Archive for September, 2010

HUBUNGAN MUTU PELAYANAN DENGAN PEMANFATAN KARTU SEHAT OLEH GAKIN DI DESA TENGARAJA PADA PELAYANAN PUSKESMAS (IKS-02)

HUBUNGAN MUTU PELAYANAN DENGAN PEMANFATAN KARTU SEHAT OLEH GAKIN DI DESA TENGARAJA PADA PELAYANAN PUSKESMAS SUNGAI GUNTUNG KECAMATAN KETEMAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR TAHUN 2007

KODE : IKS-02

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud kesehatan yang optimal. Untuk melaksanakan hal tersebut telah dirumuskan 6 program pokok pembangunan kesehatan yang salah satunya adalah perilaku sehat dan pemberdayaan masyarakat. Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010 yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan masyarakat (Depkes RI, 2002:18).

Konstitusi Organisasi Kesehatan Sedunia WHO (1948) dalan Depkes RI (2005: 15), Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 dan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992, menetapkan bahwa kesehatan adalah hak fundamental setiap warga. Setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya, dan negara bertanggung jawab mengatur agar masyarakat terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya termasuk bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.

Selama lima dekade, pembangunan kesehatan dilaksanakan melalui pengembangan dan perluasan jaringan pelayanan kesehatan agar berada sedekat mungkin dengan penduduk yang membutuhkannya. Perubahan pola penyakit yang menimbulkan beban ganda, perkembangan teknologi kesehatan dan kedokteran, pola pembiayaan kesehatan berbasis pembayaran out of pocket, dan subsidi pemerintah untuk semua lini pelayanan, membawa ketimpangan dalam pelayanan kesehatan dan mendorong peningkatan biaya kesehatan. Krisis moneter yang terjadi sekitar tahun 1997 telah meningkatkan jumlah penduduk miskin dan meningkatkan biaya kesehatan berlipat ganda, sehingga menekan akses penduduk, terutama penduduk miskin, terhadap pelayanan kesehatan (Depkes RI, 2005: 45).

Untuk mengatasi hal tersebut berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menjamin akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan. Sejak tahun 1998, pemerintah melaksanakan beberapa upaya pemeliharaan kesehatan penduduk miskin. Dimulai dengan pengembangan Program Jaring Pengaman Sosial (JPS-BK) tahun 1998-2001, Program Dampak Pengurangan Subsidi Energi (PDPSE) tahun 2001 dan Program Kompensasi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) Tahun 2002-2004. Pada awal tahun 2005, melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1241/Menkes /XI/2004 menetapkan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM), melalui pihak ketiga, dengan menunjuk PT Askes (Persero). Sasaran awal mengacu pada data BPS 2004 adalah sebesar 36.146 jiwa (Depkes. RI, 2005: 7).

Puskesmas sebagai penanggung jawab harus mengetahui situasi dan kondisi penduduk di wilayah kerja, termasuk keluarga miskin. Pemberian pelayanan gratis bagi keluarga miskin sudah dilakukan sejak lama oleh puskesmas, namun sejak dikeluarkan program jaring pengaman sosial bidang kesehatan, pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dengan kartu sehat menjadi lebih intensif dilaksanakan karena adanya dana khusus yang disalurkan langsung kepada kepala puskesmas dan bidan desa (Depkes. RI, 2001: 15).

Tujuan dari kartu sehat ini adalah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat miskin dalam memperoleh pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya, dimana selama ini merupakan salah satu faktor penentu tidak terjangkaunya pelayanan bagi keluarga miskin. Dengan demikian diharapkan pemerataan pelayanan kesehatan secara bertahap dapat diwujudkan terutama dikalangan keluarga tidak mampu (Depkes RI, 2003:55).
Paket pemeliharaan kesehatan adalah kumpulan upaya kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau badan penyelenggara untuk kepentingan peserta / keluarga dan anggota keluarganya. Paket pemeliharaan kesehatan terdiri-dari paket pemeliharaan kesehatan dasar (pelayanan dasar, pelayanan rawat jalan, rawat inap, gawat darurat) dan paket pemeliharaan kesehatan (Depkes RI, 2003:55).
Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir sampai akhir Desember 2005, telah menyebarkan kartu sehat sebanyak 176.777 kartu pada keluarga miskin yang berada di tujuh kecamatan, sementara keluarga miskin yang memanfaatkan kartu sehat baru 66.471 KK (37,75%) artinya tidak semua keluarga miskin yang memanfatkan kartu sehat. Akibatnya dana JPSBK masih banyak yang belum dimanfaatkan (Dinkes Indragiri Hilir, 2005).

Berdasarkan survey awal terhadap 10 orang Gakin di Desa Tengaraja wilayah kerja Puskesmas Sungai Guntung didapatkan informasi bahwa sebanyak 7 orang Gakin (70%) merasa tidak puas dengan pelayanan kesehatan yang diberikan, makanya mereka tidak lagi menggunakan kartu sehat tersebut dan 3 orang Gakin (30%) merasa puas dengan pelayanan kesehatan yang diberikan.
Berdasarkan faktor di atas, masih rendahnya pemanfaatan kartu sehat oleh gakin diduga berhubungan dengan kehadalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik terhadap pelayanan kartu sehat sebanyak 70%.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Hubungan mutu pelayanan dengan pemanfaatan kartu sehat oleh Gakin di Desa Tengaraja pada Pelayanan Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2007”.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, adapun perumusan masalah dalam penelitian ini hubungan mutu pelayanan dengan pemanfaatan kartu sehat oleh Gakin di Desa Tengaraja pada Pelayanan Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2007.

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan dengan pemanfaatan kartu sehat oleh Gakin di Desa Tengaraja pada Pelayanan Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2007.

1.3.2 Tujuan Khusus
a. Diketahuinya pemanfaatan kartu sehat oleh Gakin di Desa Tengaraja pada Pelayanan Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Riau Tahun 2007.
b. Diketahuinya kehandalan (Reliability) pelayanan yang diberikan petugas kesehatan di Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Riau Tahun 2007.
c. Diketahuinya empati (Empathy) yang diberikan petugas kesehatan di Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Riau Tahun 2007.
d. Diketahuinya bukti fisik (Tangible) yang diberikan Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Riau Tahun 2007.
e. Diketahuinya daya tanggap (Respinsivences) yang diberikan petugas kesehatan di Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Riau Tahun 2007.
f. Diketahuinya jaminan (Asurance) yang diberikan petugas kesehatan di Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Riau Tahun 2007.
g. Diketahui hubungan kehandalan (Reliability) dengan pemanfaatan kartu sehat oleh Gakin di Desa Tengaraja pada Pelayanan Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Riau Tahun 2007.
h. Diketahui hubungan empati (Empathy) dengan pemanfaatan kartu sehat oleh Gakin di Desa Tengaraja pada Pelayanan Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Riau Tahun 2007.
i. Diketahui hubungan bukti fisik (Tangible) dengan pemanfaatan kartu sehat oleh Gakin di Desa Tengaraja pada Pelayanan Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Riau Tahun 2007.
j. Diketahui hubungan daya tanggap (Respinsivences) dengan pemanfaatan kartu sehat oleh Gakin di Desa Tengaraja pada Pelayanan Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Riau Tahun 2007.
k. Diketahui hubungan jaminan (Asurance) dengan pemanfaatan kartu sehat oleh Gakin di Desa Tengaraja pada Pelayanan Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Riau Tahun 2007.

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat bagi peneliti adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti sendiri tentang kartu sehat program PKPS BBM Bindkes Program Kompensasi Pengarangan Subsidi Bahan Bakar Minyak Bidang Kesehatan.
1.4.2 Bagi Institusi terkait, penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi pelaksanaan program kartu sehat yang perlu bagi perbaikan mekanisme pelaksanaan program kartu sehat di keluarga miskin.
1.4.3 Sebagai bahan masukan atau bacaan bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat khususnya dan mahasiswa Unbrah pada umumnya.
1.4.4 Sumbangan data dasar yang dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut, khusus dalam program pengembangan pelayanan kesehatan bagi Gakin.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian
Berhubung dengan keterbatasan peneliti, maka penelitian ini hanya membahas tentang hubungan mutu pelayanan dengan pemanfaatan kartu sehat oleh Gakin di Desa Tengaraja pada Pelayanan Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir meliputi variabel independent yaitu kehadalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan pertugas kesehatan dan variabel dependen adalah pemanfaatan kartu sehat oleh Gakin.

Untuk mendapatkan versi MS-Word…silahkan klik download

Untuk mendapatkan koleksi Judul Tesis Lengkap dan Skripsi Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik download

Atau klik disini

Iklan

September 18, 2010 at 10:15 am 1 komentar

PENGATURAN DIET PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI DESA PUTAT KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN MALANG (KPR-5)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Berbagai perubahan fisiologis akibat proses penuaan akan dialami oleh lansia yang diantaranya mengarah pada gangguan sistem kardiovaskuler, termasuk terjadinya hipertensi. Kadar kolesterol total meningkat secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia. Bukti peningkatan tingginya kadar kolesterol LDL dan rendahnya kadar kolesterol HDL adalah prediktor yang penting untuk penyakit arteri koroner pada lansia yang berusia di atas 65 tahun. Pengaturan diet untuk mengatasi berbagai masalah tersebut (khususnya penyakit hipertensi) menjadi sangat penting dan efektif bagi lansia (Mickey, 2007).

Penyakit hipertensi semakin berkembang selain karena faktor usia, juga karena terjadinya perubahan pola makan yang menjurus ke sajian siap santap yang mengandung lemak, protein, dan garam tinggi tapi rendah serat pangan (dietary fiber). Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (1995) menunjukkan prevalensi penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi, yaitu 83 per 1.000 anggota rumah tangga. Hal tersebut terkait erat dengan pola makan, terutama konsumsi garam (Astawan, 2007).
Kasus hipertensi juga semakin sering dijumpai di masyarakat. Hasil pendataan kesehatan tahun 2007 di Desa Putat Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang menunjukkan kasus hipertensi dialami oleh 23% wanita dan 14% pria yang berusia di atas 65 tahun. Kasus ini meningkat dari laporan tahun 2006 dimana kasus hipertensi hanya dialami oleh 20% wanita dan 13,5% pria berusia lebih dari 65 tahun (Data dari Puskesmas Gedangan Kabupaten Malang). Data lebih lanjut dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan terhadap 10 lansia yang mengalami hipertensi di Posyandu Mawar RW 02 Desa Putat Kecamatan Gedangan pada akhir Nopember 2007 diketahui bahwa 8 lansia tidak bisa menjelaskan diet yang tepat untuk mengatasi hipertensi, seperti membatasi konsumsi melinjo sementara ikan asin dan makanan berkadar garam tinggi tetap dikonsumsi (tanpa pembatasan). Data studi pendahuluan tersebut juga menunjukkan bahwa terdapat 2 lansia yang terlalu membatasi konsumsi daging dan ikan untuk mencegah hipertensi hingga tubuhnya tampak kurus (BB di bawah normal).
Pengaturan menu yang tepat bagi lansia yang mengalami hipertensi dapat dilakukan dengan empat cara. Cara pertama adalah diet rendah garam, yang terdiri dari diet ringan (konsumsi garam 3,75-7,5 gram per hari), menengah (1,25-3,75 gram per hari) dan berat (kurang dari 1,25 gram per hari). Cara kedua adalah dengan diet rendah kolesterol dan lemak terbatas. Cara ketiga adalah melalui diet tinggi serat, dan cara keempat adalah dengan diet rendah energi, terutama bagi lansia yang kegemukan (Astawan, 2007).
Jika lansia yang mengalami hiperensi tidak mengetahui pola pengaturan diet hariannya, maka akan beresiko terhadap timbulnya komplikasi akibat hipertensi yang diderita seperti CVA, gagal jantung dan sebagainya. Demikian pula halnya jika lansia melakukan pembatasan diet secara berlebihan, kasus hipertensinya belum tentu tertangani bahkan justru akan menimbulkan masalah baru seperti kurang gizi.
Suatu area yang menjadi perhatian perawat adalah yang berhubungan dengan diet untuk mencegah terjadinya hipertensi dan yang berhubungan dengan pembatasan diet berlebihan untuk menghindari hipertensi, yang justru dapat menimbulkan asupan nutrisi lansia menjadi tidak adekuat. Perawat perlu memainkan peranannya sebagai health educator dan counselor agar lansia bisa mengendalikan terjadinya hipertensi melalui pengaturan diet, tanpa harus mengalami kurang gizi. Rekomendasi tambahan diet yang membatasi asupan protein dan lemak harus dibuat secara hati-hati. Lansia sering memerlukan bantuan untuk memperoleh diet yang seimbang yang terdiri atas distribusi kalori yang sesuai dan vitamin serta mineral yang esensial tanpa sumber pengubah lipid dari lemak hewani (Stanley, 2007).

1.2 Rumusan Masalah
Proses penuaan secara fisiologis membawa konsekwensi terhadap perubahan dan gangguan pada sistem kardiovaskuler, antara lain terjadinya penyakit hipertensi. Hipertensi pada lansia diharapkan bisa dikendalikan melalui pengaturan pola makan atau diet yang tepat, sehingga hipertensi dapat terkontrol dan dampak yang ditimbulkan oleh hipertensi tersebut dapat diminimalisasi. Namun fakta dilapangan menunjukkan gejala yang sebaliknya. Masyarakat belum memahami cara pengaturan diet dan pola makan (diet) yang tepat, sehingga kasus hipertensi bukannya berkurang, tapi justru semakin meningkat, bahkan bisa timbul kasus lain yang justru dapat memperberat hipertensi seperti malnutrisi yang terjadi akibat pembatasan makanan berlebihan untuk mencegah hipertensi.
Berdasarkan uraian di atas, pertanyaan pada penelitian ini adalah “Bagaimana gambaran pengaturan diet pada lansia dengan hipertensi di RW 02 Desa Putat Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang?”

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengaturan diet pada lansia dengan hipertensi di RW 02 Desa Putat Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang.
1.3.2 Tujuan Khusus
Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk :
1) Mengetahui pola pengaturan diet harian pada lansia dengan hipertensi di RW 02 Desa Putat Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang
2) Mengetahui jenis diet yang biasa dikonsumsi oleh lansia yang mengalami hipertensi di RW 02 Desa Putat Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang.

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Lahan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi lahan penelitian / Puskesmas tentang pengaturan diet pada lansia dengan hipertensi sehingga petugas Puskesmas dapat memberikan intervensi-intervensi yang terkait dengan program kesehatan. Salah satu bentuk kegiatan misalnya mengadakan penyuluhan kesehatan tentang pengaturan diet pada lansia dengan hipertensi melalui kegiatan dalam Posyandu Lansia.

1.4.2 Bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat disampaikan kepada masyarakat misalnya melalui kegiatan-kegiatan sosial-keagamaan seperti tahlilan yang ada di desa sehingga menjadi informasi bagi masyarakat, khususnya para lansia terkait dengan pengaturan diet pada lansia yang menderita hipertensi.

1.4.3 Bagi Perkembangan Ilmu Keperawatan
Sebagai bahan masukan dan informasi bagi pendidikan keperawatan serta bagi mahasiswa lain tentang gambaran pengaturan diet pada manusia lanjut usia yang menderita hipertensi. Hasil penelitian selanjutnya diharapkan dapat dijadikan acuan dalam pembelajaran asuhan keperawatan gerontik dalam isntitusi-institusi pendidikan keperawatan.

untuk mendapatkan versi MS-Word…silahkan klik download

September 18, 2010 at 9:31 am Tinggalkan komentar


Kalender

September 2010
S S R K J S M
« Agu   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Posts by Month

Posts by Category