Posts filed under ‘Teknik Mesin’

Contoh Skripsi Teknik Mesin

  1. Perbedaan KonsumsiBahan Bakar Dan TeganganOutput Cdi Pada Mesin Honda Gl Pro AntaraYang Menggunakan Cdi StandarGl Pro Dengan Cdi Suzuki Shogun




Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

April 25, 2012 at 2:24 pm Tinggalkan komentar

Perbedaan Konsumsi Bahan Bakar Dan Tegangan Output Cdi Pada Mesin Honda Gl Pro Antara Yang Menggunakan Cdi Standar Gl Pro Dengan Cdi Suzuki (TM-4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pembakaran dalam ruang bakar motor adalah hal yang sangat menentukan besarnya tenaga yang dihasilkan motor tersebut. Campuran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar akan dinyalakan oleh nyala api busi yang kemudian menghasilkan tenaga. Pembakaran ini menyebabkan naiknya tekanan di dalam silinder dan memungkinkan terjadinya gerakan torak. Pembakaran dalam ruang bakar motor merupakan reaksi kimia antara unsur yang terkandung di dalam bahan bakar dengan udara atau oksigen, yang diikuti oleh timbulnya panas. Panas yang dilepaskan selama proses pembakaran inilah yang digunakan oleh motor untuk menghasilkan tenaga.

Pembakaran di dalam silinder belum tentu terjadi sempurna, ada 2 macam pembakaran yang mungkin terjadi di dalam silinder, yaitu pembakaran normal (sempurna), pembakaran sendiri (tidak sempurna). Waktu pengapian dan besarnya api pada busi yang membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar motor harus sesuai dengan spesifikasi mesin. Apabila kurang tepat dapat menyebabkan campuran bahan bakar dan udara tidak dapat terbakar dengan sempurna sehingga bahan bakar menjadi lebih boros, berwarna kehitaman dan berbau bensin.

Komponen dari sistem pengapian (ignition system) terdiri dari busi, koil,
magnet dan pemutus arus (platina dan CDI). Salah satu sistem pengapian pada
sepeda motor adalah sistem pengapian magnet dengan CDI (capasitor ignition system).
Setiap sistem pengapian CDI diharapkan mampu menghasilkan api tepat pada saat diperlukan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara, sehingga campuran bahan bakar tersebut dapat terbakar dengan sempurna. Sistem pengapian CDI juga dapat menyesuaikan dengan perubahan beban dan perubahan kecepatan yang terjadi pada kendaraan pada saat mesin bekerja.

Sistem pengapian dari sepeda motor Honda GL PRO dan Suzuki Shogun mempunyai kesamaan. Dari survey yang dilakukan pada pengguna sepeda motor Honda GL PRO, khususnya anak-anak muda, kebanyakan dari mereka mengganti CDI Honda GL PRO dengan CDI milik Suzuki Shogun yang dianggap api dari sistem pengapian Suzuki Shogun lebih baik.

Berdasarkan survey awal dari pemakai sepeda motor Honda GL PRO yang menganti unit CDI-nya dengan unit CDI Suzuki Shogun di mana belum diketahui secara pasti gejala apa yang akan terjadi, maka peneliti mengambil penelitian dengan judul “Perbedaan Konsumsi Bahan Bakar dan Tegangan Output CDI Pada Mesin Honda GL PRO antara yang Menggunakan CDI Standar Gl PRO dengan CDI Suzuki Shogun”.

Untuk mendapatkan koleksi Judul Tesis Lengkap dan Skripsi Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik download

Atau klik disini

April 5, 2011 at 8:36 am Tinggalkan komentar

PENGARUH TEKANAN TERHADAP KECEPATAN MEMINDAH MATERIAL ACTUATOR MOTOR PNEUMATIK 90 (TM-03)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi khususnya dalam bidang industri dewasa ini semakin meningkat. Peningkatan teknologi mendorong manusia untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada. Fakta telah membuktikan bahwa dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, orang-orang mulai berlomba-lomba untuk bisa mengemudikan dunia supaya dapat menambah kesejahteraan pada taraf kehidupan manusia. Sekarang ini telah banyak peralatan-peralatan industri yang sudah dilengkapi dengan peralatan yang serba otomatis baik itu peralatan yang bekerja dengan sistem mekanis, elektronis, hidrolis maupun secara pneumatis.

Teknologi pneumatik perlu terus menerus dikuasai agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan industri. Pneumatik berperan penting dalam berbagai proses produksi, misalnya untuk melakukan gerakan mekanik yang selama ini dikerjakan dengan tenaga manusia seperti menggeser, mendorong, mengangkat, menekan, dan lain sebagainya. Gerakan mekanik yang dikerjakan dengan tenaga manusia dapat digantikan oleh komponen- komponen pneumatik, motor pneumatik, robot pneumatik dan lain-lain. Pneumatik juga banyak digunakan dalam bidang produksi terutama pada proses perakitan (manufacturing), elektronika, obat-obatan, makanan, dan lain-lain.

Sistem pneumatik mempunyai peralatan yang sangat sederhana. Hal ini disebabkan karena sistem pneumatik pemindahan energinya menggunakan fluida (udara) sehingga energi itu mudah didapatkan dan mudah pula membuangnya dimana saja tanpa merusak lingkungan sekitar. Sistem kontrol pneumatik mempunyai banyak keunggulan antara lain: mudah diperoleh, bersih dari kotoran dan zat kimia yang merusak, mudah didistribusikan melalui saluran (selang) yang kecil, aman dari bahaya, ledakan dan hubungan singkat, dapat dibebani lebih, tidak peka terhadap perubahan suhu dan lain sebagainya.
Keunggulan sistem pneumatik dimanfaatkan oleh manusia dalam meningkatkan produktivitas. Hal ini diharapkan dapat membantu pekerjaan manusia dalam menjalankan berbagai proses produksi yang ada di industri.
Pada sistem pneumatik elemen-elemen yang ada seperti silinder pneumatik dapat diterapkan pada mesin pemindah barang dengan sistem kontrol elektropneumatik. Dari beberapa pertimbangan di atas maka penulis memilih judul“ Pengaruh Tekanan Terhadap Kecepatan Memindah Material Aktuator Motor Pneumatik 900”

B. Pembatasan Masalah

Penelitian tentang pneumatik pemindah material dengan sistem kontrol elektropneumatik dalam memindahkan material dari satu tempat ke tempat yang lain ini dilakukan dengan mengatur tekanan udara pada Filter Regulator Lubrication (FRL) yang selanjutnya masuk ke dalam rangkaian pneumatik dari tekanan 2,5 kgf/cm2 sampai 5,5 kgf/cm2 dengan selisih pengaturan tekanan 0,5 kgf/cm2. Putaran cekik yang digunakan adalah 1800 atau ½ putaran. Panjang lengan dari titik pusat rotary actuator atau aktuator motor
pneumatik sampai dengan titik pusat pada silinder kerja ganda sebesar 40 cm dengan mengabaikan faktor gesekan dan getaran yang dapat mempengaruhi gerakan masing-masing komponen. Material yang dipindahkan mempunyai beban 0,33 kg dalam bentuk minuman kaleng. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah faktor tekanan berpengaruh terhadap kecepatan aktuator motor pneumatik 900 dalam memindah material dengan beban
tertentu.

C. Permasalahan

Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah ada pengaruh tekanan terhadap kecepatan pada aktuator motor pneumatik 900 dalam memindah material ?
2. Seberapa besar pengaruh tekanan terhadap kecepatan memindah material aktuator motor pneumatik 900 ?

D. Penegasan Istilah

Ada beberapa istilah dalam judul di atas yang sekiranya perlu dijelaskan lebih lanjut, yaitu:

1. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda dan sebagainya) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002: 849)
2. Tekanan adalah besarnya gaya yang bekerja pada tiap satuan luas penampang (Sardjito, 2000: 36).
3. Kecepatan merupakan vektor yang berhubungan dengan waktu yang diperlukan untuk perpindahan sesuatu benda.
4. Memindah adalah perbuatan yang mengakibatkan sesuatu beralih atau bertukar tempat.
5. Aktuator motor pneumatik (Rotary Actuator) 900 adalah suatu alat

pneumatik yang cara kerjanya berdasarkan silinder penggerak ganda, yang batang toraknya mempunyai profil gigi sehingga gerakan linier diubah menjadi gerakan putar searah atau berlawanan arah jarum jam sebesar 900.

E. Tujuan

Penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk:

1. Mengetahui apakah ada pengaruh tekanan terhadap kecepatan memindah material akuator motor pneumatik 900.
2. Mengetahui seberapa besar pengaruh tekanan terhadap kecepatan memindah material aktuator motor pneumatik 900.

F. Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini oleh peneliti adalah sebagai berikut:
1. Memberikan sumbangan pemikiran dan kreativitas dalam bidang teknologi khususnya dalam bidang pneumatik untuk kemajuan lembaga.
2. Sebagai bahan referensi bagi penelitian sejenis atau penelitian pengembangan lebih maju lagi dimasa mendatang.
3. Menambah pengetahuan dan keahlian praktis bagi peneliti tentang pneumatik khususnya tentang pengaruh tekanan terhadap kecepatan memindah material aktuator motor pneumatik 90

Untuk mendapatkan versi MS-WORD silahkan klik download

Untuk mendapatkan koleksi Judul Tesis Lengkap dan Skripsi Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik download

Atau klik disini

Juli 19, 2010 at 2:50 am Tinggalkan komentar

ANALISA PENGARUH WAKTU TAHAN TERHADAP BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODE PACK CARBURISING (TM-02)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Pendahuluan
Semakin meningkatnya perkembangan hidup manusia maka jamanpun ikut berkembang dengan pesat. Karena perkembangan manusia bertambah maju maka bidang teknologipun ikut berkembang sangat pesat dengan harapan segala kebutuhan manusia dapat terpenuhi dengan baik.

Jika diperhatikan, segala kebutuhan manusia tidak lepas dari unsur logam. Kerena hampir semua alat yang digunakan manusia terbuat dari unsur logam. Sehingga logam mempunyai peranan aktif dalam kehidupan manusia dan menunjang teknologi dijaman sekarang. Oleh karena itu timbul usaha – usaha manusia untuk memperbaiki sifat – sifat dari logam tersebut. Yaitu dengan merubah sifat mekanis dan sifat fisiknya.

Adapun sifat mekanis dari logam antara lain : kekerasan, kekuatan, keuletan, kelelahan dan lain – lain. Sedangkan dari sifat fisiknya yaitu dimensi, konduktivitas listrik, struktur mikro, densitas, dan lain – lain.
Karena banyaknya permintaan yang bermacam – macam maka diadakan pemilihan bahan. Pemilihan bahan tersebut dapat dipersempit sesuai dengan kegunaannya. Seperti misalnya pada baja karbon. Baja karbon mendapat prioritas yang utama untuk dipertimbangkan. Karena baja karbon mudah diperoleh, mudah dibentuk atau sifat permesinannya baik dan harganya relatif murah. Karena baja karbon mendapat prioritas utama maka dituntut untuk memodifikasi atau memperbaiki sifatnya seperti kekerasan, kekerasan pada permukaan, tahan aus akibat gesekan. Karena hal tesebut maka perlu diadakan proses perlakuan panas guna menambah kekerasan dari bahan tersebut.

Perlakuan panas adalah suatu perlakuan (treatment) yang diterapkan pada logam agar diperoleh sifat – sifat yang diiginkan. Dengan cara pemanasan dan pendinginan dengan kecepatan tertentu yang dilakukan terhadap logam dalam keadaan fase padat sebagai upaya untuk memperoleh sifat – sifat tertentu dari logam.

Salah satu cara adalah dengan menggunakan proses karburasi yaitu dengan mengeraskan permukaannya saja. Karburasi adalah salah satu proses perlakuan panas untuk mendapatkan kulit yang lebih keras dari sebelumnya.
Dan berdasarkan hal – hal tersebut diatas maka penulis mencoba untuk mengadakan suatu penelitian dengan judul :

“ ANALISA PENGARUH WAKTU TAHAN TERHADAP BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODE PACK CARBURIZING “

1.2. Rumusan Masalah
Adapun alasan bidang ini disesuaikan dengan kebutuhan pada bidang industri yang semakin modern, dalam hal ini adalah pengembangan sifat – sifat dari logam. Yang mana mempunyai kekerasan yang baik tapi juga ulet. Dimana aplikasinya digunakan pada alat – alat potong, alat – alat pahat, roda gigi atau kontruksi mesin yang sering mengalami kontak antara bahan satu dengan bahan lainnya.
Dengan proses perlakuan panas dengan metode karburasi diharapkan dapat memperpanjang umur pemakainanya tetapi masih memiliki sifat keuletan pada bagian dalamnya.

Untuk mendapatkan koleksi Judul Tesis Lengkap dan Skripsi Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik download

Atau klik disini


Mei 14, 2009 at 1:26 pm Tinggalkan komentar

PERANCANGAN ULANG MESIN AC SPLIT KAPASITAS 2 PK (TM-01)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Dewasa ini penggunaan AC semakin luas dari rumah tinggal, perkantoran, hotel, mobil, rumah sakit, dan industri. Pemakaian AC bervariasi dari kapasitas kecil, sedang dan besar.

Terkait dengan hukum termodinamika dua muncul istilah refrigerasi dan pengkondisian udara. Bidang refrigerasi dan pengkondisian udara adalah saling berkaitan, tetapi masing-masing mempunyai ruang lingkup yang berbeda. Pengkondisian udara berupa pengaturan suhu, pengaturan kelembaban dan kualitas udara. Sedangkan refrigerasi digunakan untuk kebutuhan proses tertentu seperti pendinginan untuk rumah tangga, keperluan umum, dan industri antara lain meliputi : cold storage, ice scating rinks, desalting, pemrosesan makan dan minuman, industri kimia, industri manufaktur. Pengkondisian udara dan refrigerasi juga mempunyai ruang lingkup yang sama yakni dalam hal pendinginan dan pengurangan kelembaban (Stoecker, 1996).
Aplikasi pengkondisian udara dimanfaatkan untuk kenyamanan manusia, misalnya : AC spilt, window tipe, AC sentral (water chiling plant), rooftop unit. Sedangkan untuk industrial proses, misalnya : spray washer, ruangan pabrik komponen presisi, indusri percetakan, produk fotografis.
Tujuan penggunaan AC bagi tempat tinggal adalah untuk kenyamanan sehingga dapat mencapai temperatur dan kelembaban yang sesuai dengan yang dipersyaratkan, sehingga orang yang berada dalam ruangan merasa nyaman. Kondisi rancangan dalam ruangan (DBT dan RH), AC kenyamanan memiliki 68 s/d 70 oF dan DBT 45 s/d 55 % RH. Dengan kecepatan semburan udara 0,25 m/dt maka distribusi udara dapat terpenuhi dan tercukupinya.
Mengingat perkembangan AC untuk kebutuhan rumah tinggal meningkat, perlu dilakukan perancangan mesin AC untuk rumah tinggal. Sifat perancangan pada tugas akhir ini adalah perancangan ulang dimana dari mesin yang ada dicoba dihitung ulang dengan kaidah-kaidah perancangan yang standar.

1.2 Batasan masalah
Spesifikasi mesin AC yang dirancang ulang :
 Merk AC : Uchida.
 Power source : 220 V ; 50 Hz.
 Cooling capacity : 16500 Btu/h = 4,835 kJ/s.
 Input : 1550 W.
 Running Ampere : 7,3 A.
 Refrigerant : R22 ; 1,15 Kg.

Perancangan ulang dibatasi pada :
Pemilihan kompresor, penentuan dimensi kondensor, pipa kapiler, evaporator, R-22 sebagai refrigeran dan beban pendinginan sebesar 19000 Btu/hr.

1.3 Tujuan perancangan ulang
Tujuan perancangan ulang :
1) Mendapatkan hasil perancangan ulang mesin AC Split 2 PK
2) Membandingkan spesifikasi mesin pendingin pada data eksisting dengan hasil perancangan ulang.

1.4 Manfaat perancangan ulang
Manfaat perancangan ulang pada sistem pendingin adalah sebagai berikut:
1) Mahasiswa mampu mengevaluasi spesifikasi komponen-komponen mesin AC yang ada pada instalasi sistem pendingin untuk keperluan rumah tinggal.
2) Menambah khasanah perancangan mesin AC khususnya untuk aplikasi rumah tinggal.

Untuk mendapatkan koleksi Judul Tesis Lengkap dan Skripsi Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik download

Atau klik disini

April 6, 2009 at 2:20 am Tinggalkan komentar


Kalender

Desember 2014
S S R K J S M
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Posts by Month

Posts by Category


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.