Analisis Efisiensi Usahatani Jagung ( Zea Mays L ) dengan Menggunakan Benih Hibrida… (100)

April 18, 2012 at 3:21 pm Tinggalkan komentar


Penelitian dilakukan di desa Karangpring kecamatan Sukorambi kabupaten Jember pada bulan November 2005 sampai dengan Januari 2006. Penelitian bertujuan untuk mengetahui macam biaya dan besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan yang diperoleh usahatani jagung yang menggunakan benih hibrida. Dalam penelitian ini benih jagung hibrida yang dipilih adalah jenis NK 33. 

Penelitian ditujukan juga untuk mengetahui perbedaan tingkat efisiensi usaha antara usahatani yang menggunakan benih jagung hibrida yang selanjutnya disebut kelompok A dengan yang menggunakan benih jagung lokal yang selanjutnya disebut kelompok B. Sampel diambil sebanyak 30 orang untuk kelompok A dan 30 orang untuk kelompok B dari populasi petani jagung sebanyak 102 orang yang biasa menanam jagung di lahan tegal.
Hasil penelitian menghasilkan fakta sebagai berikut (per ha), untuk kelompok A, biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 3.539.190. Produksi yang dicapai 11.210 kg dengan nilai penerimaan Rp 6.165.670., pendapatan yang diperoleh sebesar Rp3.746.490 dan keuntungan yang dicapai sebesar Rp 2.626.478. 

Kelayakan usaha sebesar 1,74 mengindikasikan bahwa usahatani jagung dengan menggunakan benih hibrida memberikan keuntungan yang layak (efisien).
Untuk kelompok B, biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 3.059.000, produksi yang dicapai hanya 7065,76 kg dengan nilai penerimaan sebesar Rp 3.886.173. Pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 1.947.173 dan keuntungan yang dicapai sebesar Rp 827.173. Kelayakan usaha sebesar 1,27 meskipun lebih dari satu tetapi efisiensi ini masih tergolong kecil.
Hasil analisis statistik dengan uji t pada dk= 58 dan tingkat kesalahan 5% ditemukan bahwa t hitung > t tabel (25,91 > 2). 
Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan tidak terdapat perbedaan antara tingkat efisiensi usahatani pengguna benih jagung hibrida dengan tingkat efisiensi usahatani pengguna benih jagung lokal harus ditolak. Jadi memang terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat efisiensi usahatani di antara dua kelompok tersebut. Oleh karena memberikan keuntungan yang lebih besar, maka dianjurkan kepada petani untuk beralih dari penggunaan benih jagung lokal ke benih jagung hibrida. 
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Analisis Strategi Pemberdayaan Masyarakat Agribisnis Melalui Penguatan Modal Usaha Kelompok Tani Di Kabupaten Blitar…(93) Analisis Pengembangan Agribisnis Kelapa Sawit Di Kabupaten Kutai Timur (113)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2012
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: