Posts filed under ‘Pertanian’

Dampak Berdirinya Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Pt.Mustika Sembuluh Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekita

Pembangunan di sektor pertanian pada tahapan tertentu akan membuat peluang pengembangan agribisnis yang cukup besar, karena bertumpu diatas landasan keunggulan komparatif dalam memproduksi berbagai bahan mentah berupa komoditas perkebunan, hortikultura, peternakan dan perikann serta peluang pasar baik dalam maupun luar negeri Peluang-peluang agribisnis yang tercipta akan menimbulkan stimulan terhadap investasi di bidang agribisnis, yang diikuti dengan berdirinya perusahan-perusahaan yang bergerak dibidang ini.
Berdirinya perusahaan-perusahaan di suatu daerah tertentu akan berpengaruh secara makro terhadap kondisi perekonomian nasional serta memiliki dampak terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar perusahan-perusahan itu didirikan.
Sehubungan dengan uraian diatas, berdirinya PT Mustika Sembuluh sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di perbatasan antara Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Kabupaten Seruyan Propinsi Kalimantan Tengah, tentu memiliki pengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat disekitar lokasi perkebunan PT. Mustika Sembuluh tersebut.
Perubahan yang terjadi akibat berdirinya perkebunan kelapa sawit akan menimbulkan hal-hal positif atau sebaliknya, akan menimbulkan hal-hal negatif yang justru merugikan masyarakat sekitarnya. Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian ini.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar perusahaan sebelum dan sesudah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh. (2) Untuk mengetahui dampak (positif/negatif) kehidupan sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat setelah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh.
Untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar sebelum dan sesudah perusahaan didirikan dapat dilihat melalui indikator berupa: (a)Pendidikan (b) Kesehatan (c) Faselitas jalan utama (d) Sarana transportasi desa (e) Pekerjaan atau mata penceharian (f) Pendapatan
Untuk mengetahui dampak (positif/negatif) kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar setelah perusahaan didirikan dapat dilihat dari indikator berupa: (a) Perubahan interaksi sosial (b) Perubahan perilaku sosial (c) Perubahan perilaku ekonomi (d) Persepsi masyarakat terhadap lingkungan (e) Perubahan kepemilikan terhadap sumber daya alam (f) Perubahan pola bercocok tanam
Penelitian ini dilakukan di Desa …Kecamatan Mentawa Baru Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur Propinsi Kalimantan Tengah. Metode penentuan daerah ini dilakukan secara sengaja (purposive).
Guna mencapai tujuan dalam penelitian ini, peneliti melakukan metode penelitian dengan teknik wawancara dan observasi secara langsung kepada 40 kepala keluarga dari Desa …yang merupakan sampel yang telah ditentukan dengan cara purposive sampling. Data primer dan sekunder yang diperoleh akan dianalisa dengan menggunakan metode analisa data Deskriftif Kualitatif.
Hasil analisa Data menunjukan bahwa :
1.Keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh di Desa …telah membawa perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Pondok Damar.
2.Perubahan sosial yang terjadi setelah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh terkait dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan kesehatan serta perubahan fasilitas jalan utama yang menambah frekuensi keluar-masuknya kendaraan umum menuju Desa Pondok Damar. Namun dilain sisi terdapat kekhawatiran masyarakat desa terhadap terkikisnya nilai-nilai budaya mereka dalam berinteraksi dengan masyarakat luar daerah.
3.Perubahan ekonomi masyarakat yang dapat dirasakan setelah berdirinya PT. Mustika Sembuluh adalah bertambahnya pendapatan, baik dari sektor pertanian maupun non pertanian karena terbukanya peluang lapangan kerja baru.
4.Prilaku sosial masyarakat Desa …setelah berdirinya PT. Mustika Sembuluh, ternyata tidak mengalami pergeseran, terlihat dari masih eratnya sistem kekerabatan antara sesama warga dan masih dipegangnya kaidah-kaidah/aturan adat dalam kehidupan sehari-hari.
5.Kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh membawa Dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi bagi masyarakat Desa Pondok Damar, baik dampak positif maupun dampak negative. Dampak positif atas kehadiran PT. Mustika Sembuluh adalah mengurangi penganguran masyarakat desa, menciptakan lapangan kerja baru, menambah pendapatn rumah tangga serta menambah pengetahuan tentang budidaya kelap sawit, sedangkan dampak negatif yang dirasakan merugikan masyarakat diantaranya adalah lahan pertanian menjadi sempit, adanya pencemaran dari aktivitas kebun kelapa sawit serta berkurangnya tenaga kerja pertanian di desa.
Demikian hasil penelitian tentang dampak berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit (elaeis guineensis jacq) PT. Mustika Sembuluh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitarnya. Semoga memiliki nilai manfaat besar bagi semua pihak.

Januari 23, 2008 at 7:44 am 1 komentar

Motivasi Petani Menabung Di Bank” (Studi Kasus Petani Penabung di BRI Unit … Cabang ..

Pendirian lembaga keuangan di pedesaan merupakan implementasi dari dikeluarkannya kebijakan perbankan yang dikenal dengan Pakto 27 tahun 1988 yang bertujuan dalam pengerahan dana masyarakat melalui pengadaan kemudahan pembukaan kantor cabang bank di berbagai daerah khususnya di pedesaan.Hal tersebut mendorong sebagian petani di pedesaan untuk meggunakan jasa perbankan dalam mengamankan sebagian uangnya. Untuk itu penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui karakteristik petani yang menabung di BRI Unit … Cabang …; (2) Untuk mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi petani terhadap motivasi petani dalam menabung; (3) Untuk mengetahui bagaimana hubungan status sosial dan komoditas yang ditanam petani dengan motivasi petani dalam menabung; (4) Untuk mengetahui bagaimana hubungan bunga, hadiah dan pelayanan bank dengan motivasi petani dalam menabung.
Penelitian ini dilaksanakan di BRI Unit … Cabang …. Data primer diperoleh dari responden petani yang melakukan transaksi penabungan/penarikan tabungan di bank. Metode sampling yang dilakukan adalah accidental sampling dengan mewawancarai nasabah petani yang ditemui di tempat penelitian sebanyak 40 orang. Data di analisis dengan analisa deskriptif, metode analisis regresi linear berganda dan analisis Chi Kuadrat.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani yang menabung di bank sebagai berikut: (1) Memiliki pendapatan rata-rata kurang dari Rp. 2.000.000,-/musim; (2) Komoditas yang ditanam meliputi tembakau, bawang merah, padi, dan jagung; (3) Memiliki luas lahan rata-rata 0,26 – 1,25 Ha; (4) Memiliki pendidikan rata-rata SD; (5) Berusia rata-rata 44 – 54 tahun; (6) Memiliki jumlah tanggungan keluarga rata-rata lebih dari 5 jiwa; (7) Memiliki pengalaman usahatani rata-rata lebih dari 27 tahun; (8) Rata-rata merupakan warga biasa; (9) Rata-rata memiliki motivasi menabung sedang berkisar antara 41 – 60 %. Faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi motivasi menabung adalah pendapatan petani dan pendidikan petani, makin tinggi pendapatan dan pendidikan seorang petani semakin tinggi pula motivasinya untuk menabung. Faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi menabung petani hanya pelayanan dari bank, bunga dan hadiah yang diberikan bank dan faktor sosial ekonomi status sosial dan komoditas yang ditanam tidak berhubungan dengan motivasi petani dalam menabung. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pihak bank terutama dalam segmentasi nasabah petani dalam usaha memasarkan produk perbankan

Januari 23, 2008 at 7:43 am Tinggalkan komentar

Analisis Pemasaran Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) (Studi Kasus Desa … Kecamatan … Kabupaten …

Dalam rangka menghadapi persaingan golobal yang semakin kompetitif, pemasaran mempunyai peranan penting dalam meningkatkan daya saing produk. Pemasaran sebagai salah satu kegiatan agribisnis merupakan pilihan strategis pengembngan pertanian yang cukup strategis, karena hampir 70% penduduk Indonesia hidup dari sektor pertanianTanaman Nilam (Pogos cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang sangat penting bagi Indonesia, karena minyak yang dihasilkan merupakan komoditas ekspor yang cukup mendatangkan devisa Negara. Sebagai salah satu komoditas ekspor minyak nilam mempunyai prospek pasar yang sangat baik, karena dibutuhkan secara kontinyu dalam industri kosmetik, parfum, sabun dan lain-lain.
Perumusan masalah yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana saluran pemasaran dan distribusi margin tanaman nilam, (2) Bagaimana fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan dan keuntungan yang diperole masing-masing lembaga pemasaran tanaman nilam, (3) Bagaimana integrasi pasar vertikal harga yang terjdi di Desa … Kecamatan … Kabupaten …, (4) Berapakah elastisitas transmisi harga tanaman nilam.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui saluran pemasaran dan distribusi margin tanaman nilam, (2) Untuk mengetahui fungsi-fungsi pemasaran dan keuntungan yang diperole masing-masing lembaga pemasaran tanaman nilam, (3) Untuk mengetahui integrasi pasar vertical yang terjadi di Desa … Kecamatan … Kabupaten …, (4) Untuk mengetahui elastisitas transmisi harga tanaman nilam.
Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) yang didasarkan atas pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu daerah sentra produksi tanaman nilam yaitu di Desa … Kecamatan … Kabupaten …. Responden adalah petani, pedangang tengkulak, pedagang besar dan penyuling.
Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperole langsung dari responden dengan jalan wawancara serta melakaukan pengatan lansung di lokasi penelitian. Sedangkan data sekunder di perole dari publikasi atau pustaka-pustakla instansi-instasi terkait yang dapat menunjang penelitian antara lain data monografi desa dan lainnya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif dan analisis inferensia. Analisis deskriptif yaitu analisis data dengan menggambarkan kondisi atau profil Desa …, fungsi-fungsi pemasaran dan lembaga-lembaga pemasaran yang turut serta dalam pemasaran tanaman nilam, sedangkan Analisis inferensia yaitu analisis data secara kuantitatif yang terdiri dari analisis margin pemasaran, distribusi margin pemasaran, share harga, keuntungan lembaga pemasaran, integrasi pasara vertikal dan elastisitas transmisi harga.
Hasil penelitian diperole bahwa terdapat dua saluran pemasaran di daerah peneliatian yaitu : 1) Petani – Pedagang Tengkulak – Pedagang Besar – Penyuling, 2) Petani – Pedagang Besar – Penyuling. Margin pemasaran dan share harga yang didapatkan bahwa pada saluran pemasaran pertama margin pemasaran yang didapatkan Rp 3.218,- per Kg dan share yang diterima petani (farmer’s share) sebesar 6,72 %. Pada saluran pemasaran ke dua didapatkan margin pemasaran sebesar Rp 2.984,- per Kg dan share yang diterima petani (farmer’s share) 9,82 %. Pada analisis integrasi vertikal, pada saluran pemasaran pertama antara petani dan tengkulak didapatkan nilai b sebesar 0,902 lebih kecil dari satu, maka terjadi monopoli penjualan antara petani dan tengkulak. Pada tengkulak dan pedagang besar didapatkan nilai b sebesar 1,029 lebih besar dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara tengkulak dan pedagang besar, sedangkan pada pedagang besar dan penyuling didapatkan nilai b sebesar 2,418 lebih besar dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara pedagang besar dan penyuling. Pada saluran pemasaran II integrasi pasar yang terjadi antara petani dan pedagang besar didapatkan nilai b sebesar 1,167 lebih dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara petani dan pedagang besar, dan pada pedagang besar dan penyuling didapatkan nilai b sebesar 1,058 lebih dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara pedagang besar dan penyuling.
Pada analisis elastisitas transmisi harga pada saluran pemasaran pertama natara petani (Pf) dan penyuling (Pr), diketahui fungsi harga pada penyuling Pr=2929,710+2,243Pf, maka didapatkan Elastisitas Transmisi harga (Et) sebesar 0,13. Pada analisis elastisitas transmisi harga pada saluran pemasaran kedua natara petani (Pf) dan penyuling (Pr), diketahui fungsi harga pada penyuling Pr=2563,292+2,295Pf, maka didapatkan Elastisitas Transmisi harga (Et) sebesar 2, 56.

Januari 23, 2008 at 7:41 am 2 komentar

Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis Di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman DIY

Penelitian dengan judul Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman propinsi Daerah Istimewa …, bertujuan untuk mengetahui prospek pengembangan perdesaan berbasis agribisnis dan mengetahui faktor-faktor penghambat dan faktor-faktor pendorong baik secara internal maupun eksternal.Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif evaluatif, yang dilakukan dengan cara studi kasus. Sampel ditarik secara random untuk menentukan populasi sampel responden diambil dari unsur stakeholders pelaku agribisnis. Data diambil dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, indepth dan forum group discusion. Metode analisa kwalitatif dengan alat SWOT untuk menentukan strategi yang dikaji dari kekuatan – kelemahan, peluang – ancaman.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman peluang dan kekuatan memiliki nilai positif yang tinggi dibanding dengan kelemahan dan ancaman. Dengan demikian penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa Pengambangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis memiliki prospek yang cukup baik karena didukung oleh faktor tarnsportasi, pariwisata, kesadaran dari potensi SDM dan injeksi dari luar.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan untuk meningkatkan jalinan kerjasama antar stakeholders guna membangun jaringan pelaku injeksi yang senantiasa mampu melahirkan KSP-KSP baru untuk meningkatkan PADS.

Januari 23, 2008 at 7:41 am Tinggalkan komentar

Analisis Curahan Tenaga Kerja Wanita Tani (Studi kasus pada wanita tani di Desa … Kecamatan … Kota …)

Sektor pertanian di Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan pembangunan yaitu sebagai sumber kehidupan dan pendapatan petani dalam keluarga. Sektor pertanian apabila dikembangkan secara terus-menerus akan membawa dampak terhadap persoalan ketenaga-kerjaan terutama tenaga kerja wanita.Seperti diketahui sektor pertanian di Indonesia dianggap penting. Hal ini terlihat dari sektor pertanian terhadap penyediaan lapangan kerja, penyediaan pangan, dan penyumbangan devisa negara melalui eksport.
Wanita sebagai sumber insani mempunyai hak dan kewajiban serta kesempatan yang sama dengan pria dalam pembangunan di segala bidang. Disamping itu juga berperan mengembangkan generasi muda, terutama anak-anak dan remaja dalam pembangunan manusia seutuhnya. Wanita dalam kehidupan bermasyarakat disamping sebagai ibu rumah tangga juga sebagai tenaga kerja pencari nafkah baik untuk dirinya maupun keluarganya.
Dalam penelitian ini mengenai curahan tenaga kerja wanita tani rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1.Kegiatan apa saja yang dilakaukan oleh wanita tani dalam sektor pertanian.
2.Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi curahan tenaga kerja wanita tani di sector pertanian.
Tujuan
1.Untuk mendiskripsikan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh wanita tani dalam sekPtor pertanian
2.Untuk menganalisa faktor-faktor yang menpengaruhi curahan tenaga kerja wanita tani.
Kegunaan
1.Sebagai informasi mengenai keterkaitan penguasaan aktivitas pekerja wanita dalam sector pertanian.
2.Dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam megevakuasi perkembangan dan efektifitas serta perbaikan terus menerus dalam sector pertanian terutama mengenai tenaga kerja wanita tani.

Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive ( sengaja ) yaitu: di Desa … Kecamatan … Kota … karena di daerah tersebut para penduduknya banyak yang melakukan pekerjaan pada sektor pertanian.
Dalam pengumpulan data penelitian mengunakan data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dilokasi penelitian dengan instrument, observasi dan dokumentasi. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari literature, penelitian terdahulu dan instansi yang terkait serta ada hubungan dengan penelitian ini.
Untuk mendiskripsikan kegiatan yang dilakukan oleh wanita tani disektor pertanian dilakukan secara deskriptif. Dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menpengaruhi curahan tenaga kerja wanita tani disektor pertanian digunakan analisa leniear berganda. Melalui pengolahan data analisa regresi berganda didapatkan suatu persamaan regresi dengan variabel umur petani () jumlah anggota(),pendidikan wanita tani (), dan curahan tenaga kerja wanita tani (Y) sebagai berikut:

Y = 6, 576 – 0,147 + 0.236 – 0,258

Dari hasil analisa didapatkan juga nilai thitung berturut-turut untuk X1 sebesar –1, 483; X2 sebesar 2,896; X3 sebesar –2,506 sementar nilai F hitung sebesar 4,909; koefesien determinasi R2 sebesar 0,243 dan koefisien korelasi R sebesar 0,492 dan nilai a sebesar 6,576 menunjukkan rata-rata curahan tenaga kerja wanita tani dalam satu hari tanpa memperhitungkan pengaruh umur petani (),jumlah anggota keluarga (),pendidikan wanita tani (), selama 6, 576 jam/hari. Faktor X2 jumlah anggota keluarga dan X3 pendidikan wanita tani berpengaruh nyata terhadap curahan tenaga kerja wanita tani dan faktor X1 umur tidak berpengaruh nyata terhadap curahan tenaga kerja wanita tani.

Januari 23, 2008 at 7:40 am Tinggalkan komentar

Analisis Nilai Tambah Pemasaran Produk Ayam Pedaging Di Ex Karesidenan .

Penelitin ini dilakukan di Ex Karesidenan … yang dilakukan mulai tanggal 30 Mei 2003 selama 4 bulan. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mengetahui perkembangan ayam pedaging di Ex Karesidenan …. 2) Mengetahui distribusi saluran pemasaran di ex. Karesidenan …. 3) Menganalisis adanya nilai tambah pemasaran produk ayam pedaging dan distribusinya.Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara acak sederhana (random sampling). Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Sistem saliran pemasaran yang dilakukan di ex karesidenan … adalah 1) Peternak  Pedagang Pengumpul  Pedagang Besar Konsumen 2) Peternak  Pedagang PengecerPedagang Besar Penjual Karkas  Konsumen akhir, 3) Peternak  Pedagang Pengecer  Penjual Karkas  Konsumen akhir. (2) Besarnya nilai tambah dari pengumpul ke pedagang besar sebesar Rp 900,-/ekor dari pedagang besar ke Penjual Karkas Rp 1.650/ekor dan dari penjual karkas ke konsumen akhir Rp 4.375/ekor,-. (3) Besarnya marjin pemasaran dari peternak samapi konsumen akhir sebesar Rp 7.575,-/ekor.

Januari 23, 2008 at 7:40 am 2 komentar

Analisa Sosial Ekonomi Program Pengembangan Sapi Potong Dengan Sistem Gaduhan Di Kecamatan … Kabupaten …

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petani ternak penggaduh dalam menjalankan usaha taninya dan mengetahui pengaruh faktor–faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan peternak penggaduh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi Pemerintah sebagai bahan penentu kebijakan dalam melaksanakan pola kerja sama dengan petani ternak penggaduh sapi potong Kereman.Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive). Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) sebagak 45 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data yang terkumpul dianalisa secara Regresi Korelasi dengan dilakukan pengujian Koefisien Korelasi serta uji terhadap Koefisien garis Regresi dengan bantuan analisis berganda yang terdapat pada program SPSS for Windows.
Faktor – faktor sosial ekonomi yang terdiri dari tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga dan terhadap pendapatan peternak berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan peternak sapi potong, sehingga peningkatan faktor sosial ekonomi tersebut akan langsung berpengaruh terhadap pendapatan peternak. Dari hasil analisis statistik didapatkan model regresi Y = 206588,35 + 41000,546X1 +84985,772X2 + 21296,774X3 dengan angka signifikan untuk seluruh variabel independent yang dimasukkan dibawah 0,05. Oleh karena itu ketiga variabel tersebut secara bersama – sama berpengaruh terhadap dependent variabel yaitu pendapatan peternak, sehingga untuk memprediksi besarnya pendapatan peternak dapat menggunakan model Regresi tersebut.
Hasil studi ini menyarankan untuk meningkatkan pendapatan peternak sapi Kereman sistem gaduhan, maka faktor-faktor sosial ekonomi yang melekat pada diri peternak juga harus ditingkatkan. Perlu adanya penyuluhan tentang usaha sapi potong Kereman beserta demonstrasi plot (Demplot) guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak sehingga transfer teknologi dapat diserap langsung khususnya oleh peternak yang kurang berpengalaman.

Januari 23, 2008 at 7:39 am 1 komentar

Strategi Pemasaran Minyak Atsiri Di Kecamatan … Kabupaten …

Industri rumah tangga yang ada di Kecamatan … Kabupaten … pada saat ini sangat banyak yang memproduksi minyak Atsiri tetapi ada juga, masyarakat yang memproduksi minyak cengkeh sebagai tambahan pendapatan keluarga mereka. Minyak atsiri banyak dipasarkan di daerah …, …, …, bahkan ada pula yang pemasarannya sampai ke JakartaDalam usaha peningkatan pemasaran, industri rumah tangga dihadapkan pada permasalahan dengan banyak munculnya penyulingan minyak nilam didaerah lain. Sehingga menimbulkan persaingan yang ketat didalam memasarkan barang dalam wilayah jawa timur.
Tujuan dari penelitian ini adalah, yaitu : 1) Untuk mengetahui profil industri rumah tangga minyak atsiri. 2) Untuk mengetahui peluang pasar dan ancaman pesaing yang dihadapi dalam pemasaran minyak atsiri. 3) Untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam pemasaran minyak atsiri. 4) Untuk mengetahui strategi pemasaran industri rumah tangga minyak atsiri.
Analisa data yang akan digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan analisis SWOT (Strengts, Weakness, Opportunity, Threats) yaitu untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam menentukan strategi pemasaran.
Metode penelitian yang digunakan adalah penentuan daerah Penelitian ini dilakukan secara sengaja di Industri Rumah Tangga Minyak Atsiri Kecamatan … Kabupaten …. Industri Rumah Tangga Minyak Atsiri berbahan baku nilam dipilih sebagai tempat/obyek penelitian karena merupakan salah satu produsen minyak nilam yang ada di Jawa. Jenis data dan sumber data. Sumber data dalam penelitian ini dapat diperoleh dari Data primer yaitu adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya dengan melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber langsung tetapi sudah dikumpulkan melalui informasi dari masyarakat maupun data-data dari perusahaan sendiri. Metode pengumpulan data dan sumber data suatu cara yang ditempuh untuk mendapatkan data yang sesuai dan berguna untuk menunjang keberhasilan penelitian. Metode analisa data adalah
Metode yang digunakan untuk menganalisa dan mengolah data dalam penelitian.
Hasil penelitian yang yang dilakukan adalah startegi yang sudah dilakukan dari Industri rumah Tangga yaitu : 1) Strategi Penetrasi Pasar (market penetration strategy) Strategi penetrasi pasar berusaha untuk meningkatkan market share bagi produk atau pelayanan yang ada sekarang pada pasar yang tersedia melalui usaha-usaha pemasaran yang lebih besar. 2) Strategi Pengembangan Pasar (market development strategi) Strategi ini berusaha untuk memperkenalkan produk atau jasa yang ada sekarang ke daerah-daerah yang secara geografis merupakan daerah baru. 3) Strategi Pengembangan Produk (product development strategy) merupakan suatu strategi yang berusaha agar perusahaan dapat meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan atau memodifikasi produk atau jasa yang ada sekarang.
Dari hasil analisis SWOT diketahui faktor kekuatannya adalah memiliki tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman, mampu memproduksi minyak dengan kualitas produk yang bermutu, memiliki jaringan distribusi yang baik, kondisi iklim yang panas baik untuk produksi, bahan baku yang cukup tersedia. Kelemahannya meliputi Kurangnya air pendingin, kondisi Iklim yang hujan menghambat jalannya produksi, kurangnya bahan bakar/basah, motivasi kerja yang kurang, lamanya proses produksi. Faktor peluangnya meliputi, produk eksotis/khas daerah, kondisi daerah/tempat cocok untuk penyulingan, Meningkatkan pendapatan industri rumah tangga, menambah pendapatan daerah, dukungan penuh pemerintah. Ancaman yang dihadapi adalah, pesaing, peraturan pemerintah lingungan semakin ketat, banyaknya tempat produksi/peyulingan. kesan/image masyarakat akan penyulingan, kualitas minyak yang dipasarkan
Setelah mempelajari lingkungan eksternal dan lingkungan internal maka didapat strategi matrik SWOT sebagai berikut : strategi S-O yaitu strategi memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang. Meliputi pemeliharaan kualitas serta mutu pelayanan produk, membangun pasar yang kuat melalui jalur distribusi serta pemanfaatan teknologi dalam pelayanan dan peningkatan mutu produk. Strategi W-O merupakan strategi yang dipakai untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki dengan memanfaatkan peluang yang timbul. Hal itu meliputi perluasan daerah pemasaran serta penambahan sarana transportasi demi cepatnya proses pendistribusian kekonsumen. Strategi S-T yaitu penggunaan kekuatan yang dimiliki untuk menghindari ancaman. Strategi yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kuaalitas produk dan layanan terhadap konsumen. Strategi W-T merupakan strategi dimana perusahaan meminimumkan kelemahan yang dimiliki dan berusaha menghindari ancaman yang timbul. Dalam hal ini perusahaan berusaha memningkatkan kembali kualitas produk serta menciptakan inovasi baru dalam mengikuti selera konsumen

Januari 23, 2008 at 7:38 am Tinggalkan komentar

“Analisa Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Agroindustri Bakpao Telo di Home Industri LESTARI …”

Komoditi pertanian pada umumnya dihasilkan sebagai bahan mentah dan mudah rusak, sehingga perlu langsung dikonsumsi atau diolah terlebih dahulu. Proses pengolahan ini dapat meningkatkan guna bentuk komoditi-komoditi pertanian. Dalam menciptakan guna bentuk ini dibutuhkan biaya pengolahanKesediaan konsumen membayar harga output agroindustri pada harga yang relatif tinggi merupakan insentif bagi perusahaan-perusahaan pengolahan untuk menghasilkan output agroindustri. Salah satu konsep yang sering digunakan untuk membahas pengolahan hasil pertanian ini adalah nilai tambah.
Usaha-usaha pengembangan pertanian yang mengarah pada kegiatan agroindustri pertanian yaitu pengolahan hasil pertanian menjadi bahan makanan meliputi usaha yang mengolah bahan baku pertanian menjadi komoditi yang secara ekonomis memberikan nilai tambah yang cukup tinggi seperti pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo misalnya. Bakpao telo merupakan suatu bentuk pengolahan dari ubi jalar yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ubi jalar.
Untuk meningkatkan konsumsi ubi jalar di Indonesia, penganekaragaman pengolahan ubi jalar kiranya masih perlu ditingkatkan. Home industri “LESTARI” adalah salah satu usaha agroindustri yang bergerak dalam pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo, dimana hasil pengolahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dari ubi jalar itu sendiri dan menunjukkan bahwa industri pengolahan ubi jalar tersebut layak untuk diusahakan.
Permasalahan penelitian ini antara lain apakah pengembangan agroindustri bakpao telo di Home Industri “Lestari” sudah layak secara finansial, dan seberapa besar nilai tambah yang tercipta dari pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan bakpao telo, mengetahui besarnya nilai tambah yang tercipta dari pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo, dan mengetahui kelayakan usaha bakpao telo.
Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja, yaitu di home industri “Lestari” …. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode wawancara, observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari perpustakaan dan instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian ini serta hasil penelitian terdahulu.
Metode analisa data yang digunakan adalah analisa kuantitatif yang meliputi analisa biaya dan pendapatan, analisa efisiensi usaha, analisa nilai tambah, dan analisa kelayakan usaha.
Dari penerimaan selama 1 bulan (Rp. 14.400.000,-) dikurangi dengan total biaya yang dikeluarkan selama 24x proses produksi (Rp.5.783.083,-) maka akan didapatkan keuntungan usaha sebesar Rp. 8.616.917,-. Dilihat dari skala industri yang tergolong industri rumah tangga (kecil), maka dapat dikatakan bahwa usaha bakpao telo “Lestari” sangat menguntungkan.
Hasil perbandingan total revenue dan total cost ( R/C Ratio ) sebesar 2,59 ( >1), yang berarti bahwa usaha pembuatan bakpau telo “Lestari” efisien.
Nilai tambah yang tercipta pada pengolahan ubi jalar menjadi bakapo telo adalah sebesar Rp. 3.051, dengan imbalan tenaga kerja Rp. 1.358,- dan keuntungan sebesar Rp. 1.693,- dalam tiap satu kali proses produksi.
Berdasarkan hasil analisis kelayakan usaha di home industri “Lestari” selama 23 triwulan menunjukkan bahwa usaha pengolahan bakpao telo layak untuk dikembangkan, hal ini dibuktikan dengan nilai NPV sebesar Rp. 251.256.483, IRR 32,008%, dan Net B/C Ratio 5,6 pada suku tingkat bunga 17% dan waktu pengembalian biaya investasi pada triwulan ke-2.
Dengan demikian, dilihat dari seluruh hasil analisis data dapat dikatakan bahwa home industri “Lestari” layak untuk tetap dikembangkan.

Januari 23, 2008 at 7:38 am Tinggalkan komentar

Faktor-Faktor Keberhasilan Proyek Pidra (Participatory Integrated Develompent In Rainfed Areas) Dalam Bidang Sosial Ekonomi Masyarakat Pedesaan Di Kec

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang sosial ekonomi masyarakat pedesaan di kecamatan Kademangan Kabupaten …. 2) Untuk mengetahui variable bebas mana yang dominan mempengaruhi keberhasilan Proyek PIDRA dalam bidang sosial ekonomi masyarakat pedesaan di kecamatan Kademangan Kabupaten ..Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara stratified random sampling. Teknik pengambilan data yaitu dengan angket, wawancara, survei dan dokumenter. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Variabel predictor yang terdiri dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten …. Analisis regresi linier yang digunakan menunjukkan bahwa indikator – indikator dari variabel predictor ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten …. 2) Kontribusi dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan menunjukkan bahwa 66.1% mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan memberi arti penting bagi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten …. 3) Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten … dipengaruhi oleh hal-hal yang berkaitan dengan Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan . Hasil kontribusi variabel predictor terhadap keberhasilan proyek sebesar 66.1% hal ini menunjukkan bahwa masih ada faktor lain disamping faktor tersebut diatas yang mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten ….

Januari 23, 2008 at 7:38 am Tinggalkan komentar

Tulisan Lebih Lama Tulisan Lebih Baru


Kalender

April 2014
S S R K J S M
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Posts by Month

Posts by Category


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.