“Tingkat Adopsi Petani Dalam Program Pola Kemitraan Komoditi Kapas”

Januari 23, 2008 at 5:28 am Tinggalkan komentar

Kemitraan yang terjadi antara dunia usaha pemerintah, swasta dan masyarakat merupakan pendekatan baru, fenomena baru, juga tuntutan baru dalam pembangunan, oleh karena itu akhir-akhir ini banyak sekali himbauan tentang kemitraan. Namun demikian kemitraan sebagai suatu tuntutan pembangunan baru tidaklah begitu mudah dilaksanakan, hal ini sangat tergantung pada kehendak baik atau niatan baik ketiga pelaku kerjasama (dunia usaha, pemerintah dan masyarakat).
Tingkat adopsi petani pada umumnya heterogen, banyak yang belum baik, namun ada juga yang sudah baik, jika program kemitraan yang terjalin dengan perusahaan sudah baik. tingkat adopsi pada berbagai kegiatan pertanian perlu diketahui apa masih harus diperbaiki dalam melaksanakan program kemitraan ini.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Untuk mendiskripsikan pelaksanaan program kemitraan yang dilaksanakan PT. Nusafarm Intiland corp dengan petani kapas; 2) Untuk mengetahui tingkat adopsi petani kapas dalam mengikuti program kemitraan.
Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu: Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, sedangkan penentuan sampel menggunakan purposive sampling (sampling segaja)dimana terdapat 40 petani kapas yang bermitra dengan PT. Nusafarm Intiland corp yang dijadikan responden. Untuk menjawab tujuan pertama menggunakan analisa deskripsi yaitu menggambarkan pelaksanaan program kemitraan, sedangkan untuk mengetahui tingkat adopsi petani kapas dalam program kemitraan digunakan analisis deskriptif dengan menggunakan skor.
Berdasarkan hasil penelitian pola kemitraan yang dibentuk adalah pola inti plasma dimana PT. Nusafarm Intiland Corp sebagai perusahaan inti sedangkan petani bertindak sebagai plasma dari perusahaan itu. Dalam pola ini perusahaan inti melaksanakan pembinaan melaui penyediaan sarana produksi, bimbingan teknis, sampai dengan pemasaran hasil produksi.
Adapun tingkat adopsi petani kapas dapat dilihat dari beberapa variabel – variabel seperti: persepsi yang dijabarkan melalui 6 indikator, dan dikategorikan tinggi dengan total skor 16,3 atau 90,4 %; dilihat dari segi pengetahuan yang dijabarkan dengan 6 indikator hasil yang diperoleh dengan total skor 15,8 atau 87,5% dan dikategorikan tinggi; dilihat dari segi sikap yang dijabarkan dalam 6 indikator dikategorikan tinggi,dengan perolehan skor 15,8 atau 87,6 %; dan yang terakkhir dilihat dari segi ketrampilan para petani, diperoleh skor sebesar 16,7 atau 92,8 % dan juga dikategorikan tinggi. Tingkat adopsi petani dalam program kemitraan komoditi kapas dikategorikan tinggi, yaitu diperoleh skor sebesar 63,7 atau 88,4 % petani responden menerapkan program kemitraan dalam usahatani kapasnya
Kata Kunci: Tingkat Adopsi Petani, Program Pola Kemitraan

Iklan

Entry filed under: Manajemen, Manajemen Agribisnis, Pertanian.

“Dampak Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Terhadap Konsumsi Pangan dan Non Pangan Mahasiswa Universitas … .. Analisis Margin Pemasaran dan Nilai Tambah Penyulingan Nilam di Kecamatan … Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Januari 2008
S S R K J S M
    Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: