Pengaruh Keanggotaan Primkopti Bangkit Usaha Terhadap Peningkatan Pendapatan Anggotanya (Pengusaha Kecil Tempe)” (Studi Kasus di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kodya Malang) (124)

Mei 17, 2012 at 11:00 am Tinggalkan komentar

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0

MicrosoftInternetExplorer4

st1\:*{behavior:url(#ieooui) }

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}

Krisis yang berkepanjangan di Indonesia hingga pada saat ini belum bisa
terselesaikan. Realitasnya    dapat            dilihat   dari      beberapa indicator seperti
pertumbuhan  ekonomi  yang
 masih  rendah,
 tekanan  inflasi
 yang  cukup
 serius ditandai
 dengan  naiknya
 harga  barang-barang
 dan  jasa,
 lemahnya  daya
 serap kegiatan  ekonomi  terhadap
 tenaga
 kerja,
 kejenuhan
 pasar,
 rendahnya
 utilitas
kapasitas produksi. Semua itu mempengaruhi lambatnya pemulihan ekonomi baik
lokal maupun nasional. Yang paling nyata terkena dampaknya adalah usaha-usaha
besar karena rata-rata para pengusaha besar. Oleh karena itu saat ini pemerintah
berusaha memberdayakan  usaha  kecil
 menengah  dan
 koperasi  yang
 saat  ini
diharapkan mampu mengatasi krisis tersebut. Sebab pada dasarnya aktivitas usaha
kecil   mempunyai
 potensi  prospektif
 untuk  dikembangkan.
 Untuk  itu
 upaya peningkatan            menejemen       bagi            usaha    kecil     penting dilakukan agar 
dapat berkembang secara optimal.

Dalam  menghadapi
 perdagangan  bebas  (AFTA)
 yang  dapat
 dipastikan bahwa  persaingan akan semakin tajam. Oleh karena itu, maka kompetisi yang
dimiliki pelaku bisnis
 harus jelas dan dapat diandalkan di pasar. Sebab dalam
kondisi seperti itu hanya
 produk-produk  yang memiliki
nilai dan sesuai dengan
keinginan pasar yang dapat memenangkan persaingan. Berkaitan dengan itu jika
tidak  ingin  kalah
 dalam  persaingan
 global  terutama
 dalam  memasuki
 pasar ekspor, maka kemampuan      usaha    kecil     menengah         dan       koperasi dalam
memproduksi dan pemasarannya harus ditingkatkan.(Anonymous, 2003).
Kemampuan
usaha kecil menengah
untuk melakukan ekspor berkaitan erat dengan aspek linkungan mikro, seperti menajemen usaha, ketrampilan dan jumlah
pekerja, teknologi  yang digunakan, ketersediaan bahan baku lokal, asset yang
dimiliki,  pemasaran  dan  promosi.
 Sedangkan
 aspek
 makro
 berkenaan
 dengan
tatacara ekspor, pengetahuan sistem pembayaran,  pengusaan informasi pasar di luar  negeri,
 dan
 persyaratan-persyaratan
 untuk
 melakukan   ekspor.  Tuntutan terhadap
pengusaan aspek mikro dan makro tersebut, dirasakan cukup berat bagi
kebanyakan usaha kecil dan menengah. Mengingat masih kurangnya pengetahuan
serta ketrampilan yang dimiliki. Kendala-kendala yang mehadang lainnya adalah
berkenaan  dengan  pengusaan  menajemen,
 proses
 produksi,
 teknologi,
 kulitas
produk, praduktivitas dan yang paling utama adalah masalah permodalan.
Untuk  mengatasi  persoalan  diatas
 para  pengusaha
 kecil  membutuhkan
wadah yang tepat untuk bisa membantu mereka yaitu koperasi. Melalui koperasi
ini
diharapkan dapat
 membantu
memecahkan berbagai persoalan atau masalah
yang  dihadapi  yaitu
 aspek  mikro
 dan  makro.
 Disamping  itu  dengan
 adanya koperasi juga dapat membantu pengusaha kecil
 dalam pengandaan bahan baku,
pembinaan untuk meningkatkan produksi baik secara
kulitas  maupun
kuantitas dan yang paling utama adalah masalah permodalam. Sehingga dengan
 adanya koperasi                           diharapkan     mampu     meningkatkan     pendapatan    dan
produktivitas pengusaha
kecil.
Tugas utama perusahaan koperesi adalah menunjang kegiatan usaha para anggotanya   dalam 
 rangaka 
 meningkatkan   kepentingan   perekonomian   para anggotanya
melalui pemberin           modal,  pengadaan barang         dan            jasa      yang dibutuhkan,
 yang sama sekali
tidak tersedia di pasar, atau ditawarkan dengan
harga,   mutu   atau   syarat-syarat   yang   lebih   menguntungkan   daripada   yang
ditawarkan  pada  anggota  di   pasar 
 atau  oleh  badan-badan  resmi,  disinilah
sebenarnya arti penting dari koperasi.
Bagi negara
kita, pengembangan jenis makanan yang berasal dari kedelai
khususnya tempe boleh
dikatakan sangat potensial, karena selain kandungan gizi tinggi juga sudah menjadi menu masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu kita harus
terus-menurus berupaya untuk  meningkatkan standart mutu tempe
agar semakin memiliki
daya saing di pasaran dalam maupun luar negeri.
Usaha kecil tempe di Kelurahan
Purwantoro mempunyai prospek yang
bagus, karena  daerah tersebut
salah satu daerah sentra penghasil
tempe di kota Malang.  Dalam  melakukan
 proses
 usahanya
 para
 pengusaha
 tempe
 tentunya
menghadapi  banyak  persoalan  seperti  usaha-usaha  kecil  yang  lain  diantaranya
mengenai  masalah  bahan
 baku,  permodalan,
 sarana  produksi,
 teknologi  dan pemasaran. Oleh sebab itu para pengusaha tempe di daerah tersebut memerlukan
wadah yang bisa diajak kerjasama untuk menghadapi berbagai persoalan yang
ada
. Seperti di Indonesia
sudah ada wadah bagi para pengusgoa wahu-tempe yaitu
Kopti (Koperasi Pengerajin Tempe dan Tahu Indonesia)
( Retno Rusdjijati, 1997).
Primair
koperasi tahu-tempeIndonesia (primkopti) “Bangkit Usaha” adalah koperasi   yang   bergerak   di   bidang   tahu-tempe   yang   berada   di   Kelurahan
Purwantoro
, Kecamatan
Blimbing, Kodya Malang. Primkopti “Bangkit Usaha ini
mencoba   membantu   para 
 pengusaha   kecil 
 tempe’damam”wengadoçn   gahaþ baou! (mcsin’oopor)’ego memberikan batuan modal kepada para anggotanya yaitu pengusaha kecil tempe yang mejadi
 anggota
koperasi tersebut. Untuk bantuan
yang diberikan adalah bahan baku dalam hal ini yaitu kedelai dan bantuan modal
berupa kredit lunak sehingga tidak terlalu membebani pengusaha
 kecil tempe. Selain  beranggotakan  pengusaha
 tempe
 di
 Kelurahan
 Purwantoro,
 Kecamatan
Blimbing, Prikopti Bangkit Usaha juga beranggotakan pengusaha
tempe di empat kecamatan lain di daerah kota Malang.
Diharapkan Primkopt
Bangkit Usaha ini dapat menjadi wadah yang baik
untuk  pengembangan  usaha  tempe  di  daerah  Malang  khususnya  di  Kelurahan
Purwantoro,  Kecamatan  Blimbing,  sehingga
 dapat
 menghasilkan
 tempe
 yang
berkualitas tinggi dan kemungkinan untuk diekspor juga semakin tinggi pula.
Melihat kondisi
yang dipaparkan diatas, maka sangat diperlukan adanya
penelitian   yang  berkaitan
 tentang
 pengaruh
 keanggotaan
 koperasi
 terhadap
peningkatan   pendapatan,   karena 
 berbagai   kendala 
 yang 
 dihapi 
 oleh 
 para pengusaha kecil tidak dapat diselesaikan.
 Mereka butuh wadah yang baik yaitu koperasi
 untuk  memecahkan
 berbagai  kendala
 yang 
 ada,
 melalui  organisasi
koperasi atau dengan menjadi anggota koperasi, pengusaha
kecil khususnya tempe dapat
 memecah  masalah-masalah
 yang  dialami
 terutama  masalah
 modal  dan
bahan baku.
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN USAHA ANTARA MASYARAKAT PENERIMA KREDIT DAN BUKAN PENERIMA KREDIT DARI YAYASAN OLAT PERIGI (YOP) (Studi Kasus di Desa Sekongkang Atas Kabupaten Sumbawa Barat) (123) Strategi Pemasaran Tape 31 di Kabupaten Bondowoso (125)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Mei 2012
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: