Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Disiplin dan Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan Tenun “Rajin” Lawang

Januari 23, 2008 at 7:20 am Tinggalkan komentar

Dalam dunia usaha yang semakin berkembang pesat, persaingan antar perusahaan, terutama yang menghasilkan produk sejenis juga semakin ketat. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu melakukan upaya-upaya dalam rangka meningkatkan produksi mereka yang berkualitas dan berdaya guna tinggiPerusahaan dalam menjalankan proses produksinya tidak terlepas dari unsur tenaga kerja yang merupakan faktor utama. Penggunaan tenaga kerja secara efektif dan terarah merupakan kunci kearah peningkatan produktivitas kerja, untuk itu dibutuhkan suatu kebijaksanaan perusahaan dalam usahanya menggerakkan, mengajak dan mengarahkan tenaga kerja agar lebih produktif sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan perusahaan. Faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja adalah disiplin kerja dimana disiplin kerja berkorelasi dengan pemberian insentif baik finansial insentif dan non finansial insentif.
Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui hubungan pemberian insentif terhadap disiplin kerja dan produktivitas kerja karyawan pada Perusahaan Tenun “Rajin” Lawang, (2) untuk mengetahui faktor yang dominan terhadap produktivitas kerja karyawan pada Perusahaan Tenun “Rajin” Lawang. Oleh karena itu digunakan analisis jalur (path analysis) untuk dapat menjelaskan bentuk hubungan antara variabel tersebut, dengan menggunakan simple random sampling sebagai metode pengambilan sampelnya.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata secara langsung dari finansial insentif dan non finansial insentif terhadap disiplin kerja dan produktivitas kerja karyawan dengan total sumbangan efektif sebesar 81.64%, karena secara parsial yang berhubungan langsung dan signifikan dengan disiplin kerja hanya non finansial insentif dengan sumbangan efektif sebesar 12.29%. Selain itu, finansial insentif merupakan faktor yang dominan berpengaruh secara langsung terhadap produktivitas kerja karyawan, sebab tujuan utama pemberian finansial insentif pada umumnya adalah untuk meningkatkan prestasi kerja sehingga dapat mencapai produktivitas kerja yang optimal, dengan sumbangan efektif sebesar 65.93%. Oleh karena itu kebijakan perusahaan dalam pembagian insentif yang adil dan merata baik berupa finansial maupun non finansial kepada para karyawan perlu diperhatikan, agar dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan sehingga akan ikut meningkatkan keuntungan (profitabilitas) bagi perusahaan.

Kata kunci: Insentif, Produktivitas Kerja, Analisis Jalur

Entry filed under: Manajemen, Manajemen Agribisnis, Pertanian. Tags: .

Strategi Pengembangan Usaha Industri Tahu di Kecamatan … Kabupaten … Potensi Pengembangan Usaha Pengolahan Ubi Jalar di Kabupaten dan Kota …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Januari 2008
S S R K J S M
    Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: