Posts filed under ‘Pertanian’

Strategi Pengembangan Agribisnis Benih Padi Berlabel Di Kabupaten …

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan external dalam pengembangan Agribisnis Benih Padi Berlabel di Kabupaten …. 2) Menganalisa strategi pengembangan Agribisnis Benih Padi Berlabel di Kabupaten ….Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara stratified random sampling. Teknik pengambilan data yaitu dengan angket, wawancara, survei dan dokumenter. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pengembangan agribisnis benih padi berlabel khususnya di kabupaten … cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pengembangan produk dan pengembangan informasi pasar dan jaringan kerja serta pembanguna sarana dan prasarana yang digunakan dalam mengembangkan agribisnis dan mencapai target kelompok petani. 2) Strategi yang perlu dilakukan dalam pengembangan agribisnis benih padi berlabel di Kabupaten … adalah melakukan suatu aksi untuk meningkatan sumber daya manusia serta mengembangkan jalur pemasaran guna tercapainya target kelompok petani, serta meningkatkan modal kerja para pengrajin

Januari 23, 2008 at 7:37 am 1 komentar

“Analisis Usahatani Padi Pada Saluran Pemasaran Yang Melalui KUD dan Non KUD” (Studi Kasus di Desa …, Kecamatan …, Kabupaten …)”

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi usahatani padi dari petani yang menjual melalui KUD dan non KUD, untuk, untuk mengetahui berapa persentase petani menjual gabah melalui KUD dan non KUD, untuk mengetahui saluran pemasaran gabah petani dan untuk mengetahui alasan petani menjual gabah melalui KUD dan non KUD.Penelitian dilakukan di Desa …, Kecamatan …, Kabupaten … yang dilakukan secara sengaja (purposive) atas dasar pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu daerah yang mempunyai koperasi (KUD) yang masih aktif di Kabupaten …. Data berupa data primer dan sekunder. Saluran pemasaran menggunakan metode “Snow Ball Sampling”, sehingga didapatkan sampel sebanyak 41 orang.
Metode analisa data yang akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan:
1)Analisa Biaya
2. Analisis Efisiensi usahatani
3.Analisis Pengujian Hipotesis

Januari 23, 2008 at 7:36 am Tinggalkan komentar

Strategi Pengembangan Tanaman Mindi (Melia azederach L) Dengan Pola Agribisnis Hutan Rakyat (Studi di Kecamatan … Kabupaten …)

Tanaman Mindi (Melia azedarach L) yang tumbuh liar di lahan tegal dan pekarangan, dan ada yang sengaja ditanam tetapi tidak dipelihara secara intensif, banyak dijumpai di wilayah kecamatan …, kabupaten ..Dengan mengkaji beberapa keunggulan dari tanaman Mindi ini, kiranya dapat dikembangkan sebagai komoditas tanaman kayu-kayuan yang cukup memadai untuk menambah pendapatan petani lahan kering.
Permintaan kayu Mindi sebagai bahan baku industri akhir-akhir ini semakin meningkat, sehingga makin menarik pelaku pasar untuk menjadikan kayu Mindi sebagai komoditas yang perlu diperhitungkan. Menurut data Peredaran Hasil Hutan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten …, selama tahun 2002 mencapai jumlah 666,311 m3 kayu Mindi telah dikirim dari Kabupaten … ke luar daerah antara lain ke Kabupaten Jepara, Sukoharjo dan Klaten. Dari jumlah tersebut seluruhnya dalam bentuk kayu bulat (logs) dan berasal dari kecamatan …. Tantangan bagi pelaku pasar kayu Mindi yaitu ketersediaan kayu Mindi secara kontinyu, mengingat budidaya tanaman Mindi belum dilakukan secara intensif oleh masyarakat. Di lain pihak instansi terkait (Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Perhutani, dll) belum juga melakukan pembinaan atau penanaman secara intensif.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan serta kekuatan dan kelemahan dalam pengembangan budidaya tanaman Mindi dengan pola Agribisnis Hutan Rakyat. Selain itu untuk menentukan langkah-langkah yang tepat dalam pengembangan budidaya tanaman Mindi untuk mencukupi kebutuhan bahan baku industri pengolahan kayu dengan mempertimbangkan aspek kelestarian sumberdaya alam.

Januari 23, 2008 at 7:36 am Tinggalkan komentar

Analisis Kelayakan Dan Sensitivitas Usaha Tani Komoditas Manggis,

Sejalan dengan diterapkan sistem otonomi daerah yang kebijaksanaannya ada dalam tingkat Kabupaten masing-masing, maka setiap daerah harus mampu menciptakan dan menemukan komoditas yang layak untuk diusahakan dan memberi keuntungan yang besar baik untuk petani sendiri maupun pemasukan untuk uang daerahPada intinya pewilayahan komoditi pertanian membatasi upaya pengembangan suatu komoditi pertanian, pada wilayah yang memiliki kelayakan agro-ekologis, kelayakan agro-ekonomi, kelayakan agro-sosial, kelayakan agro-teknologi serta ekstabilitas wilayah yang memadai.
Manggis merupakan salah satu tanaman buah tropis yang banyak digemari oleh masyarakat umum. upaya yang dilakukan untuk pemberdayaan sektor pertanian yang mandiri, khususnya komoditas manggis melalui pemantapan peningkatan produksi dan pengembangan komoditas menjadi besar. Selain itu usaha tani manggis diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar baik pasar di dalam negeri maupun diluar negeri, disamping itu juga meningkatkan pendapatan petani manggis itu sendiri. Tujuan dari penelitiaan ini adalah Menganalisis biaya, penerimaan, kelayakan dan sensitivitas komoditas manggis.
Alat analisis yang digunakan dalam peneletian ini adalah analisa biaya dan penerimaan, analisa evaluasi proyek(NPV, IRR, Net B/C), Sensitivitas. Analisis NPV, IRR, dan Net B/C merupakan tiga alat analisis yang menunjukkan kelayakan usaha, analisis sensitivitas untuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan dan perbaikaan usaha tani manggis di masa depan sebagai dampak dari perubahan-perubahan variable seperti biaya dan penerimaan.
Dari hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan usaha tani manggis selama 28 tahun seluas 1 ha diperoleh total penerimaan sebesar Rp 538.407.000, biaya total yang dikeluarkan, sebesar Rp 63.650.720, keuntungannya sebesar Rp 474.450.440. Dilihat dari hasil analisis evaluasi proyek, usaha tani manggis di kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang layak untuk diusahakan, ditunjukkan hasil perhitungan NPV = Rp 7.169.709, Net B/C =1,619 dan IRR =18,4% yang menunjukkan nilai lebih dari satu satuan yang merupakan kriteria penentuan keputusan. Dari hasil analisa sensitivitas atas biaya diperoleh 51,68% dan atas produksi 10% diperoleh nilai sensitivitas 34,07%, diantara dua variabel tersebut yang paling sensitif yaitu pada perubahan produksi, mengingat usaha tani manggis ini tidak mendapat pemeliharaan yang intensif, sehingga masa yang akan datang perlua adanya pemeliharaan yang intensif untuk meningkatkan produksi yang menyebabkan peningkatan penerimaan secara maksimal.

Januari 23, 2008 at 7:35 am Tinggalkan komentar

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Biaya Jasa Telekomunikasi Pada Kerajinan Kayu Jati …

Kerajinan kayu jati ini mempunyai nilai ekonomis dan nilai guna. Di samping itu, globalisasi dan perdagangan bebas yang didukung kemajuan teknologi komunikasi telah memperluas ruang gerak aliran transaksi barang dan atau jasa tanpa mengenal jarak serta melintasi batas-batas wilayah suatu kota, bahkan negaraTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran biaya jasa telekomunikasi pada kerajinan kayu jati … dan untuk mengetahui dampak pengeluaran biaya jasa telekomunikasi terhadap pendapatan pada kerajinan kayu jati …
Penelitian dilaksanakan di Desa Batokan Kecamatan Kasiman Kabupaten … dengan jumlah responden sebanyak 32 pengrajin kayu jati dari 125 populasi dengan menggunakan sampel acak. Hipotesis diduga dengan pengeluaran biaya jasa telekomunikasi dapat meningkatkan jumlah penjualan produk kerajinan kayu jati … .
Metode analisis data perhitungan total biaya. TC = TFC + TVC perhitungan penerimaan kerajinan TR = P x Q, perhitungan pendapatan π = TR – TC dari penerimaan total sebuah produk 20.775.000 dan TC 9.513.475 dapat diperoleh keuntungan sebesar 11.261.525
Pengunaan analis regresi Berganda Y = a + b1x1 + b2x2 + b3x3 Dari hasil perhitungan regresi adalah sebagai berikut: Y=14.091+ 0.264X1 + 0.279X2 + 0.169X3 + 0.057X4 + 0.195X5 + 0.207X6 + 0.265X7
Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 93,8% berarti bahwa variabel dependent (variabel Y) dapat menjelaskan sebesar 93,8% variabel independent yang terdiri dari biaya komunikasi dengan karyawan (X1), biaya komunikasi dengan sesama pengrajin (X2) biaya komunikasi dengan konsumen (X3), biaya komunikasi dengan instansi pemerintah (X4), biaya komunikasi dengan organisasi UKM (X5), biaya komunikasi untuk pengembangan usaha (X6) dan biaya komunikasi untuk pengembangan pasar baru (X7). Sedangkan sisanya sebesar 6,2% merupakan variabel lain yang tidak diikutkan dalam penelitian ini atau variabel lain diluar model.
Hasil penelitian diatas diperoleh besarnya Fhitung = 51.527 pada tingkat kepercayaan 95% dan besarnya Ftabel adalah 2.42263. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima karena besarnya Fhitung > Ftabel sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan atau bersama-sama variabel bebas. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Biaya Jasa Telekomunikasi Pada Kerajinan Kayu Jati Di Desa Batokan Kecamatan Kasiman Kabupaten … adalah adanya komunikasi yang dilakukan oleh pimpinan dengan karyawannya, dengan sesama pengrajin, dengan konsumen, dengan instansi pemerintah, dengan organisasi UKM, dengan berbagai pihak untuk pengembangan pasar baru.

Januari 23, 2008 at 7:34 am 2 komentar

Analisis Nilai Tambah Dan Margin Pemasaran Agribisnis Melinjo ( Studi Di Kecamatan … Kabupaten … )

Salah satu ciri strategi pembangunan yang harus dimiliki Indonesia yang mempunyai potensi sebagian besar dari sektor pertanian adalah kebijaksanaan pembangunan yang menjaga keterkaitan antara sektor pertanian yang menjaga keterkaitan antara sektor pertanian dengan sektor industri dalam bentuk AgroindustriAgroindustri akan mempunyai manfaat ekonomis yang besar apabila berlokasi di daerah pedesaan yang berlandaskan pada tersedia dan terpenuhinya sumberdaya lahan serta tersedianya sumber daya tenaga kerja.
Manfaat ekonomis dari agroindustri adalah 1) meningkatkan kesempatan kerja di pedesaan. 2). Meningkatkan nilai tambah. 3). Meningkatkan pedapatan bagi petani, dan 4) Meningkatkan mutu hasil produksi pertanian yang pada gilirannya dapat memenuhi syarat memasuki pasar Luar Negeri. Pengembangan Agroindustri sebagai suatu sub sistem dalam agroindustri mempunyai prospek yang cukup cerah di Kabupaten …, terutama jika dilihat dari potensi wilayah, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya cukup mendukung. Selain itu laju permintaan terhadap hasil agroindustri emping mlinjo akan terus bertambah di tahun mendatang sejalan dengan meningkatnya tingkat konsumsi di dalam negeri maupun di luar negeri.
Potensi tanaman melinjo pada tahun 2000 di Kabupaten … seluas 449,5 ha dan berkembang menjadi 174,5 ha pada tahun 2001, dengan produktifitas perpohon adalah 34 kg / tahun. Sedangkan produktifitas yang diharapkan perpohon adalah 60 kg / tahun, hal ini menunjukkan bahwa produktifitas tanaman melinjo di Kabupaten … masih rendah dibanding produktifitas potensi yang ada. Rendahnya produktifitas ini antara lain disebabkan :
1.Sistem usaha tani melinjo masih tradisional dan belum berorientasi komersil.
2.Jumlah tanaman belum menghasilkan lebih besar dibanding dengan tanaman yang menghasilkan.
Daerah produksi melinjo di Kabupaten … menyebar pada 15 kecamatan dan untuk tanaman melinjo paling baik Kecamatan …, seluas 42 Ha dengan populasi tanaman sebanyak 10.481 pohon. Di dalam pengelolaan usaha tani sebagian besar dilakukan petani sebagai usaha tani sampingan dan dilakukan pada lahan pekarangan dengan tingkat budidaya yang masih sederhana.
Umumnya tanaman melinjo yang ada di daerah tersebut belum dirawat dengan baik, sehingga mutu bahan baku melinjo yang ada juga belum terjamin, apabila masih banyak pula hasil yang tidak dapat diproses lebih lanjut karena di panen terlalu muda
Proses agroindustri emping melinjo melibatkan pemasok bahan baku, bahan penolong tenaga kerja, modal dan lembaga – lembaga yang berkepentingan dalam suatu sistem agroindustri.
Pada umumnya kendala yang dihadapi perusahan Agroindustri emping melinjo antara lain : 1) ketersediaan bahan baku yang tidak kontinyu; 2) keterbatasan modal untuk bahan baku : 3) pemasaran yang dilakukan secaralokal, belum semua pengusaha bisa melakukan ekspansi pasar ; 4) tingkat ketrampilan teknis dan manajemen yang sangat terbatas. Dengan kondisi demikian ini banyak petani dan masyarakat usaha ini dipandang memberikan keuntungan kecil dan tidak kontinyu.
Rendahnya produktifitas melinjo sebagai akibat dari penguasaan teknologi budidaya usaha tani masih tradisional, berdampak rendahnya produksi dan tidak mampu mencukupi menjamin pasokan kebutuhan bahan baku. Bahkan produksi tersebut tidak mampu mencukupi kebutuhan agroindustri emping melinjo dalam skala kecil maupun mencukupi kebutuhan agroindustri emping melinjo dalam skala kecil maupun skala besar. Kondisi ini mengakibatkan para pengusaha emping melinjo untuk mencukpi bahan baku mendatangkan dari luar Kabupaten … dengan harga yang relatife lebih mahal sebagai akibat dari bertambahnya biaya transportasi, sehingga penambahan tersebut menyebabkan membengkaknya biaya produksi yang pada akhirnya harga emping melinjo untuk mencukupi bahan baku mendatangkan dari luar Kabuapten … dengan harga yang relative lebih mahal sebagai akibat dari bertambahnya biaya transportasi sehingga penambahan tersebut menyebabkan membengkaknya biaya produksi yang pada akhirnya harga emping melinjo menjadi mahal dan dapat menurunkan daya saing emping melinjo terhadap produk sejenis atau produk olahan lainnya.
Pengolahan melinjo menjadi emping sebenarnya akan memberikan nilai tambah baik bagi petani maupun pengusaha, tetapi karena kekurangan ketrampilan yang dimiliki dan ketersediaan bahan baku yang terbatas menyebabkan petani melinjo kuang menyadari adanya nilai tambah tersebut sedang keterbatasan bahan baku akan berpengaruh pada kapasitas produk olahan.
Keterlibatan lembaga – lembaga pemasaran dalam system pemasaran suatu komoditas tentu memerlukan biaya- biaya dengan sejumlah keuntungan yang diinginkan oleh lembaga tersebut. keseluruhan dari biaya dan keuntungan inilah yang biasa dikenal dengan Marjin Pemarasan yang merupakan teknik antara harga yang dibayar konsumen dengan harga yang diterima oleh produsen. Gambaran tentang efesiensi atau selisih nilai tambah akan mampu memberikan dampak pada peningkatan pendapatan petani.
Masalah yang dihadapi dalam pengembangan komoditas melinjo adalah masih lemahnya keterkaitan antara sektor pertanian dan sektor industri terutama di pedesaan, sehingga sebagian buah melinjo dipasarkan dalam bentuk primer daripada diolah lebih lanjut menjadi agroindustri. Untuk lebih memperkuat keterkaitan antar sektor tersebut diperlukan kejasama lintas sektoral yang lebih efektif dalam mengembangkan komoditas melinjo, penyediaan teknologi budidaya, dan agroindustri emping melinjo yang mampu menyediakan alternartif produk sekunder dari melinjo di pedesaan dan kebijakan pemerintah yang lebih terarah.
Oleh karena itu perlu dikaji dan diteliti tentang kendala dan prospek usaha tani melinjo dilokasi riset, tentang nilai tambah produsen yang mengolah bahan baku melinjo menjadi emping, pengusaha emping melinjo serta hubungan antara tingkat harga petani melinjo dengan konsumen emping melinjo dan mentransformasikan produk – produk mentah hasil pertanian menjadi barang – barang setengah jadi maupun barang jadi yang dapat dikonsumsi melinjo dan mendapatkan pengembangan komoditas melinjo dan menciptakan struktur agrobisnis dan agroindustri yang layak dan memadai.

Januari 23, 2008 at 7:34 am 1 komentar

Analisi Strategi Bisnis Perusahaan Daerah Perkebunan … Di Kabupaten …,

Strategi Bisnis Perusahaan merupakan salah satu factor yang sangat penting bagi Perusahaan. Membuat Strategi Bisnis Perusahaan dapat dipergunakan sebagai acuan dalam rangka mencapai tujuan dan juga memungkingkan pimpinan Perusahaan mengukur bagaimana Bisnis yang dilakukan dalam menciptakan nilai dengan tetap mempertimbangkan kepentingan-kepentingan pada masa yang akan datangTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala yang dihadapi Perusahaan Daerah Perkebunan … dalam menjalankan usahanya dan untuk menganalisis Strategi Bisnis yang harus dilakukan Perusahaan Daerah Perkebunan … di Kabupaten ….
Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian Deskriptif, tehnik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dengan sisstim Checlist, dan dukumentasi. Analisis kualitatif dengan alat analisis SWOT, yaitu indentifikasi berbagai factor lingkungan Perusahaan/organisasi secara sistimatis untuk merumuskan sutau strategi, dengan dasar pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strength) dan peluang (Opportunities) namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan acaman (Treats).
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa usaha yang dilakukan Perusahaan Daerah Perkebunan … pada kenyataanya dihadapkan pada persoalan kelemahan yaitu : (1) Kualitas SDM karyawan rendah, (2) Rendahnya produktivitas lahan yang berakibat pada rendahnya produktivitas tanaman, (3) Terbatasnya jangkauan pasar dari produk-produk yang dihasilkan Perusahaan Daerah …, dan sesuai analisis yang telah dilakukan strategi yang harus ditempuh adalah Strategi SO, yaitu : Menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang dengan jalan (1) Peningkatan pemanfaatan Teknologi Alsintan, (2) Pemanfaatan Bunga Bank, (3) Pemanfaatan Kebijaksanaan Pemerintah, (4) Melkukan Optimalaisasi lahan, (5) Melaksanakan Kemitraan.

Januari 23, 2008 at 7:33 am 1 komentar

Evaluasi pengembalian kredit usaha tani. Penelitian tentang Evaluasi pengembalian kredit usaha tani (KUT)

Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui tingkat keberhasilan petani dalam pengembalian Kredit Usaha Tani, (KUT), Untuk mengetahui tingkat keberhasilan Kredit Usaha Tani (KUT) terhadap peningkatan pendapatan petani, danUntuk mengetahui tingkat keberhasilan model penyaluran Kredit Usaha Tani (KUT) vang dilakukan oleh lembaga Executing.
Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan alasan Kecarnatan Plemahan merupakan Kecamatan yang paling besar di nilai dari -kredit yang tersalur, jumlah petani peserta serta, lembaga executing yang melayani sengaja (purposive). Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) sebanyak 48 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data yang terkumpul dianalisa Analisa diskriptif yaitu penggambaran karakteristik petani peserta KUT yang mengusahakan usahatani seperti yang dijelaskan dalam teknik pengumpulan data, R/C Ratio yaitu untuk mengetahui imbangan antara penerimaan dengan. biaya yang digunakan untuk usaha tani tanaman pangan serta BC Ratio yaitu untuk mengetahui Imbangan tambahan biaya akibat penggunaan kredit usaha tani dengan tambahan penerimaan akibat penggunaan Kredit Usaha Tani.
Dari hasil analisa disimpulkan bahwa keberhasilan petani dalam mengembalikan kredit usaha tani ke lembaga Executing Agen sebesar 36%, Keberhasilan petani dihitung dari analisis usaha tani masih dapat dilanjutkan dalam usaha taninya, dan tingkat keberhasilan model penyaluran kredit usaha tani dari executing agen ke petani sebesar 69,06 %
Hasil studi ini menyarankan, Untuk meningkatkan pendapatan petani, maka faktor-faktor eksternal yang terkait dengan modal perlu dipertimbangkan dalam pemberian kredit sesuai dengan kebutuhan, untuk keberhasilan petani dalam meningkatkan pendapatan usahanya maka perlu diadakan sosialisasi tentang perlunya … jawab terhadap pengembalian kredit dan Bagi kreditor perlu ditinjau ulang tentang petani-petani yang memiliki kredibilitas tinggi dan petani yang serius dalam menangani usaha tani

Januari 23, 2008 at 7:33 am Tinggalkan komentar

Strategi Pengembangan Agribisnis Lebah Madu Di Kecamatan … Kabupaten …

Pengembangan usaha budidaya lebah madu di Kecamatan … mempunyai prospek yang baik untuk masa yang akan datang. Ada beberapa faktor yang mendukung usaha tersebut antara lain adanya potensi sumberdaya alam, dukungan dari Pemerintah Daerah dan manfaat budidaya lebah itu sendiri bagi kehidupan manusia serta kelestarian lingkungan hidup.Dalam rangka melaksanakan pengembangan usaha budidaya lebah madu di Kecamatan … untuk membentuk suatu usaha yang mempunyai wawasan agribisnis tidak lepas dari permasalahan yang menjadi hambatan dan kekurangan, maka dari itu terlebih dahulu perlu diketahui dan dipelajari faktor – faktor yang berpengaruh positif dan negatif yang ada didalam usaha budidaya lebah itu sendiri maupun diluar usaha, sehingga dapat dipergunakan untuk mengetahui strategi apa yang tepat untuk pengembangan agribisnis lebah madu di Kecamatan ….
Ada beberapa faktor strategis didalam agribisnis lebah madu, antara lain adalah faktor sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sarana produksi, modal, penerapan teknologi, panen dan pasca panen, produksi yang dihasilkan serta pemasaran hasil. Masing – masing faktor mempunyai kelemahan dan kelebihan yang berpengaruh terhadap pengembangan usaha budidaya lebah madu.
Hasil penelitian, dengan menggunakan analisis SWOT diketahui bahwa faktor kelemahan yang ada di dalam usaha dan ancaman dari luar usaha mempunyai pengaruh yang lebah besar dari pada faktor kekuatan maupun peluang usaha budidaya lebah madu, maka strategi terpilih adalah strategi defensif yaitu meminimalkan kelemahan untuk menanggulangi ancaman dengan kegiatan :
Mencegah penebangan liar dengan menertibkan perijinan penebangan tanaman;
Diversifikasi produk dalam bentuk madu bee pollen;
Pemberian label dan ijin produksi pada kemasan produk;
Merubah bentuk rumah lebah dengan menambah bingkai sarang pada rumah lebah.

Kata Kunci :
Strategi Pengembangan, Lebah Madu

Januari 23, 2008 at 7:32 am 1 komentar

Strategi Sistem Agribisnis Daging Di Jabotabek (kasus penggemukan sapi pt. sinar katel perkasa)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Untuk mengetahui bagaimana pola penyediaan dan pemasaran daging dari dan ke Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. 2) Mengetahui bagaimana jalur dan mata rantai pemasaran daging dari dan ke Jakarta, Bogor, Tengerang dan Bekasi, 3) Mengetahui bagaimana model pemenuhan kebutuhan daging di Jabotabek oleh PT. Sinar Katel Perkasa.Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode survei (Survey Method) Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara, survei dan dokumenter. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pasokan daging ke DKI Jakarta berasalal dari tiga sumber utama, yaitu dari : (a) Daging dari hasil pemotongan di RPH Cakung, Pulogadung, Mampang dan Tanjung Priuk. (b) Daging dari pasokan lokal, yaitu daging dari hasil pemotongan RPH/TPH di daerah Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. (c) Daging impor dari luar negeri, diantaranya dari Australia, Selandia Baru, Kanada, Amerika Serikat. 2) Pada masa belakangan ini telah terjadi pergeseran pola suplai daging ke Jakarta. 3) Pasokan daging lokal dari wilayah-wilayah tersebut sebagian berasal dari pemotongan di TPH-TPH yang kualitas pemotongannya diragukan. 4) Kontribusi daging impor juga meningkat dengan distribusi melalui meat shop dan pasar swalayan. 5) Fokus perhatian untuk mengetahui ketersediaan dan kecukupan daging untuk masyarakat DKI Jakarta tidak cukup hanya dengan melihat stok ternak potong yang ada di holding ground di Cakung saja. 6) Berdasarkan matrik pilihan strategi yang paling dominan, maka strategi yang digunakan a) Meningkatan optimalisasi kapasitas, memperbesar market share, meningkatkan sale dengan pasar tradisional dan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, b) Meningkatkan efisiensi, meningkatkan teknologi, memanfaatkan rancang bangun dan meminimalkan kelemahan dengan memanfaatkan peluang, c) Meningkatkan dan menjaga kualitas produk, social education/CD, kerjasama dengan pihak lain serta menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk atasi ancaman, d) Mengoptimalkan R&D, memanfaatkan kelebihan untuk perluasan kapasitas, penjualan sbg saham, serta menciptakan strategi memaksimalkan kekuatan dan menghindari ancaman.

Januari 23, 2008 at 7:32 am 2 komentar

Tulisan Lebih Lama Tulisan Lebih Baru


Kalender

April 2014
S S R K J S M
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Posts by Month

Posts by Category


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.