Perilaku Pemilih Buruh Rokok Dalam Pilkada Langsung Di Kabupaten Kudus (189)

April 28, 2012 at 2:34 am Tinggalkan komentar

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung baru pertama kali untuk Kabupaten Kudus. Proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten Kudus telah berlangsung pada tanggal 12 April 2008. Memang Pilkada Kabupaten Kudus sudah kita lewati, akan tdtapi banyak catatan menarik yang dapat kita rekam dan kita baca ulang. Meski diakui memiliki banyak kelemahan dan kekurangan, namun paling tidak peristiwa politik melalui pemilihan yang terbuka, telah memberi rona baru dalam wajah demokrasi di negeri ini.

Pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Kudus merupakan tonggak sejarah titik awal dari otonomi secara murni artinya dengan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung membuktikan bahwa demokrasi sudah tumbuh secara murni dilakukan di Kabupaten Kudus.

Pilkada Kabupaten Kudus Tahun 2008 diikuti oleh empat pasangan yaitu : 1. H. Musthofa Wardoyo / H. Budiyono yang dicalonkan oleh PDI P dan Partai Golkar, 2. H.M. Heru Fathoni, SP / Drs. Ngatmin Alimanda yang dicalonkan oleh Partai Demokrat, PNI Marhaenis, Partai Pelopor dan Partai

Karya Peduli Bangsa, 3. Mansyur, SH / H. Agus Darmawan yang dicalonkan oleh PAN, PBR dan Partai Perhimpunan Indonesia Baru, 4. H.M. Amin Munadjat, M.Si / H. Akhwan, SH yang dicalonkan oleh PKB.

Melihat peta pertarungan dalam Pilkada Kabupaten Kudus dan memprediksi siapa yang bakal menjadi pemenang awalnya cukup sulit untuk dilakukan. Namun setidaknya ada enam variabel yang bisa dijadikan parameter, yaitu pertama faktor identifikasi calon ( figur yang diusung ), kedua juru kampanye/sabet, ketiga faktor isyu kampanye/Visi Misi, keempat faktor insentif/hibah politik, kelima faktor identifikasi partai dan keenam faktor pressure group atau kelompok penekan. Hal ini terkait dengan seberapa jauh hal tersebut mempengaruhi perilaku pemilih buruh rokok dalam pemilihan kepala daerah tersebut.

Melalui hasil Pilkada di Kabupaten Kudus kita harapkan agar seleksi kepemimpinan yang dilakukan partai-partai oleh masyarakat yang selama ini hanya dipilih oleh sekian orang, dengan perubahan mekanisme pemilihan yang ada sekarang, bisa melahirkan pemimpin yang kredibel dan betul-betul untuk menjadi pemimpin yang dapat membangun dalam kualitas yang maksimal dan prima.

Dinamika lembaran politik akan semakin berarti bobot kedaulatan rakyat pola kinerja lembaga-lembaga politik termasuk partai-partai politik, yakni sebuah diskursus yang berbicara soal bagaimana masyarakat memahami sekaligus menghayati setiap tarikan nafas, denyut nadi dan detak jantung rakyat
dalam memberikan mandat kekuasaan. Untuk itu kesiapan infrastruktur politik dan perilaku masyarakat selaku pemilih akan menentukan agenda politik lokal tersebut berlangsung secara demokratis.

Pada pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten Kudus yang berlangsung tanggal 12 April 2008, perilaku pemilih sangat sulit diduga, khususnya para buruh rokok di pedesaan. Sebagaimana diketahui Kabupaten Kudus dikenal sebagai daerah industri rokok, secara kasar dapat digambarkan bahwa jumlah pemilih di Kudus berdasarkan Daftar Pemilih Tetap
( DPT ) sebanyak 572.3531) , sedangkan jumlah buruh rokok saja sebanyak
110.000 orang2) , apabila masing – masing membawa satu orang keluarganya saja maka akan diperoleh 220.000 suara atau 38,43 % , sebuah angka jaminan untuk memenangkan perebutan suara.

Hal ini sangat disadari oleh kontestan sehingga ada salah satu pasangan yang berani maju sebagai calon karena mengandalkan suara dari para buruh rokok tersebut, calon tersebut adalah Mansyur As’ad yang berpasangan dengan H. Agus Darmawan dari Partai Amanat Nasional. Dalam kegiatan kepartaian Mansyur adalah sekretaris DPC Partai Demokrat, karena Ketua DPC Partai Demokrat maju sendiri sebagai calon wakil Bupati, maka Mansyur mencari kendaraan sendiri untuk maju sebagai calon Bupati dengan keyakinan memperoleh suara pasti dari kaum buruh rokok.

Walaupun Mansyur As’ad belum begitu dikenal dalam kegiatan politik tetapi ayahnya Mohammad As’ad adalah tokoh yang mempunyai jabatan penting dikalangan sarikat pekerja rokok di Kudus juga dikenal luas dikalangan pengusaha rokok selama berpuluh tahun. Jabatan Moh As’ad saat ini adalah Ketua SPSI RTMM ( Sarikat Pekerja Seluruh Indonesia bidang Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman ) Kabupaten Kudus, sedangkan Mansyur As’ad saat ini menjabat sebagai Wakil Ketuanya.sehingga Mansyur sangat yakin dapat memanfaatkan jaringan serikat pekerja dan para pemilik pabrik rokok.

Tetapi hasil Pilkada ternyata berbicara lain, pasangan nomor urut 1. H Musthofa Wardoyo / H Budiyono memperoleh suara 133.776 ( 43,88 % ) , pasangan nomor urut 2. HM Heru Fathoni / Ngatmin Alimanda memperoleh suara 18.340 suara ( 6,02 % ), pasangan nomor urut 3. Mansyur As’ad / H Agus Darmawan memperoleh suara 24.346 ( 7,99 % ), sedangkan pasangan nomor urut 4. HM Amin Munadjat / H Akhwan Sukandar memperoleh suara sebanyak 128.393 ( 42,11 % ) sisanya yang lain adalah suara tidak sah dan golput (248.813 atau 43,47 % ).

Pilkada tersebut dimenangkan oleh pasangan nomor urut 1. H. Musthofa Wardoyo/H. Budiyono dengan 133.776 suara, sedangkan Mansyur As’ad/H. Agus Darmawan hanya menempati urutan ketiga dengan perolehan suara hanya 24.346. Suara itupun kemungkinan sebagian besarnya adalah milik H. Agus Darmawan ( calon wakil bupati ) yang merupakan Ketua DPC PAN Kabupaten Kudus.

Lalu kemanakah suara kaum buruh rokok yang jumlahnya 110.000 ? Penelitian tentang perilaku pemilih buruh rokok di Kudus sangat menarik untuk dilaksanakan. Apa yang sesungguhnya mempengaruhi pilihan kaum buruh rokok dalam Pilkada Kudus tahun 2008. Apa yang menjadi sebab dan pengaruhnya. Hal inilah yang sangat menarik untuk diteliti.
Karena berbagai keterbatasan, maka penelitian ini akan mengambil sampel hanya di dua Kecamatan dan masing masing diambil satu Desa yang merupakan lingkungan buruh rokok, yaitu Desa Kedung Dowo Kecamatan Kaliwungu dan Desa Tanjung Karang Kecamatan Jati.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (BUKAN  pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Entry filed under: Manajemen, Manajemen SDM. Tags: .

Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Atas Pendidikan, Kesehatan Dan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Periode 1969-2009 (185) Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan Dan Nilai Pelanggan Terhadap Kepuasan Pelanggan ( Studi pada Pelanggan Kedai Digital 23 Semarang ) (191)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2012
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: