Penggunaan Power Thresher dalam Upaya Memperoleh Nilai Tambah Hasil Panen Padi Sawah ( Studi di Kel. Kebonagung Kec. Kaliwates Kab. Jember) … (99)

April 18, 2012 at 3:21 pm Tinggalkan komentar


Penelitian dilakukan di kelurahan Kebonagung kecamatan Kaliwates kabupaten Jember pada bulan November sampai dengan bulan Maret 2006. Penelitian ditujukan untuk mengetahui besarnya biaya, produksi, harga, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan tingkat efisiensi dari dua kelompok yang kan dibandingkan. Kelompok yang dibandingkan adalah kelompok petani yang menggunakan power thresher pada saat proses perontokan gabah hasil panen selanjutnya disebut kelompok A. Kelompok yang lain adalah kelompok petani yang menggunakan cara banting (tradisional) dalam merontokkan gabah hasil panennya, selanjutnya disebut kelompok B. Pengambilan sampel secara random sebanyak 30 orang untuk kelompok A dan 30 orang untuk kelompok B. Setiap kelompok diukur tingkat kelayakan usahanya dan kemudian dibandingkan untuk mengetahui adakah perbedaan tingkat efisiensi antara kelompok A dengan kelompok B. 
Hasil penelitian menemukan fakta-fakta sebagai berikut : Untuk kelompok A per ha memerlukan biaya total Rp 5.505.660. Produksi yang dicapai 5.820,2 kg dengan harga Rp 1.800/kg sehingga besarnya penerimaan Rp 10.476.398. Pendapatan kotor sebesar Rp 6.738.273 dan keuntungan usaha sebesar Rp 4.970.739.
Kelayakan usaha diukur dengan nilai RCR (Revenue Cost Ratio), untuk kelompok A ditemukan sebesar RCR = 1,902, sehingga nilai ini mengindikasikan bahwa usahatani padi sawah dengan menggunakan power thresher saat perontokan gabah dapat dikatakan cukup layak. Untuk kelompok B per ha memerlukan biaya total Rp 5.629.350. Produksi yang dicapai 5.672,69 kg dengan harga Rp 1.750/kg sehingga besarnya penerimaan Rp 9.927.218. Pendapatan kotor sebesar Rp 6.062.295 dan keuntungan usaha sebesar Rp 4.297.866.
Kelayakan usaha diukur dengan nilai RCR (Revenue Cost Ratio), untuk kelompok B ditemukan sebesar RCR = 1,760 sehingga nilai inipun dianggap cukup layak. 
Meskipun demikian tingkat efisiensi usaha kelompok B lebih kecil dibanding dengan tingkat efisiensi kelompok A yang dapat mencapai 1,902. Analisis statistik menunjukkan bahwa dengan uji t ditemukan bahwa t hitung > t tabel (8,5025 > 2,045) dengan dk = 29 dan tingkat kesalahan 5% uji dua arah. Oleh karena itu Ho yang menyatakan tidak terdapat perbedaan tingkat efisiensi antara kelompok A dan tingkat efisiensi usahatani kelompok B ditolak. Artinya memang terdapat perbedaan tingkat efisiensi usaha di antara ke duanya secara signifikan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa power thresher dapat memberi kontribusi yang cukup berarti dalam rangka meningkatkan keuntungan usahatani padi sawah. 
Unsur-unsur yang mendukung peningkatan keuntungan adalah kecepatan proses perontokan dan pembersihan sehingga menghemat waktumri Lebih penting lagi power thresher terbukti dapat mengurangi kehilangan gabah saat perontokan dan mengurangi kerusakan (pecah) butir gabah sehingga petani memperoleh nilai tambah dalam usahataninya. 
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Analisis Strategi Pemberdayaan Masyarakat Agribisnis Melalui Penguatan Modal Usaha Kelompok Tani Di Kabupaten Blitar…(93) Analisis Pengembangan Agribisnis Kelapa Sawit Di Kabupaten Kutai Timur (113)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2012
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: