Posts filed under ‘Akuntansi’

Contoh Skripsi Akuntansi

  1. Peranan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal Penjualan” (Studi Kasus Pada PT. Pupuk Kujang (Persero)
  2. Manfaat Anggaran Dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah” (Studi Kasus Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Cimahi)
  3. Tinjauan Atas Perhitungan Dan Penetapan Harga Pokok Produksi Pencelupan Kain Pada PT. CIPTAARTHA GRAHAMULIA BANDUNG
  4. Pendapatan Bagi Hasil Dan Perlakuan Akuntansinya  Pada Bank Syariah (Studi Kasus Pada PT Bank Muamalat Indonesia Cabang Malang)
  5. Evaluasi Akuntansi Praktik Penghimpunan Dana Dan Pembiayaan DI BMT Yogyakarta (Studi Kasus Pada BMT Artha Mulia Insani Dan Bmt Al-Ikhlas Yogyakarta)
  6. Peranan Perilaku Sosial PT “X” Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan Terhadap Lingkungan Sekitarnya
  7. Analisis Perkembangan Kemampuan Keuangan Daerah Dalam Mendukung Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Kabupaten Sukoharjo = KE-3
  8. Perhitungan Harga Pokok Produksi Flooring Pada PT Rimba Karya Rayatama Di Samarinda
  9. Analisa Penerapan Akuntansi Lingkungan Di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta
  10. Penerapan Sistem Akuntansi Pembiayaan Murabahah Pada PT Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Jakarta
  11. Penerapan Akuntansi Pajak Atas Kepemilikan Aktiva Kendaraan Dengan Metode Capital Lease Pada PT.Iglas Sebagai Lessee
  12. Pengaruh Pengendalian Internal Dan Kesesuaian Kompensasi Terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi Pada Perusahaan Ritel Di Kota Manado, Tomohon Dan Bitung
  13. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Kuasi di Indonesia
  14. Analisis Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Pendapatan Pedagang Kecil Pd. Bpr Bkk Purwodadi Cabang Kedungjati Kabupaten Grobogan (=Pm2)
  15. Penerapan Activity Based Costing Untuk Meningkatkan Akurasi Dalam Perhitungan Harga Pokok Konstruksi Pada Pelaksanaan Pengecatan Perusahaan Jasa Konstruksi Pt “ X “ Di Surabaya
  16. Kedudukan Dan Fungsi Internal Auditor Pada Pt. Citra Bangun, Medan
  17. Pengaruh Asimetri Informasi Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Praktek Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur Di Bej
  18. Tinjauan Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Pengukur Prestasi Manajer Pusat Laba Pada Pt. Columbindo Perdana Sub Cabang Dki Pubar
  19. Peranan Controller   Dalam   Perencanaan Dan Pengendalian Penjualan Pada Pt. United Tractors Tbk
  20. Persepsi Manajemen Badan Usaha Milik Negara/Daerah Dan Badan Usaha Milik Swasta Di Jawa Timur Terhadap Management Audit Sebagai Strategi Untuk Mencegah Dan Mendeteksi Kecurangan Pada Fungsi Pembelian
  21. Penerapan Activity Based Costing Untuk Meningkatkan Akurasi Dalam Perhitungan Harga Pokok Konstruksi Pada Pelaksanaan Pengecatan Perusahaan Jasa Konstruksi Pt “ X “ Di Surabaya
  22. Analisis Hubungan Antara Laba Akuntansi Dan Laba Tunai Dengan Dividen Kas Pada Industri Barang Konsumsi Di Indonesia
  23. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Simpanan Berjangka Pada Bank Umum Konvesional Di Indonesia Tahun 2000.1 – 2005.4
  24. Pengendalian Harga Dan Pelayanan Sebagai Strategi Pada  Pt. Samudera Puranabile Abadi Bitung Untuk Pengembangan Pasar Sasaran
  25. Analisis Pengaruh Ekuivalen Nisbah  Bagi Hasil Tabungan Dan Frekuensi Pencairan Pembiayaan Terhadap Jumlah Nasabah Baru Pada Bmt Al-Karomah Martapura
  26. Pengaruh Tingkat Debt Financing Dan Equity Financing  Terhadap Profit Expense Ratio Perbankan Syariah
  27. Tinjauan Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Pengukur Prestasi Manajer Pusat Laba Pada Pt. Columbindo Perdana Sub Cabang Dki Pubar
  28. Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer Dalam Pengambilan Keputusan Pada Rumah Sakit Daerah (Rsd) Prof. Dr. Sitiawan Kartosoedirdjo Bangkalan
  29. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syariah Menggunakan Pendekatan Laba Rugi Dan Nilai Tambah
  30. Prosedur Pembelian Persediaan Pada Primkop Polwiltabes Semarang
  31. Peranan Perilaku Sosial Pt “X” Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan Terhadap Lingkungan Sekitarnya
  32. Analisis Perbandingan Kinerja Perusahaan Domestik Dan Asing Dengan Menggunakan Rasio Modal Saham
  33. Pengaruh  Informasi  Arus  Kas  Dan  Laba  Akuntansi Terhadap Harga Saham Dan Return  Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar Di Bej)
  34. Analisa Kelayakan Rencana Pendirian Usaha Ayam Petelur Pada Perusahaan “ Citra Mandiri Blitar
  35. Analisis Pengaruh Pemberlakuan Anggaran Berbasis Kinerja Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus Di Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri)
  36. Analisa  Komparasi  Kredit Konsumtif Di Bank  Konvensional Dan Pembiayaan Murabahah Di Bank Syariah (Studi Kasus Pada Bank Syari`h Mandiri Cabang Malang)
  37. SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENERIMAAN KAS PADA KOPERASI KARYAWAN PT. DJARUM KUDUS
  38. PERENCANAAN PAJAK SEBAGAI UPAYA LEGAL UNTUK MENGEFISIENSIKAN KEWAJIBAN PAJAK PT CHD
  39. EVALUASI PERENCANAAN PAJAK UNTUJ MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK PADA PT ADIS
  40. EVALUASI DAMPAK PERENCANAAN PAJAK UNTUK MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK PADA PT ABS INDUSTRI INDONESIA
  41. Perencanaan Pajak Penghasilan Pasal 21 Untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya Fiskal Perusahaan Pada PT. Surya Sukma
  42. AUDIT OPERASIONAL ATAS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT ROMANCE BEDDING AND FURNITURE
  43. ANALISIS PERENCANAAN PAJAK ATAS PPh PASAL 21 PADA PERUM PEGADAIAN CABANG KEBAYORAN BARU

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini
Iklan

April 26, 2012 at 10:47 am Tinggalkan komentar

ANALISIS PERENCANAAN PAJAK ATAS PPh PASAL 21 PADA PERUM PEGADAIAN CABANG KEBAYORAN BARU (AK-43)

Pajak sejak dahulu sudah dilaksanakan oleh setiap negara yang pada saat itu dinamakan sebagai pemberian sukarela dari rakyat kepada rajanya dan selanjutnya pemberian itu berubah menjadi “upeti” yang sifatnya paksaan, dalam arti rakyat wajib membayarkannya dengan jumlah yang sudah ditetapkan oleh negara secara sepihak, pada saat itu ketentuan akan pajak belum berdasarkan undang-undang negara. Sejalan dengan perkembangan yang ada, pihak yang dipungut oleh negara harus berdasarkan undang-undang yang berlaku. Negara Republik Indonesia adalah negara hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjunjung tinggi hak dan kewajiban warga negara, karena itu menempatkan perpajakan sebagai salah satu perwujudan kewajibaan kenegaraan bagi para warganya yang merupakan sarana peran serta dalam pembiayan negara dan pembangunan nasional. 
Tanggapan masyarakat sekarang ini terhadap pajak masih saja negatif sehingga banyak masyarakat atau wajib pajak, baik wajib pajak perseorangan ataupun badan berusaha menghindar atau membuat agar besarnya jumlah pajak yang terhutang menjadi kecil sedangkan laba yang dimiliki maksimal. Untuk mengetahui besarnya pajak yang harus di setor oleh Perum Pegadaian ke kas negara khususnya PPh pasal 21, maka Perusahaan harus mengetahui terlebih dahulu besarnya PPh pasal 21 yang terhutang atas penghasilan yang dimiliki oleh setiap karyawan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Salah satu upaya perusahaan dalam pembayaran pajak yang terhutang adalah perusahaan berusaha memperkecil atau mengefisiensikan biaya dengan mengendalikan pajaknya agar biaya perusahaan lebih minimal, karena pada hakikatnya pajak akan dapat mengatur dengan baik apabila wajib pajak mengetahui dan memahami dengan benar ketentuan peraturan apabila perundang-undangan perpajakan dan perkembangan serta perubahannya. 
Suatu sistem manajemen pajak yang efektif, saat berguna bagi perusahaan sehingga diperlukan adanya suatu perencanaan pajak (tax planning) untuk membuat suatu perencanaan agar jumlah pajak terhutang yang harus dibayarkan oleh perusahaan menjadi minimal tanpa harus melangar peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Dengan perencanaan pajak (tax planning) maka wajib pajak dapat memperkecil beban biaya pajak atau pajak terhutang. Perum Pegadaian adalah satu-satunya lembaga pemerintah yang bergerak dibidang jasa penyaluran uang pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai dengan jaminan barang bergerak. 
Alasan penulis memilih Perum Pegadaian sebagai obyek penelitian karena penulis berpendapat, lembaga yang memiliki tujuan khusus yaitu penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai yang ditujukan untuk mencegah ijon, praktek riba, pegadaian gelap dan praktek pinjaman gelap lainnya ini merupakan obyek pajak yang sangat menarik untuk dibahas. Bagaimana sistem pajak yang ada di perusahaan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku atau sebaliknya dan bagaimana dengan perencanaan pajaknya apakah sudah tepat atau sebaliknya. Atas dasar latar belakang masalah tersebut, dalam meningkatkan pendapatan negara tanpa membebani wajib pajak diperlukannya perencanaan pajak untuk meminimalisasi pajaknya. 
Dengan maksud agar perusahaan dapat lebih meningkatkan efisiensi dan efektivitas dana yang ada dengan cara meningkatkan kepatuhan atas pelaksanaan peraturan perundang-undangan perpajakkan yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan uraian tersebut maka penulis memilih judul “ANALISIS PERENCANAAN PAJAK ATAS PPh PASAL 21 PADA PERUM PEGADAIAN CABANG KEBAYORAN BARU” 
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

April 24, 2012 at 11:10 am Tinggalkan komentar

AUDIT OPERASIONAL ATAS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT ROMANCE BEDDING AND FURNITURE (AK-42)

Dewasa ini sering terdengar pernyataan bagaimana menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang dapat bersaing dalam era yang kompetitif. Persaingan dalam dunia bisnis semakin tajam. Perusahaan-perusahaan sekarang ini memerlukan orang-orang yang kreatif, loyal, inovatif, komunikatif dan produktif. SDM merupakan elemen organisasi yang sangat penting dan berpengaruh terhadap maju tidaknya suatu perusahaan, karena tanpa keikutsertaannya, aktivitas perusahaan tidak akan berjalan. 
Kemampuan manajemen dalam mengelola dan memanfaatkan SDM sangat menentukan perkembangan perusahaan serta mendukung terwujudnya peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas kerja suatu perusahaan. Setiap perusahaan dihadapkan pada kenyataan bahwa keberhasilan usaha bertumpu pada kemampuan bersaing di pasar, sehingga diperlukan upaya peningkatan produktivitas untuk mencapai sasaran perusahaan dalam mengembangkan usahanya. Penulis memilih PT Romance Bedding and Furniture sebagai objek penelitian karena perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang cukup berkembang dan telah memiliki pangsa pasar yang cukup luas dan dikenal oleh masyarakat, terbukti dari volume penjualan yang terus meningkat. PT Romance Bedding and Furniture merupakan perusahaan manufakturing yang memproduksi tempat tidur pegas dan memiliki slogan ”Tiga kali lebih sempurna”. 
Hal ini merupakan keyakinan yang berusaha diciptakan dalam memberikan kenyamanan bagi para konsumen. Persaingan yang kian meningkat mengharuskan perusahaan untuk tanggap dalam mengatasi masalah-masalah yang ada, khususnya secara internal yakni SDM, yang merupakan faktor sumber daya yang penting. 
Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan tergantung pada keefektifan dan keefisienan dari para karyawan. PT Romance Bedding and Furniture merupakan perusahaan keluarga, dimana sebagian besar jabatan manajemen puncak dipegang oleh anggota keluarga, sehingga sering menimbulkan masalah yang menyangkut ketidaktaatan pihak manajemen puncak terhadap peraturan, seperti waktu kerja yang kurang disiplin. 
Hal ini membuat para karyawan tidak memiliki semangat dan disiplin kerja yang tinggi, yang secara tidak langsung berdampak pada kesejahteraan kerja para karyawan yang ikut menurun. Segala keputusan mengenai karyawan terletak ditangan pemilik perusahaan, termasuk dalam hal menetapkan jumlah karyawan, yang hanya didasarkan atas perkiraan, hubungan kekerabatan, dan sebagainya, yang menimbulkan ketidaksesuaian antara kualitas dan kuantitas tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan. 
Di sisi lain, perusahaan jarang memberhentikan karyawan, sebagai contoh, karyawan yang mangkir hanya diberikan teguran, dan kurang ditindak dengan tegas atas kelalaian yang dilakukan, sehingga mengakibatkan rendahnya motivasi karyawan untuk lebih disiplin. Hal tersebut di atas menarik untuk dijadikan bahan pembahasan. 
Untuk itu, judul yang dipilih adalah “Audit Operasional atas Manajemen Sumber Daya Manusia pada PT Romance Bedding and Furniture”. Penelitian manajemen SDM yang dilakukan pada PT Romance Bedding and Furniture, ditujukan untuk memberikan rekomendasi, agar dapat meningkatkan kinerja perusahaan, serta turut memberikan masukan dan menentukan kebijakan di bidang SDM. 
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

April 24, 2012 at 11:08 am Tinggalkan komentar

Perencanaan Pajak Penghasilan Pasal 21 Untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya Fiskal Perusahaan Pada PT. Surya Sukma (AK-41)

Pembangunan di Indonesia saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Pembangunan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik material maupun spiritual. Untuk dapat mewujudkan itu semua pemerintah memerlukan banyak biaya yang salah satu sumbernya adalah dari sektor perpajakan. Oleh karena itu perpajakan merupakan bagian yang terpenting untuk sumber keuangan negara, mengingat 80% sumber APBN bersumber dari sektor pajak. 
Dalam memaksimalkan penerimaan pajak, pemerintah Indonesia telah menyempurnakan sistem perpajakannya menjadi lebih sederhana yang disebut dengan Tax Reform pada tahun 1983. Kemudian disusul dengan penyempurnaan Undang-undang Perpajakan yang dilakukan tahun 1994 dan mulai berlaku tahun 1995. Selanjutnya disempurnakan kembali pada tahun 2000. Semua bentuk pajak sifatnya dapat dipaksakan karena sesuai dengan dasar hukumnya yaitu Undang-undang Dasar 1945 Pasal 23 ayat (2) yang menyebutkan “segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan Undang-undang”. 
Pemilihan perusahaan PT. Surya Sukma sebagai objek penelitian dikarenakan penulis berpendapat, pajak untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang industri barang-barang plastik ini merupakan perusahaan manufaktur. Jenis industri ini tergolong besar dan penulis yakin PT. Surya Sukma mempunyai kriteria tersendiri untuk kebijakan pajaknya, sehingga sangat menarik untuk dibahas. Suatu sistem manajemen pajak yang efektif merupakan hal terpenting bagi perusahaan untuk tetap bertahan dalam kondisi yang sekarang ini, untuk itu diperlukan adanya suatu perencanaan pajak (tax planning) dalam rencana kerja tanpa harus melanggar Undang-undang Perpajakan yang berlaku. Perencanaan pajak dilakukan melalui cara penghindaran pajak (tax avoidance) dan bukan penggelapan pajak (tax evasion). 
Walaupun kedua cara tersebut memiliki konotasi yang sama sebagai tindakan yang melanggar hukum, namun suatu hal yang jelas membedakan keduanya yaitu penghindaran pajak (tax evoidance) adalah perbuatan yang tidak melanggar ketentuan Undang-undang Perpajakan, sedangkan penggelapan pajak (tax evasion) jelas- jelas perbuatan yang melanggar ketentuan Undang-undang Perpajakan. Dalam perusahaan salah satu biaya yang paling besar dikelurkan adalah membayar gaji karyawan yang hal ini rutin dilakukan setiap bulan. 

Otomatis perencanaan Pajak Penghasilan Pasal 21 ini harus dilakukan dengan sebaik mungkin karena pada akhirnya hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi biaya fiskal perusahaan yang berkaitan dengan Pajak Penghasilan Badan. Pelaksanaan perencanaan Pajak Penghasilan Pasal 21 oleh perusahaan diharapkan dapat meminimumkan beban pajak terhutang karyawan, yang otomatis akan dapat memaksimalkan laba setelah pajak, sehingga biaya yang dikeluarkan perusahaan akan lebih efisien karena dalam hal ini beban pajak perusahaan juga dapat lebih ditekan dengan menggunakan biaya deductible expense. Dimana hal tersebut akan turut juga menjaga pertumbuhan usaha yang berkesinambungan. Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai itu maka penulis mengambil judul “Perencanaan Pajak Penghasilan Pasal 21 Untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya Fiskal Perusahaan Pada PT. Surya Sukma“.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

April 24, 2012 at 11:06 am Tinggalkan komentar

EVALUASI DAMPAK PERENCANAAN PAJAK UNTUK MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK PADA PT ABS INDUSTRI INDONESIA (AK-40)

Seiring dengan berjalannya program pemerintahan dan pembangunan nasional yang semakin meningkat, maka pemerintah selaku penyelenggara pembangunan nasional berupaya untuk memperoleh sumber dana cukup agar tercapainya tujuan program tersebut. Sektor perpajakan merupakan salah satu atau sebagian besar sumber penerimaan negara yang utama bagi Indonesia, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar dan potensial untuk sumber penerimaan pajak. 
Oleh karena itu, volume penerimaan dari sektor pajak senantiasa diupayakan untuk terus meningkat. Salah satu upaya yang sangat perlu atau harus dilakukan yaitu dengan melakukan pembaharuan di bidang perpajakan, termasuk di dalamnya meningkatkan kesadaran Wajib Pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Sistem pajak yang berlaku saat ini adalah Self Assesment, dimana dengan sistem ini, Wajib Pajak diberikan kepercayaan penuh untuk menghitung, membayar dan melaporkan sendiri jumlah pajak terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku, sedangkan pemerintah hanya berkewajiban untuk membina dan mengawasi pelaksanaannya. 
Oleh karena itu Wajib Pajak sangat perlu atau harus mempunyai wawasan yang luas tentang peraturan perpajakan, sehingga Wajib Pajak dapat melaksanakan kewajiban pajaknya dengan benar dan atau membuat perencanaan pajak serta dapat mencapai suatu penghematan pajak yang terbaik dan efektif. Usaha Wajib Pajak untuk meminimalkan kewajiban pajaknya banyak dilakukan melalui berbagai cara baik legal maupun tidak, yang pada dasarnya bertujuan agar laba yang menjadi bagian pemilik usaha adalah maksimal dalam laporan komersial dan minimal dalam laporan fiskal. Mengingat pentingnya variabel pajak sebagai komponen yang harus diperhitungkan, maka suatu perencanaan pajak perlu diikutsertakan dalam rencana kerja tanpa harus melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Perencanaan pajak yang baik memerlukan suatu pemahaman terhadap undang-undang perpajakan dan semua peraturan pelaksanaan pajak yang terkait. 
Dengan adanya perencanaan pajak tersebut, Wajib Pajak dapat memperkecil resiko sanksi perpajakan dan atau menghemat jumlah pajak yang sebenarnya tanpa melebihi kewajibannya serta di lain pihak membantu Wajib Pajak dalam perencanaan pajak atas pengambilan keputusan yang berkaitan dengan rencana investasi pada masa mendatang. Dalam pelaksanaannya masih banyak Wajib Pajak yang tidak mengetahui bagaimana cara menghitung pajak dengan benar serta kurangnya pengetahuan bahwa tidak semua beban usaha di perkenankan mengurangi penghasilan yang diperolehnya untuk perhitungan pajaknya. Akibat ketidaktahuan tersebut, maka pajak yang dibayar oleh Wajib Pajak bisa saja lebih kecil atau bahkan lebih besar dibandingkan dengan jumlah pajak yang sebenarnya harus dibayar. Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kimia yang relatif maju dan mempunyai prospek ke depan cukup baik serta adanya manajemen yang profesional, maka dari itu PT ABS Industri Indonesia berkewajiban untuk melakukan pemenuhan kewajiban pajaknya dengan benar. 
Dalam memenuhi kewajiban perpajakannya, Wajib Pajak tersebut telah melakukan perencanaan pajak terbatas dalam meminimalkan resiko pajaknya dengan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Namun mereka belum melaksanakan perencanaan pajak yang efektif dilihat dari adanya koreksi fiskal terutama koreksi positif dalam rekonsiliasi laporan laba rugi fiskalnya sehingga pajaknya diharapkan masih banyak yang dapat dianalisa dan diefisienkan sehingga temuan-temuan skripsi ini nanti dapat diberikan pada pihak manajemen untuk alternatif dan atau pelengkap dalam perencanaan pajak. 

Hal inilah yang menjadi alasan bagi penulis untuk mengangkat permasalahan tentang perpajakan khususnya mengenai perencanaan pajak dengan memilih judul EVALUASI DAMPAK PERENCANAAN PAJAK UNTUK MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK PADA PT ABS INDUSTRI INDONESIA dengan harapan agar dari pengkajian dan evaluasi masalahnya dapat ditemukan berbagai hal yang dapat bermanfaat bagi manajemen perusahaan untuk meningkatkan efisiensi atas pajak penghasilan dengan tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

April 24, 2012 at 11:04 am Tinggalkan komentar

EVALUASI PERENCANAAN PAJAK UNTUK MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK PADA PT ADIS (AK-39)

Sektor perpajakan merupakan salah satu sumber penerimaan utama bagi negara, karena jumlah penduduk yang besar sangat potensial untuk menjadi sumber penerimaan, yang nantinya akan dipergunakan untuk membiayai penyelenggaraan kegiatan dan kebutuhan pembelanjaan rutin negara. Masalah pajak merupakan masalah masyarakat dan negara. Dengan demikian setiap orang sebagai anggota masyarakat harus mengetahui segala masalah yang berhubungan dengan perpajakan. Oleh karena itu, jumlah penerimaan dari sektor pajak harus senantiasa diupayakan meningkat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, maka pemerintah dalam realisasinya selalu berupaya melakukan perubahan berupa penambahan, pembaharuan ataupun penyesuaian dari undang-undang yang berlaku dari waktu ke waktu. Di samping itu pemerintah harus terus mengingatkan, membina, dan melayani pemenuhan kewajiban perpajakan setiap Wajib Pajak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

Dalam menentukan besarnya pajak terutang , Wajib Pajak secara Self Assesment dapat melakukan perencanaan pajak yang akhirnya dapat mencapai suatu penghematan pajak yang diinginkan tanpa harus melanggar peraturan perundang-undangan perpajakan. Penghematan pajak (Tax Saving) dilakukan dengan cara menyusun suatu perencanaan (Tax Management) yang baik yang bertujuan untuk memaksimalkan laba sesudah pajak, sehingga perusahaan dapat menjaga dan meningkatkan efisiensi perusahaan. Perlunya perencanaan pajak (Tax Planning) perlu diikutsertakan dalam rencana kerja perusahaan, agar laba sesudah pajak yang diperoleh maksimal, dimana Wajib Pajak harus memenuhi kewajiban perpajakannnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

Hal ini yang mendorong penulis untuk mengadakan penelitian mengenai bagaimana caranya melakukan perencanaan pajak agar dapat menghemat pajak perusahaan sehingga dapat diketahui bagaimana pengaruhnya terhadap pajak penghasilan suatu perusahaan. Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa asuransi kerugian dan kegiatan lain yang sehubungan dengan perasuransian dan memiliki omset yang besar, maka dari itu PT ADIS berkewajiban untuk melakukan pembayaran pajak atas penghasilan yang diperolehnya dalam suatu tahun pajak, dan termasuk melakukan pelunasan atas pajak dalam tahun berjalan.

Selain itu jasa asuransi juga diyakinkan atau diharapkan mempunyai potensi bisnis yang semakin besar di masa depan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan kesadaran masyarakat atas manfaat asuransi, sehingga perlu dipastikan pemenuhan kewajiban perpajakannya dengan benar apabila mungkin akan dilakukan perencanaan pajak yang efektif bagi PT ADIS dalam meminimalkan beban pajaknya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

Menyadari pentingnya perencanaan pajak bagi perusahaan yang ingin meminimalkan beban pajak, maka disusunlah skripsi dengan topik bahasan perencanaan pajak dengan judul “EVALUASI PERENCANAAN PAJAK UNTUK MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK PADA PT ADIS” dengan harapan dari pengkajian dan evaluasi yang dilakukan dapat ditemukan hal-hal yang bermanfaat bagi manajemen pajak dalam melakukan perencanaan pajak penghasilan perusahaan.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

April 24, 2012 at 10:59 am Tinggalkan komentar

PERENCANAAN PAJAK SEBAGAI UPAYA LEGAL UNTUK MENGEFISIENSIKAN KEWAJIBAN PAJAK PT CHD (AK-38)

Perkembangan perekonomian negara saat ini semakin berkembang pesat dengan adanya perdaganggan bebas yang mulai dari tahun 2003. Perusahaan- perusahaan yang sedang berkembang tidak dapat menghindari pajak yang sudah merupakan kewajiban wajib pajak terhadap negara atas penghasilan yang di peroleh.

Hal ini membuat perusahaan harus membuat suatu perencanaan untuk mendapatkan laba yang di inginkan termasuk tentang pajak yang harus dibayarkan. Atas dasar inilah penulis tertarik untuk memilih bidang studi perpajakan tentang perencanaan perpajakan yang di lakukan perusahaan. Pajak merupakan sumber penerimaan negara untuk penyelenggaraan pemerintahan atau pembangunan dan sebagai pendorong kegiatan perekonomian. Berbagai usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan penerimaan dari sektor pajak akan mempengaruhi efisiensi dan daya saing perusahaan karena setiap perusahaan dituntut untuk menekan biaya, dalam hal ini adalah kewajiban membayar pajak, dimana biaya akan menurunkan after tax profit, rate of return dan cash flow.

Hal tersebut menuntut perusahaan untuk mengefisiensikan beban pajak dengan berbagai upaya legal dalam manajemen pajak, dimana tahap awal dari manajemen pajak adalah perencanaan pajak menurut peraturan-peraturan perpajakan yang berlaku. Dengan adanya perencanaan pajak tersebut, wajib pajak dapat menghemat jumlah pajak yang sebenarnya melebihi kewajibannya dan di lain pihak membantu wajib pajak dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan rencana investasi di masa yang akan datang. Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan spairpart diesel, PT. CHD harus melaksanakan kewajiban perpajakan terhadap negara.

Dengan adanya sistem perpajakan yang diterapkan oleh perusahaan dalam menghitung pajak, maka penulis tertarik untuk menganalisis dan mengusulkan perencanaan pajak yang legal kepada PT CHD, dan penulis tertarik untuk mengkaji perencanaan pajak yang diterapkan oleh perusahaan serta untuk mengetahui apakah perencanaan yang dilakukan sesuai dengan undang-undang perpajakan. Dengan pembahasan perencanaan pajak ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan agar dapat mengefisiensikan beban pajak dengan upaya-upaya yang tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga kewajiban perpajakan yang harus di bayarkan oleh perusahaan lebih efisien dan efektif.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

April 24, 2012 at 10:50 am Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Kalender

November 2017
S S R K J S M
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Posts by Month

Posts by Category