Strategi Peningkatan Mentalitas Kewirausahaan (Studi kajian tentang mentalitas kewirausahaan di Kota Blitar)…(68)

April 18, 2012 at 2:22 am Tinggalkan komentar


Krisis moneter yang berkepanjangan diikuti adanya keterbatasan pemerintah menyediakan lapangan kerja menjadi problema ketenagakerjaan yang berakibat pada peningkatan angka pengangguran. Meningkatnya pengangguran memperparah perekonomian nasional. Masyarakat tidak berdaya mengangkat ekonominya sendiri, membuka lapangan kerja baru merupakan realita yang sulit diciptakan. Masyarakat terdidik juga sangat tergantung pada kondisi ada lapangan kerja atau tidak.
Masyarakat Indonesia secara umum memiliki mentalitas entrepreneurship rendah. Rendahnya mentalitas entrepreneurship ini tentu tidaklah tanpa alasan. Kolonial menanamkan kepada masyarakat Indonesia dengan tidak memberi kesempatan dalam dunia usaha. 
Dunia usaha diberikan kepada bangsa lain (Tionghoa) sedangkan masyarakat Indonesia terstruktur pada bidang pamong praja. Illustrasi ini tentu juga berlaku bagi masyarakat di Kota Blitar.
Pada umumnya masyarakat Kota Blitar lebih memilih menjadi karyawan dibandingkan berusaha mandiri, diantaranya bekerja diluar negeri yang secara ekonomis penghasilan cukup menggiurkan, menjadi pegawai negeri menjadi primadona karena ada dana pensiun. Selain alasan tersebut masyarakat untuk berusaha meyakini harus memiliki modal yang cukup besar sehingga permodalan menjadi kendala utama dalam berwirausaha.
Berdasar keterangan singkat ini maka perlu ada upaya-upaya untuk menciptakan struktur perekonomian yang sehat dan normal dengan jalan memberikan kesempatan masyarakat melakukan peningkatan usaha melalui pelatihan di lembaga-lembaga formal, memberi bantuan permodalan, penciptaan infrastruktur yang memadai, perlindungan bagi usaha kecil, stabilitas sosial politik dan peningkatan pendidikan masyarakat. 
Berdasar data-data yang ada, serta analisa data dengan berdasar segala bentuk kekutan dan kelemahan serta kesempatan dan ancaman yang ada dapat ditarik suatu jawaban yaitu :
Rendahnya mentalitas entrepreneurship masyarakat Blitar disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
a. faktor sejarah
b. Biaya hidup murah
c. Tidak memiliki ketrampilan yang memadahi
d. Hanya sebuah kota kecil
e. Tidak memiliki modal usaha yang cukup
f. Tingkat pendidikan masyarakat relatif rendah
g. Kerja di luar negeri lebih menjanjikan
Tingkat mentalitas entrepreneurship masyarakat Kota Blitar sebesar 21.28%, dengan kecenderungan dari tahun ke tahun ada penurunan prosentase. 
Sedangkan dalam angket khusus bagi pelajar perempuan tingkat SLTA memiliki tingkat prosentase sebesar 9%.
Masyarakat Kota Blitar lebih memilih menjadi abdi dalem (karyawan) dibandingkan menjadi entrepreneur, disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
a. Melakukan bisnis lebih sulit dibandingkan menjadi abdi dalem (karyawan)
b. Resiko menjadi abdi dalem lebih rendah dibandingkan menjalani usaha (Tidak bisa mengelola bisnis).
c. Pegawai negeri ada pensiun sebagai bekal jika sudah tua.

Strategi-strategi yang dapat digunakan untuk memacu peningkatan mentalitas entrepreneurship masyarakat Kota Blitar :
a. Bertahan untuk hidup (Survival Strategy) dengan pengertian pelaksanaan kegiatan tetap dilaksanakan sesuai aturan yang ada dengan berusaha menghindari diri (turn around Strategy) dari kebijakan yang tidak populer dimata masyarakat.
b. Melakukan pembenahan internal dan mencari peluang (Guerilla Strategy) yang memungkinkan untuk perbaikan atas kelemahan-kelemahan internal yang ada. 

Berdasar pada analisa data dengan menggunakan tabel matrik IFAS dan EFAS dapat diambil suatu kesimpulan strategi peningkatan mentalitas entrepreneurship dengan menggunakan metode WT yang berarti meningkatkan kegiatan pada kekuatan untuk mengurangi kelemahan serta menghindari dan mengurangi ancaman yang datang. 
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Analisis Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Penyuluh Pertanian Pada Bipp-Kp Kabupaten Kediri …(66) Strategi Pengembangan Model Penyuluhan Pertanian Klinik Konsultasi Agribisnis DI BPP-KP Pare Kabupaten Kediri … (69)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2012
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: