Archive for Januari 24, 2008

STRATEGI PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DI SMP NEGERI I … KEBUPATEN …

RINGKASAN

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Mengetahui faktor-faktor kekuatan dan kelemahan (faktor internal) serta peluang dan ancaman (faktor eksternal) yang muncul dalam pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi di SMP Negeri 1 … Kabupaten …. 2) Mengetahui strategi yang sesuai untuk diterapkan dalam pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi di SMP Negeri 1 … Kabupaten …. Sedangkan Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juli 2006 sampai September 2006, sedangkan obyek penelitiannya di SMP Negeri 1 … Kabupaten …, jalan … no 3 Kecamatan … Kabupaten …. Pemilihan tempat ini didasarkan pada pemikiran bahwa peneliti adalah guru yang bekerja di SMP Negari 1 … … sehingga akan memudahkan dalam pengambilan data.
Sampel pada penelitian ini adalah semua pegawai dan instansi SMP Negeri 1 … …. Teknik pengambilan data yaitu data primer dan data sekunder. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan dua alat analisa yaitu : 1) Analisis kualitatif yaitu dengan cara menguraikan masalah yang ada dengan kalimat-kalimat yang bertujuan untuk menjelaskan masalah yang terjadi hingga diperoleh kesimpulah yang jelas, 2) Analisis kuantitatif yaitu dengan cara memberikan pembobotan atau dengan rumus-rumus sehingga diperoleh nilai angka yang pasti. Dengan dua metode tersebut dibuat gambaran secara jelas dengan mendiskripsikan obyek penelitian, berupa penanganan masalah dan kasus-kasus yang timbul dengan analisis SWOT.
Hasil penelitian yang dapat diambil berikut : 1) Faktor-faktor yang muncul dalam Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi(KBK) di SMP Negeri 1 … ada dua yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi Strenght (kekuatan) dan Weakness (kelemahan), sedangkan faktor eksternal berupa Opportunities (peluang) dan Threaths (ancaman). Faktor kekuatan terdiri dari motifasi guru, metode mengajar, sarana prasarana, ditetapkannya Sekolah Standar Nasional, prestasi non akademik siswa dan ketenagaan. Adapun faktor kelemahan terdiri dari input siswa yang NUN nya rendah, jumlah peserta didik di kelas, motifasi siswa, tingkat kesiapan guru dan keterbatasan dana, 2) Strategi yang sesuai diterapkan dalam Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi di SMP Negeri 1 … Kabupaten … adalah memberikan motivasi kepada guru-guru yang ada di SMP Negeri 1 … Kabupaten … untuk meningkatkan kinerja sehingga guru lebih memahami terhadap tugasnya sebagai pendidik, peningkatan penggunaan sarana dan ruang multi media, peningkatan metode mengajar yang lebih bervariasi. Disamping itu para guru harus lebih banyak diikutkan pada pelatihan, workshop, sehingga pengetahuannya bisa bertambah. Perlu juga menambah sarana prasarana yang diperlukan seperti buku penunjang, peralatan laboratorium dan lain-lain.

Iklan

Januari 24, 2008 at 6:22 am Tinggalkan komentar

PENGARUH EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI DINAS PENDIDIKAN KOTA …

RINGKASAN
Tujuan penelitian adalah : (1) untuk mengetahui pengaruh efektivitas kepemimpinan dengan produktivitas kerja karyawan Dinas Pendidikan Kota …, (2) untuk mengetahui apakah pengoorganisasian lebih dominan pengaruhnya terhadap produktivitas kerja para karyawan dibanding variabel-variabel lain.

Penelitian ini dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, yaitu dengan pengumpulan data untuk menguji hipotesis yang telah diajukan di muka atau menjawab pertanyaan mengenai status terakhir subyek penelitian.
Metode analisis yang digunakan meliputi ; (1) Analisis deskriptif bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data yang diperoleh, analisis ini digunakan untuk menggambarkan secara lebih mendalam tentang variabel-variabel yang diteliti, (2) Analisis inferensial, yaitu dengan menggunakan analisis regresi berganda. Untuk menguji sejauh mana variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat digunakan uji F dan uji t. Uji F digunakan untuk menguji variabel bebas secara bersama-sama (serentak) pengaruhnya terhadap variabel terikat. Sedangkan uji statistik t digunakan untuk menguji kemampuan (secara parsial) dari masing-masing variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat.
Hasil analisis membuktikan bahwa : (1) Efektivitas Kepemimpinan yang terdiri dari variabel : Perencanaan (X1), Pengorganisasian (X2), Pengoordinasian (X3), Komunikasi (X4), Supervisi (X5), Kepegawaian (X6) dan Penilaian (X7) secara bersama-sama mempengaruhi Produktivitas Kerja (Y). Hal ini didasarkan pada hasil analisia of variansi (ANOVA), yang ditunjukkan dengan nilai Fhitung sebesar 127,649 lebih besar apabila dibandingkan dengan Ftabel dengan taraf signifikan 5% derajat bebas 7 dan 31 adalah sebesar 2,33. Atau dengan cara lain probabilitas (Sig) yang dihasilkan oleh analisa variansi yaitu sebesar 0,000, (2) Variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap produktivitas kerja adalah pengoordinasian (X3), yang ditunjukan dengan koefisien regresi (b) sebesar 0,294 atau berpengaruh sebesar 29,4%, dibandingkan dengan variabel lain secara berturut-turut yaitu perencanaan (X1) sebesar 22,9%, penilaian (X7) 15,3%, kepegawaian (X6) sebesar 13,6%, supervisi (X5) sebesar 7,1%, komunikasi (X4) sebesar 6,0% dan pengorganisasian sebesar 5,8%.

Januari 24, 2008 at 6:22 am 4 komentar

PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (Evaluasi Tentang Implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999

Penelitian ini dilakukan di pemerintah kota …,. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) untuk mendeskriptifkan implementasi kebijakan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 dan dampaknya terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota …, (2) Menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningktan pendapatan asli daerah kota …, (3) Menganalisis faktor yang paling dominan terhadap pendapatan asli daerah Kota ….

Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan Studi kasus dengan teknik pengambilan sample secara toal sampling (secara keseluruhan). Teknik pengambilan data yaitu dengan yaitu dengan wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer yang berasal dari responden dan data sekunder dari instansi yang terkait. Sedangkan Tekik analsis data adalah dengan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Implementasi kebijakan pemeritah kota … mengenai Undang-Undang Nomor 25 tahun 1999 mempunyai dampak positif, (2) Variabel retsibusi daerah dan penerimaan laba perusahaan berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah, (3) variabel penerimaan dari laba perusahaan mempunyai pengaruh paling dominan.

Januari 24, 2008 at 6:21 am Tinggalkan komentar

ANALISIS PENGARUH FASILITAS PERUMAHAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI KOTA …

RINGKASAN
Strategi yang dilakukan pengembang menengah atas salah satunya adalah dengan menawarkan fasilitas perumahan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada kenyataan bahwa tidak semua fasilitas yang ditawarkan pengembang perumahan mampu untuk segera direalisasikan dan masih rendahnya garansi yang diberikan pengembang atas fasilitas yang mereka tawarkan tersebut.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh fasilitas perumahan berupa: fasilitas lingkungan, utilitas,fasilitas keamanan, fasilitas olahraga, fasilitas sosial, dan fasilitas ibadah terhadap kepuasan konsumen dan menganalisis variabel apa yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap konsumen.
Metode yang digunakan adalah survei dengan jumlah sampel sebanyak 89 responden dan jenis penelitian adalah explanatory research. Alat analisis yang digunakan adalah analisis faktor, dilanjutkan dengan analisis regresi linier berganda.
Hasil analisis data dengan regresi linier berganda menunjukkan R2 = 0,3888 yang berarti bahwa variabel bebas yang terdiridari fasilitas keamanan lingkungan, fasilitas olahraga, fasilitas ibadah, fasilitas lingkungan, fasilitas sosial, dan utilitas, mampu menjelaskan variabel terikat sebesar 38,8% sedang sisanya 61,2% dijelaskan oleh variabel lain di luar model.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, variabel fasilitas keamanan lingkungan, fasilitas olahraga, fasilitas ibadah, fasilitas lingkungan, fasilitas sosial, dan utilitas secara simultan berpengaruh signifikandan positif terhadap kepuasan konsumen di Kota …; kedua, variabel fasilitas keamanan lingkungan, fasilitas olahraga, fasilitas lingkungan, dan fasilitas sosial, secara parsial berpengaruh signifikan, sedangkan variabel utilitas dan fasilitas ibadah secara parsial tidak berpengaruh signifikan, keenam variabel berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen di Kota …; ketiga, fasilitas keamanan lingkungan mempunyai pengaruh paling dominan.

Januari 24, 2008 at 6:20 am 4 komentar

Pengaruh Faktor-Faktor Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Suatu Kajian Terhadap Perum Bulog, Sub Divisi Regional V …

RINGKASAN
Masalah yang ingin diketahui dalam penelitian ini adalah apakah faktor finansial, faktor psikologis dan faktor sosial berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja karyawan pada perusahaan tersebut serta faktor yang mana diantara faktor-faktor motivasi yaitu faktor finansial, faktor psikologis dan faktor sosial yang paling dominan berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada Perum Bulog, Sub Divisi Regional V ….
Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada para karyawan yang dijadikan sampel penelitian. Dalam hal ini khususnya para karyawan yang tergabung dalam Perum Bulog Sub Divisi Regional V ….
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Model ini digunakan karena dalam penelitian ini jumlah variable independent atau variable bebas (x) lebih dari satu, yaitu faktor finansial (x1), faktor psikologis (x2), dan faktor sosial (x3). Sementara sebagai variable dependen atau variable terikat (y) adalah prestasi kerja karyawan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable finansial, variable psikologis dan variable sosial secara simultan berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada Perum Bulog, Sub Divisi Regional V …, meskipun dengan tingkat pengaruh yang variatif. Diantara ketiga variable tersebut variable finansial merupakan variable yang paling dominan dalam mempengaruhi prestasi kerja karyawan di perusahaan ini, kemudian disusul oleh variable psikologis dan variable sosial.

Januari 24, 2008 at 6:18 am 1 komentar

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN JASA TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PENGUSAHA PABRIK ROKOK DI KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI …

RINGKASAN
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) … sebagai instansi vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, merupakan KPBC dengan penerimaan cukai terbesar diseluruh Indonesia. Pada tahun 2006 penerimaan negara di KPBC … mencapai Rp13.211.929.726.462,00 terdiri dari bea masuk sebesar Rp 67.550.774,00 dan cukai sebesar Rp 13.211.862.175.688,00. Penerimaan cukai yang besar tersebut berasal dari cukai yang dipungut dari hasil tembakau produksi para pengusaha pabrik rokok di KPBC …, sehingga sudah selayaknya KPBC … memberikan kualitas jasa layanan publik yang baik kepada para pengusaha pabrik rokok yang telah melaksanakan kewajiban melunasi cukai. Untuk menentukan kualitas pelayanan yang telah diberikan oleh KPBC …, perlu untuk diketahui dan dianalisis khususnya pada harapan atau tingkat kepentingan konsumen terhadap kualitas pelayanan jasa dan tingkat kepuasan pasca menerima pelayanan jasa, apakah konsumen merasa puas atau kecewa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah hubungan dan apakah terdapat perbedaan antara tingkat kepentingan pengusaha pabrik rokok terhadap kualitas pelayanan jasa dengan tingkat kepuasan para pengusaha pabrik rokok terhadap kualitas pelayanan jasa di KPBC …, dan sekaligus menentukan strategi yang dapat dipakai dalam meningkatkan kepuasan pengusaha pabrik rokok terhadap kualitas pelayanan jasa di KPBC …
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2007, dilakukan di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai …, dan sampel yang diambil sebanyak 71 pengusaha pabrik rokok dengan metode random sampling.
Variabel – variabel pelayanan jasa untuk menentukan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan yang penulis gunakan adalah : (1) pemesanan dan pembelian pita cukai, (2) kemudahan perizinan NPPBKC, (3) pelayanan administratif, (4) sosialisasi peraturan, (5) kemampuan petugas, (6) keramahan petugas, (7) pembinaan, (8) penerimaan pengaduan, (9) kenyamanan fasilitas kantor, (10) kerapihan pakaian petugas.
Dengan menggunakan Skala Likert lima tingkatan, hasil analisis menunjukan bahwa : terdapat hubungan dan perbedaan yang signifikan antara tingkat kepentingan dengan tingkat kepuasan pengusaha pabrik rokok terhadap kualitas pelayanan jasa di KPBC …. Hal ini menunjukan bahwa kepuasan pengusaha pabrik rokok terhadap semua variabel – variabel pelayanan jasa belum optimal.
Strategi yang dapat dipakai dalam meningkatkan kepuasan pengusaha pabrik rokok, hendaknya KPBC … : (1) melakukan perbaikan secara terus – menerus kualitas pelayanan jasa dan menjadikan sebagai prioritas utama pada variabel sosialisasi peraturan dan penerimaan pengaduan, (2) terus mempertahankan kualitas pelayanan jasa variabel pemesanan dan pembelian pita cukai serta variabel pembinaan, (3) meningkatkan kualitas pelayanan jasa namun bukan menjadi prioritas utama yaitu variabel kemampuan petugas, keramahan petugas, dan kenyamanan fasilitas kantor, (4) dapat mempertimbangkan peningkatan kualitas pelayanan jasa, tetapi tetap harus mempertahankan kualitas pelayanan pada variabel kemudahan perizinan NPPBKC, pelayanan administratif, dan kerapihan pakaian petugas.

Januari 24, 2008 at 6:18 am Tinggalkan komentar

PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA LPP (LEMBAGA PEMBINA POSYANDU) DI KECAMATAN … KABUPATEN …

RINGKASAN
Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur stabilitas organisasi adalah kinerja . Studi penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh motivasi internal yang meliputi prestasi, pengakuan , pekerjaan itu sendiri , tanggung jawab , kesempatan untuk tumbuh ;dan motivasi eksternal yang meliputi gaji ,kondisi kerja fisik ,supervisi,hubungan dengan rekan sekerja ,keamanan dan kebijakan organisasi terhadap kinerja anggota LPP . Penelitian ini menggunakan metode survey,dengan jenis penelitian eksplanatif. Populasi penelitian ini adalah 280 anggota LPP di Kecamatan … Kabupaten …. Dengan menggunakan rumus slovin ,sample penelitian ini adalah 85 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan studi dokumen. Uji Validitas dan Reliabilitas digunakan untuk mengukur setiap item variabel penelitian data dianalissia dengan teknik regressi berganda dengan F- test dan T – test untuk menguji pengaruh variable-variabel independent terhadap variabel dependent . Tingkat signifikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 % .
Berdasarkan hasil dari analisis regresi, diperoleh bahwa (1). secara bersama-sama variabel-variabel dari motivasi internal (prestasi,pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, dan kesempatan untuk maju dan tumbuh) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja anggota LPP ( p=0,000 < 0,005 ); (2). Secara parsial, Variabel-variabel dari motivasi internal (pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, dan kesempatan untuk maju dan tumbuh) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja anggota LPP (p=0,018 < 0,05 ; p=0,000 < 0,05 ; p = 0,018 < 0,05 ; p = 0,030 0,05 ) ; ( 3 ). Secara bersama-sama , Varibel–variabel dari motivasi eksternal ( Honor, Kondisi kerja fisik, supervise, hubungan dengan rekan sekerja, keamanan, dan kebijakan organisasi ) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja anggota LPP ( p = 0,000 < 0,05 ) , ( 4). Secara parsial, varibel-variabel dari motivasi eksternal ( Honor, kondisi kerja fisik, supervise, kebijakan organisasi ) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja Anggota LPP. ( p = 0,000 < 0,05 ; p = 0,025 < 0,05 ; p = 0,004 < 0,05 ; p = 0,000 0,05 ; p = 0,083 > 0,05 ).
Berdasarkan hasil penelitian ini, variable-variabel dari motivasi eksternal mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap kinerja Anggota LPP( Adjusted R² = 0, 827) dari pada variable-variabel dari motivasi internal ( Adjusted R² = 0,367 ) .
Hasil penelitian ini mendukung Ichsan (1997), Mc Clelland dan Atkinsos ( dalam Hersey dan Blanchard, 1995), Horlick (1997), Heyes (1996). Laabs (1998), Martinus (2000), Ilham (1998).

Januari 24, 2008 at 6:17 am Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Kalender

Januari 2008
S S R K J S M
    Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Posts by Month

Posts by Category