Posts filed under ‘Pertanian’

Analisis Penggunaan Faktor Produksi Pupuk Organik Bokashi Terhadap Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi (Studi Kasus di Kecamatan … Kabupaten …)

Padi sebagai komoditas pangan utama mempunyai nilai strategis yang sangat tinggi, sehingga diperlukan adanya penanganan yang serius dalam upaya peningkatan produktivitasnya. Besarnya peranan pemerintah dalam pengelolaan komoditas pangan khususnya padi dapat dilihat mulai dari kegiatan pra-produksi seperti penyediaan bibit unggul, pupuk, obat-obatan, sarana irigasi, kredit produksi dan penguatan modal kelembagaan petani.Usaha peningkatan produksi dan pendapatan usahatani padi tidak akan berhasil tanpa penggunaan teknologi baru baik dibidang teknis budidaya, benih, obat-obatan dan pemupukan. Salah satu teknologi baru di bidang pemupukan adalah diperkenalkannya pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi.
Penelitian ini didasarkan atas kenyataan adanya alternatif pilihan antara penggunaan pupuk Organik Bokashi dalam usahatani padi dan tanpa menggunakan pupuk Organik Bokashi (Non Bokashi). Dari kenyataan tersebut dirumuskan beberapa masalah pokok dalam penelitian ini yakni : (1) Apakah faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi padi, (2) Apakah tingkat produksi usahatani padi dengan menggunakan pupuk Organik Bokashi lebih tinggi daripada Non Bokashi, (3) Apakah penggunaan pupuk Organik Bokhasi dalam usahatani padi akan memberikan keuntungan yang lebih tinggi daripada Non Bokashi.
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah faktor produksi pupuk Organik Bokashi mempunyai pengaruh yang nyata (Signifikan) terhadap produksi, (2) Untuk mengetahui dan menganalisis apakah penggunaan pupuk Organik Bokashi akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi daripada Non Bokashi, (3) Untuk mengetahui dan menganalisis besarnya Farm Gate Prices (FGP) yaitu biaya produksi per-unit (Product Unit Cost) usahatani padi dengan pupuk Organik Bokashi dan Non Bokashi. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak antara lain (1) Bagi petani padi penelitian ini bermanfaat untuk menentukan penggunaan pupuk organik yang menguntungkan sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan. (2) Bagi Dinas Tanaman Pangan Kabupaten … dapat digunakan sebagai pedoman dalam menentukan prioritas dan intensitas pembinaan pada petani. (3) Bagi peneliti-peneliti lanjutan, hasil penelitian ini merupakan informasi awal untuk mengembangkan penelitian lainnya dibidang pertanian.

Januari 23, 2008 at 7:47 am 2 komentar

Strategi Menuju Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten … (Studi Kasus Pertanian Tanaman Padi Bebas Pestisida di Desa … Kecamatan …)

Pengembangan pertanian di Kabupaten … diarahkan untuk menciptakan pertanian yang maju dan tangguh, mampu meningkatkan hasil dan mutu produksi, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani, memperluas kesempatan berusaha dan menyediakan lapangan kerja serta mengisi dan memperluas pasar.Sementara ini penggunaan input luar secara besar-besaran dan berlebihan untuk meningkatkan hasil dan mutu produksi misalnya penggunaan pupuk buatan dan pestisida, benih hibrida, mekanisasi dan irigasi dapat menimbulkan dampak besar terhadap ekosistem yaitu pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pertanian berkelanjutan yang perkembangannya sangat lambat dan menyusun strategi menuju pertanian berkelanjutan di Kabupaten …. Penelitian ini juga untuk mengidentifikasi faktor-faktor kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal dalam rangka menuju pertanian berkelanjutan serta strategi yang harus ditempuh dalam menuju pertanian berkelanjutan di Kabupaten …. Metode yang digunakan untuk merumuskan strategi menuju pertanian berkelanjutan di Kabupaten … adalah analisis SWOT.

Januari 23, 2008 at 7:46 am Tinggalkan komentar

Analisis Strategi Pemasaran Pabrik Tahu Sukun ..

Saat ini produk olahan dari hasil pertanian sangat beraneka ragam, ini dikarenakan seiring dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia yang semakin meningkat. Dalam hal ini “Tahu” merupakan makanan olahan hasil pertanian kedelai yang diolah menjadi produk baru yang memiliki nilai lebih. Selain itu, tahu merupakan bahan makanan bagi masyarakat yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi serta mempunyai harga yang terjangkau semua kalangan.Dari sinilah akhirnya produk olahan tahu ini terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan dari konsumen.
Banyaknya pengusaha yang mulai melirik adanya peluang bisnis, maka mulailah mereka mengembangkan bisnis di bidang produk makanan “Tahu”. Seiring dengan perkembangan bisnis makanan olahan tahu, maka banyak berdiri pabrik-pabrik tahu dan mereka melakukan strategi pemasarannya masing-masing untuk menenangkan persaingan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi pabrik tahu Sukun dalam memasarkan produknya, serta untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat pada perusahaan tahu Sukun dalam rangka meningkatkan pangsa pasarnya.
Penelitian dilakukan di kota …, tepatnya pada pabrik tahu Sukun yang terletak di Jl. S. Supriadi. Penentuan tempat penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan tahu yang mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di tengah persaingan yang ketat.
Metode penentuan sampel menggunakan metode Accidental Sampling dengan menggunakan bantuan questionary yang diberikan pada konsumen tahu. Selain itu untuk mendapatkan data diperoleh dari manajer dan karyawan pabrik tahu Sukun.
Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data primer yang berupa kuisioner, wawancara, dan pengamatan (observasi) secara langsung. Selain itu digunakan juga data sekunder yang diperoleh secara langsung dari pihak lain dengan obyek penelitian guna mendukung data primer.
Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan secara deskriptif, karena dengan pendekatan secara deskriptif akan diketahui faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman perusahaan. Untuk menunjang metode diskriptif maka digunakan metode analisis SWOT. Pada analisis SWOT terjadi penilaian atau pembobotan terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari faktor internal dan faktor eksternal perusahaan.
Faktor eksternal yang menjadi peluang dalam pabrik tahu Sukun adalah jumlah tenaga kerja banya, banyaknya teknologi atau peralatan modern di toko-toko, dan jumlah penduduk makin tinggi. Selain itu, faktor eksternal yang menjadi ancaman adalah banyaknya persaingn usaha, banyaknya bahan makanan substitusi, perubahan selera konsumen, dan situasi perekonomian negara yang memburuk.
Faktor internal yang menjadi kekuatan dalam pabrik tahu Sukun adalah rasa, tekstur, ukuran, kemasan, permodalan kuat, lokasi usaha strategis, dan pengadaan bahan baku lancar. Dan faktor internal yang menjadi faktor kelemahan adalah penetapan harga jual tinggi, sifat tahu yang mudah rusak, promosi kurang, biaya input dan proses produksi tinggi.
Berdasarkan penilaian faktor straegi internal yang mempunyai nilai total 2,45 dan total dari penilaian faktor strategi eksternal 2,80 berdasarkan model matriks Internal-Ekternal yaitu strategi yang tepat untuk pabrik tahu Sukun adalah strategi pertumbuhan melalui integrasi horizontal dan strategi stabilitas yang terdapat pada sel V. Dimana pada sel V ini pabrik tahu sukun baik dalam penjualan, aset, keuntungan, atau kombinasi dari ketiganya harus melakukan kebijakan harga produk dengan cara menurunkan harga, mempertahankan kualitas produk, atau meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan cara meminimalkan biaya sehingga dapat meningkatkan keuntungan.

Januari 23, 2008 at 7:45 am Tinggalkan komentar

Dampak Berdirinya Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Pt.Mustika Sembuluh Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekita

Pembangunan di sektor pertanian pada tahapan tertentu akan membuat peluang pengembangan agribisnis yang cukup besar, karena bertumpu diatas landasan keunggulan komparatif dalam memproduksi berbagai bahan mentah berupa komoditas perkebunan, hortikultura, peternakan dan perikann serta peluang pasar baik dalam maupun luar negeri Peluang-peluang agribisnis yang tercipta akan menimbulkan stimulan terhadap investasi di bidang agribisnis, yang diikuti dengan berdirinya perusahan-perusahaan yang bergerak dibidang ini.
Berdirinya perusahaan-perusahaan di suatu daerah tertentu akan berpengaruh secara makro terhadap kondisi perekonomian nasional serta memiliki dampak terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar perusahan-perusahan itu didirikan.
Sehubungan dengan uraian diatas, berdirinya PT Mustika Sembuluh sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di perbatasan antara Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Kabupaten Seruyan Propinsi Kalimantan Tengah, tentu memiliki pengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat disekitar lokasi perkebunan PT. Mustika Sembuluh tersebut.
Perubahan yang terjadi akibat berdirinya perkebunan kelapa sawit akan menimbulkan hal-hal positif atau sebaliknya, akan menimbulkan hal-hal negatif yang justru merugikan masyarakat sekitarnya. Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian ini.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar perusahaan sebelum dan sesudah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh. (2) Untuk mengetahui dampak (positif/negatif) kehidupan sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat setelah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh.
Untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar sebelum dan sesudah perusahaan didirikan dapat dilihat melalui indikator berupa: (a)Pendidikan (b) Kesehatan (c) Faselitas jalan utama (d) Sarana transportasi desa (e) Pekerjaan atau mata penceharian (f) Pendapatan
Untuk mengetahui dampak (positif/negatif) kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar setelah perusahaan didirikan dapat dilihat dari indikator berupa: (a) Perubahan interaksi sosial (b) Perubahan perilaku sosial (c) Perubahan perilaku ekonomi (d) Persepsi masyarakat terhadap lingkungan (e) Perubahan kepemilikan terhadap sumber daya alam (f) Perubahan pola bercocok tanam
Penelitian ini dilakukan di Desa …Kecamatan Mentawa Baru Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur Propinsi Kalimantan Tengah. Metode penentuan daerah ini dilakukan secara sengaja (purposive).
Guna mencapai tujuan dalam penelitian ini, peneliti melakukan metode penelitian dengan teknik wawancara dan observasi secara langsung kepada 40 kepala keluarga dari Desa …yang merupakan sampel yang telah ditentukan dengan cara purposive sampling. Data primer dan sekunder yang diperoleh akan dianalisa dengan menggunakan metode analisa data Deskriftif Kualitatif.
Hasil analisa Data menunjukan bahwa :
1.Keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh di Desa …telah membawa perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Pondok Damar.
2.Perubahan sosial yang terjadi setelah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh terkait dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan kesehatan serta perubahan fasilitas jalan utama yang menambah frekuensi keluar-masuknya kendaraan umum menuju Desa Pondok Damar. Namun dilain sisi terdapat kekhawatiran masyarakat desa terhadap terkikisnya nilai-nilai budaya mereka dalam berinteraksi dengan masyarakat luar daerah.
3.Perubahan ekonomi masyarakat yang dapat dirasakan setelah berdirinya PT. Mustika Sembuluh adalah bertambahnya pendapatan, baik dari sektor pertanian maupun non pertanian karena terbukanya peluang lapangan kerja baru.
4.Prilaku sosial masyarakat Desa …setelah berdirinya PT. Mustika Sembuluh, ternyata tidak mengalami pergeseran, terlihat dari masih eratnya sistem kekerabatan antara sesama warga dan masih dipegangnya kaidah-kaidah/aturan adat dalam kehidupan sehari-hari.
5.Kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mustika Sembuluh membawa Dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi bagi masyarakat Desa Pondok Damar, baik dampak positif maupun dampak negative. Dampak positif atas kehadiran PT. Mustika Sembuluh adalah mengurangi penganguran masyarakat desa, menciptakan lapangan kerja baru, menambah pendapatn rumah tangga serta menambah pengetahuan tentang budidaya kelap sawit, sedangkan dampak negatif yang dirasakan merugikan masyarakat diantaranya adalah lahan pertanian menjadi sempit, adanya pencemaran dari aktivitas kebun kelapa sawit serta berkurangnya tenaga kerja pertanian di desa.
Demikian hasil penelitian tentang dampak berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit (elaeis guineensis jacq) PT. Mustika Sembuluh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitarnya. Semoga memiliki nilai manfaat besar bagi semua pihak.

Januari 23, 2008 at 7:44 am 1 komentar

Motivasi Petani Menabung Di Bank” (Studi Kasus Petani Penabung di BRI Unit … Cabang ..

Pendirian lembaga keuangan di pedesaan merupakan implementasi dari dikeluarkannya kebijakan perbankan yang dikenal dengan Pakto 27 tahun 1988 yang bertujuan dalam pengerahan dana masyarakat melalui pengadaan kemudahan pembukaan kantor cabang bank di berbagai daerah khususnya di pedesaan.Hal tersebut mendorong sebagian petani di pedesaan untuk meggunakan jasa perbankan dalam mengamankan sebagian uangnya. Untuk itu penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui karakteristik petani yang menabung di BRI Unit … Cabang …; (2) Untuk mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi petani terhadap motivasi petani dalam menabung; (3) Untuk mengetahui bagaimana hubungan status sosial dan komoditas yang ditanam petani dengan motivasi petani dalam menabung; (4) Untuk mengetahui bagaimana hubungan bunga, hadiah dan pelayanan bank dengan motivasi petani dalam menabung.
Penelitian ini dilaksanakan di BRI Unit … Cabang …. Data primer diperoleh dari responden petani yang melakukan transaksi penabungan/penarikan tabungan di bank. Metode sampling yang dilakukan adalah accidental sampling dengan mewawancarai nasabah petani yang ditemui di tempat penelitian sebanyak 40 orang. Data di analisis dengan analisa deskriptif, metode analisis regresi linear berganda dan analisis Chi Kuadrat.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani yang menabung di bank sebagai berikut: (1) Memiliki pendapatan rata-rata kurang dari Rp. 2.000.000,-/musim; (2) Komoditas yang ditanam meliputi tembakau, bawang merah, padi, dan jagung; (3) Memiliki luas lahan rata-rata 0,26 – 1,25 Ha; (4) Memiliki pendidikan rata-rata SD; (5) Berusia rata-rata 44 – 54 tahun; (6) Memiliki jumlah tanggungan keluarga rata-rata lebih dari 5 jiwa; (7) Memiliki pengalaman usahatani rata-rata lebih dari 27 tahun; (8) Rata-rata merupakan warga biasa; (9) Rata-rata memiliki motivasi menabung sedang berkisar antara 41 – 60 %. Faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi motivasi menabung adalah pendapatan petani dan pendidikan petani, makin tinggi pendapatan dan pendidikan seorang petani semakin tinggi pula motivasinya untuk menabung. Faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi menabung petani hanya pelayanan dari bank, bunga dan hadiah yang diberikan bank dan faktor sosial ekonomi status sosial dan komoditas yang ditanam tidak berhubungan dengan motivasi petani dalam menabung. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pihak bank terutama dalam segmentasi nasabah petani dalam usaha memasarkan produk perbankan

Januari 23, 2008 at 7:43 am Tinggalkan komentar

Analisis Pemasaran Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) (Studi Kasus Desa … Kecamatan … Kabupaten …

Dalam rangka menghadapi persaingan golobal yang semakin kompetitif, pemasaran mempunyai peranan penting dalam meningkatkan daya saing produk. Pemasaran sebagai salah satu kegiatan agribisnis merupakan pilihan strategis pengembngan pertanian yang cukup strategis, karena hampir 70% penduduk Indonesia hidup dari sektor pertanianTanaman Nilam (Pogos cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang sangat penting bagi Indonesia, karena minyak yang dihasilkan merupakan komoditas ekspor yang cukup mendatangkan devisa Negara. Sebagai salah satu komoditas ekspor minyak nilam mempunyai prospek pasar yang sangat baik, karena dibutuhkan secara kontinyu dalam industri kosmetik, parfum, sabun dan lain-lain.
Perumusan masalah yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana saluran pemasaran dan distribusi margin tanaman nilam, (2) Bagaimana fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan dan keuntungan yang diperole masing-masing lembaga pemasaran tanaman nilam, (3) Bagaimana integrasi pasar vertikal harga yang terjdi di Desa … Kecamatan … Kabupaten …, (4) Berapakah elastisitas transmisi harga tanaman nilam.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui saluran pemasaran dan distribusi margin tanaman nilam, (2) Untuk mengetahui fungsi-fungsi pemasaran dan keuntungan yang diperole masing-masing lembaga pemasaran tanaman nilam, (3) Untuk mengetahui integrasi pasar vertical yang terjadi di Desa … Kecamatan … Kabupaten …, (4) Untuk mengetahui elastisitas transmisi harga tanaman nilam.
Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) yang didasarkan atas pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu daerah sentra produksi tanaman nilam yaitu di Desa … Kecamatan … Kabupaten …. Responden adalah petani, pedangang tengkulak, pedagang besar dan penyuling.
Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperole langsung dari responden dengan jalan wawancara serta melakaukan pengatan lansung di lokasi penelitian. Sedangkan data sekunder di perole dari publikasi atau pustaka-pustakla instansi-instasi terkait yang dapat menunjang penelitian antara lain data monografi desa dan lainnya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif dan analisis inferensia. Analisis deskriptif yaitu analisis data dengan menggambarkan kondisi atau profil Desa …, fungsi-fungsi pemasaran dan lembaga-lembaga pemasaran yang turut serta dalam pemasaran tanaman nilam, sedangkan Analisis inferensia yaitu analisis data secara kuantitatif yang terdiri dari analisis margin pemasaran, distribusi margin pemasaran, share harga, keuntungan lembaga pemasaran, integrasi pasara vertikal dan elastisitas transmisi harga.
Hasil penelitian diperole bahwa terdapat dua saluran pemasaran di daerah peneliatian yaitu : 1) Petani – Pedagang Tengkulak – Pedagang Besar – Penyuling, 2) Petani – Pedagang Besar – Penyuling. Margin pemasaran dan share harga yang didapatkan bahwa pada saluran pemasaran pertama margin pemasaran yang didapatkan Rp 3.218,- per Kg dan share yang diterima petani (farmer’s share) sebesar 6,72 %. Pada saluran pemasaran ke dua didapatkan margin pemasaran sebesar Rp 2.984,- per Kg dan share yang diterima petani (farmer’s share) 9,82 %. Pada analisis integrasi vertikal, pada saluran pemasaran pertama antara petani dan tengkulak didapatkan nilai b sebesar 0,902 lebih kecil dari satu, maka terjadi monopoli penjualan antara petani dan tengkulak. Pada tengkulak dan pedagang besar didapatkan nilai b sebesar 1,029 lebih besar dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara tengkulak dan pedagang besar, sedangkan pada pedagang besar dan penyuling didapatkan nilai b sebesar 2,418 lebih besar dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara pedagang besar dan penyuling. Pada saluran pemasaran II integrasi pasar yang terjadi antara petani dan pedagang besar didapatkan nilai b sebesar 1,167 lebih dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara petani dan pedagang besar, dan pada pedagang besar dan penyuling didapatkan nilai b sebesar 1,058 lebih dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara pedagang besar dan penyuling.
Pada analisis elastisitas transmisi harga pada saluran pemasaran pertama natara petani (Pf) dan penyuling (Pr), diketahui fungsi harga pada penyuling Pr=2929,710+2,243Pf, maka didapatkan Elastisitas Transmisi harga (Et) sebesar 0,13. Pada analisis elastisitas transmisi harga pada saluran pemasaran kedua natara petani (Pf) dan penyuling (Pr), diketahui fungsi harga pada penyuling Pr=2563,292+2,295Pf, maka didapatkan Elastisitas Transmisi harga (Et) sebesar 2, 56.

Januari 23, 2008 at 7:41 am 2 komentar

Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis Di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman DIY

Penelitian dengan judul Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman propinsi Daerah Istimewa …, bertujuan untuk mengetahui prospek pengembangan perdesaan berbasis agribisnis dan mengetahui faktor-faktor penghambat dan faktor-faktor pendorong baik secara internal maupun eksternal.Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif evaluatif, yang dilakukan dengan cara studi kasus. Sampel ditarik secara random untuk menentukan populasi sampel responden diambil dari unsur stakeholders pelaku agribisnis. Data diambil dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, indepth dan forum group discusion. Metode analisa kwalitatif dengan alat SWOT untuk menentukan strategi yang dikaji dari kekuatan – kelemahan, peluang – ancaman.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman peluang dan kekuatan memiliki nilai positif yang tinggi dibanding dengan kelemahan dan ancaman. Dengan demikian penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa Pengambangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis memiliki prospek yang cukup baik karena didukung oleh faktor tarnsportasi, pariwisata, kesadaran dari potensi SDM dan injeksi dari luar.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan untuk meningkatkan jalinan kerjasama antar stakeholders guna membangun jaringan pelaku injeksi yang senantiasa mampu melahirkan KSP-KSP baru untuk meningkatkan PADS.

Januari 23, 2008 at 7:41 am Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama Pos-pos Lebih Baru


Kalender

September 2014
S S R K J S M
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Posts by Month

Posts by Category


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.