETERCAPAIAN KECAKAPAN HIDUP SISWA PADA PEMBELAJARAN PRINSIP-PRINSIP KLASIFIKASI, VIRUS, ..(P-65)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perubahan yang sangat pesat terjadi dalam berbagai bidang seperti politik, sosial, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini merupakan ciri/karakter dari dinamika di abad 21 yang merupakan abad informasi. Seiring dengan perubahan tersebut, lembaga pendidikan memiliki peranan penting dalam membantu mempersiapkan peserta didik agar mampu hidup secara produktif di tengah masyarakat dengan berbagai permasalahan yang dihadapinya.

Salah satu cara untuk mengantisipasi perubahan yang pesat tersebut, maka pendidikan yang hanya menekankan pada penanaman konsep (produk) menjadi tidak sesuai lagi. Selain penanaman konsep, pendidikan dewasa ini harus mampu mengembangkan kecakapan-kecakapan yang berguna untuk menghadapi permasalahan dalam kehidupan. Kecakapan ini sering disebut dengan Life Skills. Dalam kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi) telah diupayakan untuk mensinergikan berbagai mata pelajaran dengan kecakapan hidup (Life Skills) sebagai pengalaman belajar. Pengalaman belajar tersebut diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik, sehingga siap digunakan untuk memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru MA Al Asror Semarang didapatkan bahwa rata-rata nilai harian siswa kelas X pada materi virus dan
monera masih rendah. Nilai harian siswa pada tahun 2003/2004 dan tahun
2004/2005 secara klasikal <6,5. Dari hasil wawancara juga diketahui bahwa aktivitas siswa rendah dan siswa cenderung pasif. Hal ini dimungkinkan karena metode pembelajarannya cenderung teoritik yaitu guru masih menggunakan metode ceramah. Jadi dalam proses pembelajaran masih banyak didominasi oleh guru.
Model pembelajaran iqro’ adalah suatu model pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada aktivitas siswa dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator.

Model pembelajaran iqro’ mempunyai tiga sintaks yaitu eksplorasi, konseptualisasi, dan komunikasi. Dengan model pembelajaran iqro’ siswa diajak untuk aktif mengeksploitasi lingkungan disekitar siswa, baik lingkungan alam, sosial, budaya, agama dan sebagainya. Dengan memanfaatkan lingkungan atau alam sekitar diharapkan pembelajaran biologi akan lebih menyenangkan dan lebih mudah untuk dipahami sehingga siswa dapat mencapai hasil yang lebih baik, siswa juga dapat mempelajari berbagai konsep dan cara mengkaitkannya dengan kehidupan nyata, sehingga hasil belajarnya lebih berdaya guna bagi kehidupannya.
Berdasarkan masalah-masalah yang ada dan segala sesuatu yang mendukung, penulis berkeinginan untuk menerapkan model pembelajaran iqro’ pada materi prinsip-prinsip klasifikasi, virus, dan monera. Dengan demikian diharapkan hasil belajar siswa lebih meningkat dan kecakapan hidup siswa dapat lebih ditingkatkan serta dalam kehidupan di masyarakat dapat mengaplikasikan kecakapan yang dimiliki untuk mengatasi masalah/problem yang dihadapi.

Februari 25, 2011 at 12:28 pm Tinggalkan komentar

PENGARUH PEMBERIAN MERKURI KLORIDA TERHADAP STRUKTUR MIKROANATOMI HATI IKAN MAS (P-63)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masalah pencemaran lingkungan terutama masalah pencemaran air mendapat perhatian yang besar dari pemerintah, karena air merupakan salah satu unsur penting bagi makhluk hidup dan kehidupan. Sejalan dengan meningkatnya industrialisasi, konsentrasi unsur logam berat di dalam perairan juga meningkat, sehingga memungkinkan tercapainya tingkat konsentrasi toksik bagi kehidupan akuatik.

Salah satu logam berat yang terus meningkat konsentrasinya adalah merkuri. Kandungan merkuri di badan air Kali Surabaya, telah mencapai seratus kali lipat dari Baku mutu yang ditetapkan Pemerintah yaitu 0,001 mg/l. Kajian ECOTON mendeteksi adanya peningkatan kandungan merkuri pada tahun 2001 sebesar 0,0011 – 0,0049 mg/l, meningkat pada tahun 2002 menjadi 0,004 – 0,089
mg/l (Anonim, 2004c). Pencemaran merkuri juga terjadi di perairan umum
Cakung Dalam, Jakarta Utara. Tahun 2003 kadar merkuri meningkat dari
0,0012 ppm menjadi 0,0079 ppm dan telah melebihi Baku mutu Hg air Golongan
C sehingga kurang layak dimanfaatkan untuk perikanan (Anonim, 2003).
Dalam keseharian, pemakaian merkuri telah berkembang sangat luas. Merkuri digunakan dalam bermacam-macam perindustrian, untuk peralatan- peralatan elektris digunakan untuk alat-alat ukur dalam dunia pertanian dan

keperluan yang lainnya. Demikian luasnya pemakaian merkuri mengakibatkan semakin mudah pula organisme mengalami keracunan merkuri.
Merkuri telah dikenal sejak zaman Mesir kuno dan Romawi pada awalnya digunakan sebagai bahan pemisah emas dari batuan lain dalam proses pengolahan tambang. Merkuri telah digunakan untuk menambang emas selama berabad-abad karena racun tersebut harganya murah, mudah digunakan, dan relatif efisien. Namun dampak yang ditimbulkannya juga dapat dirasakan sampai berabad-abad kemudian. Merkuri merupakan suatu toksin yang bersifat kuat dapat merusak bayi dalam kandungan, sistem saraf pusat manusia, organ-organ reproduksi dan sistem kekebalan tubuh. Insiden besar yang diakibatkan oleh pencemaran mercuri terjadi di teluk minimata, jepang .

Diperkirakan 1.800 orang meninggal dunia karena memakan hasil laut dari perairan lokal yang tercemar merkuri (Arie, 2006). Ancaman kematian akibat bahan beracun itu semakin luas karena penggunaannya yang kini beragam. Merkuri juga digunakan untuk thermometer, bahan penambal gigi, juga baterai (Yun, 2004).
Pada industri manufaktur Vinilkhlorida di Jepang, merkuri digunakan sebagai katalis. Pemakaian merkuri pada industri tersebut telah mengakibatkan terjadinya pencemaran merkuri pada bidang perairan Teluk Minamata. Pada tahun
1960, untuk pertama kalinya dunia dihebohkan oleh suatu jenis penyakit kerapuhan pada tulang. Melalui pengujian-pengujian yang dilakukan, diketahui bahwa penyakit tersebut berawal dari keracunan logam berat merkuri yang masuk melalui ikan-ikan yang ditangkap di Perairan Teluk Minamata untuk dikonsumsi (Palar, 1994).

Gejala pencemaran merkuri juga mengintai Surabaya. Meurut Amsyari (2004), penelitian yang dilakukan tahun 2003 yang lalu menunjukkan kadar merkuri, arsen, cadmium, timbal dan tembaga di perairan sudah di atas ambang batas. Bahkan kandungan bahan kimia berbahaya ini juga terdapat pada ASI, rambut dan darah di tubuh masyarakat yang tinggal di pesisir. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perairan di muara sungai Surabaya, tepatnya di Kenjeran telah tercemar. Kondisi ini juga berimbas pada kehidupan nelayan yang hasil tangkapan ikan di perairan Kenjeran terus menurun.

Terdapatnya mekuri di perairan dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu pertama oleh kegiatan perindustrian seperti pabrik cat, kertas, peralatan listrik, klorin dan soda kaustik. Penyebab yang kedua oleh alam yaitu melalui proses pelapukan dan peletusan gunung berapi. Pencemaran merkuri yang disebabkan kegiatan alam pengaruhnya terhadap biologi maupun ekologi tidak menimbulkan efek-efek yang merugikan, karena masih dapat ditolelir oleh alam itu sendiri (Budiono, 2003).
Merkuri masuk ke dalam jaringan tubuh makhluk hidup melalui beberapa jalan, yaitu saluran pernapasan, pencernaan dan penetrasi melalui kulit. Merkuri yang masuk dalam tubuh organisme air tidak dapat dicerna, dan merkuri dapat larut dalam lemak. Logam yang larut dalam lemak mampu untuk melakukan penetrasi pada membran sel, sehingga akhirnya ion-ion logam merkuri akan menumpuk (terakumulasi) di dalam sel dan organ-organ lain. Akumulasi tertinggi biasanya dalam organ detoksikasi (hati) dan organ ekskresi (ginjal) (Palar, 1994).

Rand (1980) dalam Muhammad (2002), mengatakan bahwa salah satu jenis hewan yang direkomendasikan oleh EPA (Environmental Protection Agency) sebagai hewan uji adalah Cyprinus carpio L., karena ikan tersebut memenuhi persyaratan yaitu penyebarannya cukup luas, mempunyai nilai ekonomi yang menonjol, mudah dipelihara di laboratorium. Ikan pada umumnya mempunyai kemampuan menghindarkan diri dari pengaruh pencemaran air. Namun demikian, pada ikan yang hidup dalam habitat yang terbatas (seperti sungai, danau, dan teluk), ikan sulit melarikan diri dari pengaruh pencemaran tersebut. Akibatnya, unsur-unsur pencemaran logam berat masuk ke dalam tubuh ikan.

Hati merupakan organ terbesar dalam tubuh yang terletak pada bagian sirip dalam rongga peritoneal dan melingkupi viscera. Bentuk hati seperti huruf U dan berwarna merah kecoklatan (Anonim, 2004a). Hati merupakan organ yang sangat rentan terhadap pengaruh zat kimia dan menjadi organ sasaran utama dari efek racun zat kimia (toksikan).

Hal ini disebabkan sebagian besar toksikan yang masuk ke dalam tubuh setelah diserap sel epitel usus halus akan dibawa ke hati oleh vena porta hati. Karena itulah organ hati sangat rentan terhadap pengaruh berbagai zat kimia dan merupakan organ tubuh yang sering mengalami kerusakan (Lu, 1995). Oleh sebab itu, penelitian mengenai kerusakan organ kritis khususnya hati ikan mas akibat Hg (merkuri) sangat penting untuk mengetahui sejauh mana kerusakan yang ditimbulkannya sebagai upaya mengkaji berbahayanya logam berat, dalam hal ini merkuri klorida terhadap kehidupan organisme perairan.

Februari 25, 2011 at 12:24 pm Tinggalkan komentar


Kalender

November 2017
S S R K J S M
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Posts by Month

Posts by Category