Archive for Januari 23, 2008

Kumpulan Judul-Judul Tesis dan Skripsi

Anda butuh informasi judul-judul terbaru dari kami, yakni tesis manajemen, tesis pendidikan, tesis agribisnis, skripsi manajemen, skripsi agronomi, skripsi agribisnis, skripsi teknik informatika, skripsi teknik sipil, kunjungi kami di http://www.tesis-ilmiah.blogspot.com/

Iklan

Januari 23, 2008 at 10:58 am Tinggalkan komentar

Evaluasi Pola Kemitraan Usaha Ternak Sapi Perah (Studi pada Koperasi Kelompok Tani " Demang Sari " Kecamatan … Kabupaten ….

Dalam era reformasi, Pemerintah mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata melalui penciptaan lapangan kerja dan lapangan berusaha, antara lain dengan pemberdayaan masyarakat desa dengan menggalakkan pertanian.Sebagai konsekuensinya perusahaan pertanian diharapkan dapat meningkatkan upaya kerja samanya dengan masyarakat tani. Dengan demikian diharapkan perusahaan memberikan kontribusi untuk pembangunan dalam rangka terwujudnya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Peribahasa yang sangat tepat untuk mengartikan prinsip utama dari pola kemitraan. Kesejajaran merupakan tujuan yang ingin dicapai dari kemitraan yaitu, sebuah keadaan win-win solution, menang semuanya atau keadilan bagi semua; yang dalam hal ini petani anggota kelompok mitra dan perusahaan mitra.
Salah satu jenis perusahaan yang bermitra dengan petani dipedesaan adalah Koperasi Kelompok Tani ” Demang Sari ” Kecamatan … Kabupaten …. Koperasi ini melakukan jenis usaha sebagai pemasar out put dan penyalur input. Didalam koperasi akan terjadi interaksi antara unit usaha anggota yang melakukan kegiatan produksi dengan perusahaan koperasi yang melakukan kegiatan pemasaran. Sistem kemitraan usaha yang dijalankan antara koperasi sebagai perusahaan mitra dan peternak sebagai anggota mitra adalah merupakan perihal yang kompleks yang selalu ditemui banyak kendala dalam pelaksanaannya.
Penelitian ini dilaksanakan pada Koperasi Kelompok Tani ” Demang Sari ” Kecamatan … Kabupaten … dengan mengambil sample sebanyak 68 Orang peternak sapi perah secara stratified random sampling dan menggunakan data skunder dari pihak koperasi. Data yang diperoleh dianalisa dengan perhitungan akuntansi serta diuraikan secara deskriptif.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dijalankan antara koperasi dengan peternak menguntungkan dari segi financial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa besarnya keuntungan yang diperoleh peternak pada pemeliharaan 3 ekor ternak sapi perah laktasi adalah
Rp. 6.545.092 ,-/ tahun atau Rp. 545.424 ,-./ bulan dengan R/C 1,50. Pada pemeliharaan 1 ekor ternak sapi perah laktasi, besarnya penerimaan keuntungan yang diterima oleh peternak adalah sebesar Rp. 1.838.364 ,-/ tahun atau sebesar Rp. 153.197 ,-/ bulan dengan R/C 1,40. Share profit yang diterima peternak modal kredit dari penjualan susu murni sebesar 26,37 %, share profit yang diterima koperasi adalah sebesar 28,50 % dan share biaya sebesar 45,13 %.
Pada kenyataannya kemitraan yang dijalankan adalah merupakan perwujudan cita-cita untuk melaksanakan system perekonomian gotong royong, hal ini tercermin dari pelayanan koperasi sebagai mitra dalam penyediaan modal, pakan, peralatan serta kebutuhan lainnya secara kredit, dan kesediaan koperasi mensubsidi pakan konsentrat serta memasarkan produk susu yang dihasilkan peternak. Namun kerjasama yang dijalankan pada pemasaran susu segar tidak transparan, hal ini terbukti bahwa dalam hal penentuan harga susu yang dilakukan sepihak oleh koperasi. Penentuan harga susu berdasarkan kualitas susu akan membuka peluang kepada pihak koperasi untuk mempermainkan harga dan akan mempengaruhi pendapatan peternak sehingga keadilan dalam pembagian keuntungan yang diharapkan dari pola kemitraan tidak berjalan sebagai mana semestinya.
Koperasi sebaiknya tidak merupakan profit center sendiri karena keuntungan itu diperoleh dari hasil usaha anggota serta bersifat sebagai pelayan anggota kelompok mitra dengan menggalakkan pemasaran susu untuk mendapatkan harga terbaik bagi anggota kelompok mitra.

Januari 23, 2008 at 7:52 am Tinggalkan komentar

Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Berbelanja Di Pasar Sayur … Kabupaten …

Penelitian ini bertujuan untuk : a). mengetahui pengaruh variabel produk, harga, distribusi, motivasi dan presepsi mempunyai hubungan yang nyata dengan keputusan pelanggan berbelanja di pasar sayur … Kabupaten …, b). mengetahui apakah variabel produk harga, distribusi, motivasi dan persepsi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pelanggan berbelanja di pasar sayur … Kabupaten …Hipotesis penelitian adalah : a). Diduga variabel produk, harga, distribusi, motivasi dan presepsi mempunyai hubungan yang nyata dengan keputusan berbelanja di pasar sayur … Kabupaten …, b). diduga variabel produk harga, distribusi, motivasi dan presepsi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan berbelanja di pasar sayur … Kabupaten …
Data primer dan sekunder dikumpulkan dengan kuisener dan wawancara dari Dinas / Instansi dan 90 responden konsumen atau pelanggan di pasar sayur … Kabupaten …. Variabel penelitian ini terdapat 6 (enam) variabel yang diduga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pelanggan untuk berbelanja di pasar sayur ….

Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, maka dapat disimpulkan : 1). Ada hubungan yang nyata antara variabel produk harga, distribusi, motivasi dan persepsi dengan variabel keputusan berbelanja di pasar sayur … Kabupaten … dan 2). Variabel produk, harga, distribusi, motivasi dan persepsi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan berbelanja di pasar sayur … Kabupaten ….

Januari 23, 2008 at 7:49 am Tinggalkan komentar

Evaluasi Kebijakan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (GN RHL) DI Kabupaten ..

Penelitian ini bertujuan: 1)untuk mengetahui apa saja upaya-upaya pemberdayaan masyarakat yang ada dalam implementasi Kebijakan (GN RHL) di Kabupaten …; 2) untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung danpenghambat dalam implementasi nyaTeknik analisis data yang digunakan adalah analisa diskriptif kualitatif model interaktif (Miles dan Huberman, 1992) dimana didalamnya terdapat empat komponen analisis, yaitu pengumpulan, reduksi, penyajian data , dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya-upaya pemberdayaan yang ada dalam kebijakan tersebut adalah; 1) Pemberdayaan ekonomi melalui peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani yang diperoleh dari upaya pembuatan hutan rakyat ditanah sendiri tetapi dibiayai oleh program/pemerintah; 2) Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan melalui sosialisasi program, pelatihan serta pendampingan yang dilakukan secara intensif dilapangan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat yang ditunjuk dan oleh petugas dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten … selama proyek berjalan.
Sedangkan faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam implementasi kebijakan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan di wilayah Kabupaten … mencakup: 1) Faktor pendukung terdiri dari: Faktor sumberdaya manusia (SDM), faktor sumberdaya keuangan/dana, struktur birokrasi, faktor komunikasi, danfaktor disposisi; 2)Faktor penghambat terdiri dari: Faktor sumberdaya waktu, dan faktor sumberdaya alam

Januari 23, 2008 at 7:49 am Tinggalkan komentar

Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Kecil Gula Merah Di Desa … Kecamatan … Kabupaten …

Tujuan penelitian ini adalah : 1). Menganalisis apakah variabel-variabel modal usaha, tenaga kerja, pengalaman dan curahan jam kerja mempunyai hubungan (korelasi) secara nyata (signifikan) terhadap keberhasilan industri kecil gula merah di Desa … Kecamatan …Kabupaten …,2). Menganalisis apakah variabel-variabel jumlah modal, tenaga kerja, pengalaman dan curahan jam kerja secara bersama-sama berpengaruh nyata (signifikan) terhadap keberhasilan industri kecil gula merah di Desa … Kecamatan …Kabupaten ….
Variabel dalam penelitian ini diklasifikasikan ke dalam variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas terdiri dari modal usaha (X1), tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4). Variabel terikat adalah keberhasilan industri kecil gula merah yang diukur dengan tingkat keuntungan per musim giling (Y).
Berdasarkan uji statistika nilai konstanta dan nilai koefisien regresi variabel modal usaha (X1) berpengaruh sangat nyata terhadap variabel Y (nilai Sig. = ,000 lebih kecil dari 0,01), sedangkan nilai koefisien regresi variabel tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) berpengaruh nyata terhadap keberhasilan atau tingkat keuntungan industri kecil gula merah (Y). Nilai R Square atau koefisien determinasi = .984 atau 98,4 % (lampiran 5) ini berarti 98,4 % keberhasilan atau tingkat keuntungan industri gula merah (Y) dipengaruhi oleh variabel modal usaha (X1), tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) sedangkan 1,6 % dipengaruhi oleh variabel yang lain.
Dari hasil penelitian dan analisis data, maka dapat disimpulkan : 1). Variabel modal usaha (X1), tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) mempunyai hubungan kuat yang sangat nyata dengan variabel keberhasilan atau tingkat keuntungan industri kecil gula merah (Y); 2). Variabel modal usaha (X1), tenaga kerja (X2), pengalaman (X3), dan curahan jam kerja (X4) secara bersama-sama berpengaruh sangat nyata terhadap variabel keberhasilan atau tingkat keuntungan industri kecil gula merah (Y).

Januari 23, 2008 at 7:48 am Tinggalkan komentar

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curahan jam Kerja Rumah Tangga Petani di Sektor Informal ( Studi Kasus di Desa … Kecamatan … Kabupaten ..

Peranan sektor pertanian bagi kehidupan masyarakat di pedesaan sangat ditentukan oleh luas lahan pertanian merupakan faktor produksi utama dalam menyerap tenaga kerja dan sumber pendapatan petani, sehingga tinggi rendahnya penggunaan tenaga kerja dan pendapatan petani antara lain akan ditentukan oleh luas lahan pertanian yang digarap.Bekerja tidak penuh dalam usaha tani sulit untuk dihindari walaupun lahan pertanian cukup luas, hal ini dikarenakan sifat usaha tani musiman yang selalu ada waktu luang untuk menunggu pekerjaan berikutnya. Namun pada usaha tani lahan sempit, terjadinya bekerja tidak penuh bukan saja karena menunggu pekerjaan yang diakibatkan oleh sifat musiman usaha tani, melainkan juga karena pengaruh luas lahan garapan. Usaha tani yang dengan lahan sempit, akan membatasi petani mencurahkan jam kerja dan memperoleh pendapatan.
Permasalahan yang dihadapi oleh rumah tangga petani di pedesaan dengan usaha tani lahan sempit ini perlu diatasi dengan mencari alternatif kesempatan kerja lain yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan tanpa meninggalkan usaha tani, misalnya pekerjaan di sektor informal. Alternatif ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di pedesaan, terutama di pedesaan yang memiliki lahan garapan sempit.
Kajian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal dipandang penting, terutama untuk memperoleh gambaran mengenai besarnya peranan usaha di sektor informal dalam menyerap jam kerja dan meningkatkan pendapatan, yang dapat menjadi informasi bagi masyarakat pedesaan khususnya desa penelitian baik saat ini maupun masa yang akan datang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal; 2) Besarnya kontribusi pendapatan yang diperoleh di sektor informal terhadap total pendapatan keluarga petani.
Dengan mempelajari Variabel-variabel yangmempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal, diharapkan dapat membantu pemecahan masalah tentang bagaimana mendorong sektor informal agarmenjadi kegiatan yang intensif, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan rumag tangga.
Dengan melakukan kegiatan disektor informal, akan meningkatkan jam kerja dan pendapatan keluarga petani, sehingga dapat terlepas dari bekerja tidak penuh serta memperoleh pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Penelitian ini di lakukan di desa … kecamatan … Kabupaten …. Penentuan lokasi penelitian ini di dasarkan dengan cara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan, bahwa sebagian besar penduduk desa ini mempunyai pekerjaan pokok sebagai petani, merupakan daerah yang sebagian besar lahan pertaniannya lahan persawahan, selain bekerja sebagai petani penduduk desa … juga banyak bekerja sampingan karena di desa ini terdapat beberapa industri rumah tangga dan usaha informal lainnya.
Curahan jam kerja anggota rumah tangga petani selama periode analisis rata-rata berjumlah 1106,36 jam yang terdiri dari 433,4 jam di usahatani dan 672,96 jam di sektor informal. Banyaknya curahan jam kerja rumah tangga di sektor informal, karena banyak anggota keluarga yang terlibat pada berbagai kegiatan informal dibandingkan dengan kegiatan usahatani.
Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa banyak variabel umur kepala keluarga saja yang tidak berpengaruh nyata terhadap curahan jam kerja rumah tangga, karena sebagian besar umur responden di bawah 50 tahun (77,36%) sedangkan empat variabel lainnya signifikan mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani yaitu pendidikan kepala keluarga, luas lahan, jumlah anggota rumah tangga dan pendapatan di usahatani.
Total pendapatan rumah tangga petani selama periode analisis rata-rata Rp. 1.046.718,- yang terdiri dari pendapatan rumah tangga di sektor informal rata-rata Rp. 343.110,- (32,78%) dan pendapatan rumah tangga di usahatani rata-rata Rp. 703.608,- (67,22). Namun bila dilihatdari keadaan saat ini secara riel pendapatan dari usahatani yang diterima hanya sebesar Rp. 175.902,- per bulan.
Dengan demikian dapat di katakan bahwa peran dari pendapatan yang diperoleh dari kegiatan di sektor informal terdapat pendapatan rumah tangga petani adalah penting dan bukan lagi sebagai pendapatan tambahan, namun justru sebagai sumber pendapatan yang cukup besar, terutama bagi rumah tangga yang memiliki lahan sempit.

Januari 23, 2008 at 7:48 am Tinggalkan komentar

Strategi Pengelolaan Hutan Dengan Paradigma Community Based Forest Management (CBFM) Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Sekitar Hutan di

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan LMDH dan strategi yang diterapkan dalam mengelola hutan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat desa sekitar hutan.Penelitian dilaksanakan di LMDH …, Desa …, Kecamatan …, Kabupaten …. Metode yang digunakan metode deskriptif dan survey serta menggunakan analisa data secara deskriptif kualitatif dengan analisa SWOT (Strenght, Weaknesses, Opportunities, Threats) .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan LMDH sangat berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan masyarakat desa hutan dengan menerapkan strategi pengelolaan hutan yaitu (1) managemen sumberdaya hutan melalui kegiatan pengamanan hutan, penanaman dan pemanenan, pengelolaan areal produksi benih, pembuatan persemaian ; (2) konservasi sumberdaya hutan melalui kegiatan pengelolaan kawasan lindung, agroforestry / social forestry (wanafarma, wanatani), pengelolaan wana wisata. Hasil matrik IFAS dan EFAS menunjukkan skor nilai faktor kekuatan lebih baik dari pada kelemahan (1,72 > 0,80), dan skor nilai faktor peluang lebih baik dari pada ancaman (1,95 > 0,75). Analisa SWOT menunjukkan bahwa strategi SO (Strenght-Opportunities) memiliki nilai skor tertinggi (3,67) dibandingkan dengan strategi WO (2,75), strategi ST (2,47) dan strategi WT (1,52) yaitu menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal.

Januari 23, 2008 at 7:48 am Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Kalender

Januari 2008
S S R K J S M
    Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Posts by Month

Posts by Category