“Analisis Finansial Dan Strategi Pengembangan Agroindustri Kerajinan Tangan di UD. Bambu Klasik Lamongan”…. (12)

April 17, 2012 at 12:11 pm Tinggalkan komentar

Normal
0

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}

Praktek penebangan hutan secara liar (illegal logging) yang diikuti dengan
penyelundupan dan perdagangan kayu ilegal (illegal
trading
) ternyata tidak hanya mengakibatkan kerusakan lingkungan hutan,
tetapi juga menimbulkan kerugian secara ekonomis. Sampai kini praktek illegal
logging dan illegal trading belum dapat diatasi, bahkan kondisinya kini semakin
marak sehingga berdampak pada hilangnya sebagian pangsa pasar produk mebel dan
kerajinan Indonesia. Salah satu jalan keluar yang harus ditempuh para pengusaha
mebel maupun kerajinan yang ada di Indonesia adalah mencari bahan baku
pengganti yang dapat digunakan untuk tetap menghasilkan produk-produk yang
diinginkan. Seperti agroindustri kerajinan tangan di Kecamatan Lamongan
Kabupaten Lamongan yaitu di UD. Bambu Klasik yang menggunakan batang eceng
gondok, pelepah pisang, tempurung kelapa dan bambu untuk dijadikan sebagai
bahan baku produk mebel dan kerajinan tangan yang dapat dikomersialkan.

Permasalahan penelitian ini antara lain apakah pengembangan agroindustri kerajinan
tangan di
UD. Bambu Klasik Lamongan sudah layak secara finansial, dan aspek lingkungan internal yang terdiri dari
kekuatan dan kelemahan serta lingkungan eksternal yang terdiri dari ancaman dan
peluang apa saja yang mempengaruhi pengembangan agroindustri kerajinan tangan
di
UD. Bambu Klasik Lamongan.
Tujuan
penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan agroindustri kerajinan tangan di UD. Bambu Klasik secara finansial, serta menganalisis aspek lingkungan internal dan
lingkungan eksternal yang mempengaruhi pengembangan agroindustri kerajinan
tangan di
UD. Bambu Klasik Lamongan. Sehingga hipotesis yang didapat
yaitu: diduga agroindustri kerajinan tangan di UD. Bambu Klasik layak secara
finansial.
Penentuan
daerah penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive)
yaitu di UD. Bambu Klasik Lamongan. Pengumpulan data primer dilakukan dengan
metode wawancara, observasi, kuisioner dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder
diperoleh dari perpustakaan dan instansi terkait yang berhubungan dengan
penelitian ini serta hasil-hasil penelitian terdahulu. Metode analisis data
yang digunakan adalah analisis kuantitatif yang meliputi analisis kelayakan
finansial dan analisis sensitivitas. Adapun 
analisis deskriptif yang digunakan adalah analisis SWOT.
Dari hasil
penelitian didapat nilai NPV sebesar Rp. 473.320.627, IRR yang dihasilkan
adalah 32%, nilai Net B/C Ratio sebesar 4,5 pada tingkat bunga 9%, dan waktu
yang diperlukan untuk membayar kembali atau mengembalikan semua biaya-biaya
yang dikeluarkan dalam investasi suatu proyek (Payback Period) yaitu pada triwulan ke-1. Sedangkan untuk analisis
sensitivitas, pada tingkat suku bunga 9%, agroindustri kerajinan tangan di UD.
Bambu Klasik selama 24 triwulan dengan menaikkan maupun menurunkan investasi,
biaya dan benefit sebesar 10% masih dapat dikatakan layak untuk tetap
dikembangkan. Selain itu dapat dikatakan bahwa benefit lebih sensitif jika
dibandingkan dengan investasi dan biaya. Dengan
demikian agroindustri kerajinan tangan di UD. Bambu Klasik dapat dikatakan
layak untuk tetap dikembangkan.
Analisis SWOT
adalah identifikasi berbagai faktor internal maupun eksternal yang secara
sistematis digunakan untuk merumuskan strategi perusahaan. Adapun faktor-faktor
internal dan eksternal yang dihasilkan dari penelitian pada agroindustri
kerajinan tangan di UD. Bambu Klasik didapat bahwa kekuatan yang dimiliki
meliputi pengrajin  yang berpengalaman,
kualitas produk baik, tenaga kerja yang terampil, harga produk murah,
diversifikasi produk sesuai trend, kemampuan manajerial baik dan lokasi usaha
yang strategis. Kelemahan yang dimiliki berupa modal terbatas dan peralatan
produksi sederhana. Peluang meliputi kondisi pasar bahan baku, selera konsumen,
dukungan Pemda, potensi pariwisata daerah dan pangsa pasar yang luas. Sedangkan
ancaman yang ada meliputi pesaing memproduksi produk yang sama, perkembangan
teknologi yang semakin maju dan perekonomian yang belum  stabil.
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Studi Gender Pada Pabrik Rokok Sumber Redjeki (Studi Kasus Pada Pabrik Rokok Sumber Redjeki). …(11) “Pola Kemitraan Antara Petani Tebu Dengan Pabrik Gula Asembagus (Desa Trigonco Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo)”… (15)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2012
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: