Posts filed under ‘Manajemen Agribisnis’

Analisis Pemasaran Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) (Studi Kasus Desa … Kecamatan … Kabupaten …

Dalam rangka menghadapi persaingan golobal yang semakin kompetitif, pemasaran mempunyai peranan penting dalam meningkatkan daya saing produk. Pemasaran sebagai salah satu kegiatan agribisnis merupakan pilihan strategis pengembngan pertanian yang cukup strategis, karena hampir 70% penduduk Indonesia hidup dari sektor pertanianTanaman Nilam (Pogos cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang sangat penting bagi Indonesia, karena minyak yang dihasilkan merupakan komoditas ekspor yang cukup mendatangkan devisa Negara. Sebagai salah satu komoditas ekspor minyak nilam mempunyai prospek pasar yang sangat baik, karena dibutuhkan secara kontinyu dalam industri kosmetik, parfum, sabun dan lain-lain.
Perumusan masalah yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana saluran pemasaran dan distribusi margin tanaman nilam, (2) Bagaimana fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan dan keuntungan yang diperole masing-masing lembaga pemasaran tanaman nilam, (3) Bagaimana integrasi pasar vertikal harga yang terjdi di Desa … Kecamatan … Kabupaten …, (4) Berapakah elastisitas transmisi harga tanaman nilam.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui saluran pemasaran dan distribusi margin tanaman nilam, (2) Untuk mengetahui fungsi-fungsi pemasaran dan keuntungan yang diperole masing-masing lembaga pemasaran tanaman nilam, (3) Untuk mengetahui integrasi pasar vertical yang terjadi di Desa … Kecamatan … Kabupaten …, (4) Untuk mengetahui elastisitas transmisi harga tanaman nilam.
Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) yang didasarkan atas pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu daerah sentra produksi tanaman nilam yaitu di Desa … Kecamatan … Kabupaten …. Responden adalah petani, pedangang tengkulak, pedagang besar dan penyuling.
Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperole langsung dari responden dengan jalan wawancara serta melakaukan pengatan lansung di lokasi penelitian. Sedangkan data sekunder di perole dari publikasi atau pustaka-pustakla instansi-instasi terkait yang dapat menunjang penelitian antara lain data monografi desa dan lainnya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif dan analisis inferensia. Analisis deskriptif yaitu analisis data dengan menggambarkan kondisi atau profil Desa …, fungsi-fungsi pemasaran dan lembaga-lembaga pemasaran yang turut serta dalam pemasaran tanaman nilam, sedangkan Analisis inferensia yaitu analisis data secara kuantitatif yang terdiri dari analisis margin pemasaran, distribusi margin pemasaran, share harga, keuntungan lembaga pemasaran, integrasi pasara vertikal dan elastisitas transmisi harga.
Hasil penelitian diperole bahwa terdapat dua saluran pemasaran di daerah peneliatian yaitu : 1) Petani – Pedagang Tengkulak – Pedagang Besar – Penyuling, 2) Petani – Pedagang Besar – Penyuling. Margin pemasaran dan share harga yang didapatkan bahwa pada saluran pemasaran pertama margin pemasaran yang didapatkan Rp 3.218,- per Kg dan share yang diterima petani (farmer’s share) sebesar 6,72 %. Pada saluran pemasaran ke dua didapatkan margin pemasaran sebesar Rp 2.984,- per Kg dan share yang diterima petani (farmer’s share) 9,82 %. Pada analisis integrasi vertikal, pada saluran pemasaran pertama antara petani dan tengkulak didapatkan nilai b sebesar 0,902 lebih kecil dari satu, maka terjadi monopoli penjualan antara petani dan tengkulak. Pada tengkulak dan pedagang besar didapatkan nilai b sebesar 1,029 lebih besar dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara tengkulak dan pedagang besar, sedangkan pada pedagang besar dan penyuling didapatkan nilai b sebesar 2,418 lebih besar dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara pedagang besar dan penyuling. Pada saluran pemasaran II integrasi pasar yang terjadi antara petani dan pedagang besar didapatkan nilai b sebesar 1,167 lebih dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara petani dan pedagang besar, dan pada pedagang besar dan penyuling didapatkan nilai b sebesar 1,058 lebih dari satu, maka terjadi monopsoni pembelian antara pedagang besar dan penyuling.
Pada analisis elastisitas transmisi harga pada saluran pemasaran pertama natara petani (Pf) dan penyuling (Pr), diketahui fungsi harga pada penyuling Pr=2929,710+2,243Pf, maka didapatkan Elastisitas Transmisi harga (Et) sebesar 0,13. Pada analisis elastisitas transmisi harga pada saluran pemasaran kedua natara petani (Pf) dan penyuling (Pr), diketahui fungsi harga pada penyuling Pr=2563,292+2,295Pf, maka didapatkan Elastisitas Transmisi harga (Et) sebesar 2, 56.

Januari 23, 2008 at 7:41 am 2 komentar

Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis Di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman DIY

Penelitian dengan judul Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman propinsi Daerah Istimewa …, bertujuan untuk mengetahui prospek pengembangan perdesaan berbasis agribisnis dan mengetahui faktor-faktor penghambat dan faktor-faktor pendorong baik secara internal maupun eksternal.Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif evaluatif, yang dilakukan dengan cara studi kasus. Sampel ditarik secara random untuk menentukan populasi sampel responden diambil dari unsur stakeholders pelaku agribisnis. Data diambil dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, indepth dan forum group discusion. Metode analisa kwalitatif dengan alat SWOT untuk menentukan strategi yang dikaji dari kekuatan – kelemahan, peluang – ancaman.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman peluang dan kekuatan memiliki nilai positif yang tinggi dibanding dengan kelemahan dan ancaman. Dengan demikian penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa Pengambangan Kawasan Perdesaan Berbasis Agribisnis memiliki prospek yang cukup baik karena didukung oleh faktor tarnsportasi, pariwisata, kesadaran dari potensi SDM dan injeksi dari luar.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan untuk meningkatkan jalinan kerjasama antar stakeholders guna membangun jaringan pelaku injeksi yang senantiasa mampu melahirkan KSP-KSP baru untuk meningkatkan PADS.

Januari 23, 2008 at 7:41 am Tinggalkan komentar

Analisa Sosial Ekonomi Program Pengembangan Sapi Potong Dengan Sistem Gaduhan Di Kecamatan … Kabupaten …

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petani ternak penggaduh dalam menjalankan usaha taninya dan mengetahui pengaruh faktor–faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan peternak penggaduh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi Pemerintah sebagai bahan penentu kebijakan dalam melaksanakan pola kerja sama dengan petani ternak penggaduh sapi potong Kereman.Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive). Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) sebagak 45 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data yang terkumpul dianalisa secara Regresi Korelasi dengan dilakukan pengujian Koefisien Korelasi serta uji terhadap Koefisien garis Regresi dengan bantuan analisis berganda yang terdapat pada program SPSS for Windows.
Faktor – faktor sosial ekonomi yang terdiri dari tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga dan terhadap pendapatan peternak berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan peternak sapi potong, sehingga peningkatan faktor sosial ekonomi tersebut akan langsung berpengaruh terhadap pendapatan peternak. Dari hasil analisis statistik didapatkan model regresi Y = 206588,35 + 41000,546X1 +84985,772X2 + 21296,774X3 dengan angka signifikan untuk seluruh variabel independent yang dimasukkan dibawah 0,05. Oleh karena itu ketiga variabel tersebut secara bersama – sama berpengaruh terhadap dependent variabel yaitu pendapatan peternak, sehingga untuk memprediksi besarnya pendapatan peternak dapat menggunakan model Regresi tersebut.
Hasil studi ini menyarankan untuk meningkatkan pendapatan peternak sapi Kereman sistem gaduhan, maka faktor-faktor sosial ekonomi yang melekat pada diri peternak juga harus ditingkatkan. Perlu adanya penyuluhan tentang usaha sapi potong Kereman beserta demonstrasi plot (Demplot) guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak sehingga transfer teknologi dapat diserap langsung khususnya oleh peternak yang kurang berpengalaman.

Januari 23, 2008 at 7:39 am 1 komentar

Faktor-Faktor Keberhasilan Proyek Pidra (Participatory Integrated Develompent In Rainfed Areas) Dalam Bidang Sosial Ekonomi Masyarakat Pedesaan Di Kec

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang sosial ekonomi masyarakat pedesaan di kecamatan Kademangan Kabupaten …. 2) Untuk mengetahui variable bebas mana yang dominan mempengaruhi keberhasilan Proyek PIDRA dalam bidang sosial ekonomi masyarakat pedesaan di kecamatan Kademangan Kabupaten ..Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara stratified random sampling. Teknik pengambilan data yaitu dengan angket, wawancara, survei dan dokumenter. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Variabel predictor yang terdiri dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten …. Analisis regresi linier yang digunakan menunjukkan bahwa indikator – indikator dari variabel predictor ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten …. 2) Kontribusi dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan menunjukkan bahwa 66.1% mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan dari Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan memberi arti penting bagi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten …. 3) Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten … dipengaruhi oleh hal-hal yang berkaitan dengan Organisasi, Kegiatan Kelompok, Administrasi dan Manajemen Keuangan, Perencanaan, monitoring dan evaluasi, akuntabilitas, kesetaraan gender serta jaringan . Hasil kontribusi variabel predictor terhadap keberhasilan proyek sebesar 66.1% hal ini menunjukkan bahwa masih ada faktor lain disamping faktor tersebut diatas yang mempengaruhi keberhasilan proyek PIDRA dalam bidang social ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kademangan Kabupanten ….

Januari 23, 2008 at 7:38 am Tinggalkan komentar

Strategi Pemasaran Minyak Atsiri Di Kecamatan … Kabupaten …

Industri rumah tangga yang ada di Kecamatan … Kabupaten … pada saat ini sangat banyak yang memproduksi minyak Atsiri tetapi ada juga, masyarakat yang memproduksi minyak cengkeh sebagai tambahan pendapatan keluarga mereka. Minyak atsiri banyak dipasarkan di daerah …, …, …, bahkan ada pula yang pemasarannya sampai ke JakartaDalam usaha peningkatan pemasaran, industri rumah tangga dihadapkan pada permasalahan dengan banyak munculnya penyulingan minyak nilam didaerah lain. Sehingga menimbulkan persaingan yang ketat didalam memasarkan barang dalam wilayah jawa timur.
Tujuan dari penelitian ini adalah, yaitu : 1) Untuk mengetahui profil industri rumah tangga minyak atsiri. 2) Untuk mengetahui peluang pasar dan ancaman pesaing yang dihadapi dalam pemasaran minyak atsiri. 3) Untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam pemasaran minyak atsiri. 4) Untuk mengetahui strategi pemasaran industri rumah tangga minyak atsiri.
Analisa data yang akan digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan analisis SWOT (Strengts, Weakness, Opportunity, Threats) yaitu untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam menentukan strategi pemasaran.
Metode penelitian yang digunakan adalah penentuan daerah Penelitian ini dilakukan secara sengaja di Industri Rumah Tangga Minyak Atsiri Kecamatan … Kabupaten …. Industri Rumah Tangga Minyak Atsiri berbahan baku nilam dipilih sebagai tempat/obyek penelitian karena merupakan salah satu produsen minyak nilam yang ada di Jawa. Jenis data dan sumber data. Sumber data dalam penelitian ini dapat diperoleh dari Data primer yaitu adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya dengan melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber langsung tetapi sudah dikumpulkan melalui informasi dari masyarakat maupun data-data dari perusahaan sendiri. Metode pengumpulan data dan sumber data suatu cara yang ditempuh untuk mendapatkan data yang sesuai dan berguna untuk menunjang keberhasilan penelitian. Metode analisa data adalah
Metode yang digunakan untuk menganalisa dan mengolah data dalam penelitian.
Hasil penelitian yang yang dilakukan adalah startegi yang sudah dilakukan dari Industri rumah Tangga yaitu : 1) Strategi Penetrasi Pasar (market penetration strategy) Strategi penetrasi pasar berusaha untuk meningkatkan market share bagi produk atau pelayanan yang ada sekarang pada pasar yang tersedia melalui usaha-usaha pemasaran yang lebih besar. 2) Strategi Pengembangan Pasar (market development strategi) Strategi ini berusaha untuk memperkenalkan produk atau jasa yang ada sekarang ke daerah-daerah yang secara geografis merupakan daerah baru. 3) Strategi Pengembangan Produk (product development strategy) merupakan suatu strategi yang berusaha agar perusahaan dapat meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan atau memodifikasi produk atau jasa yang ada sekarang.
Dari hasil analisis SWOT diketahui faktor kekuatannya adalah memiliki tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman, mampu memproduksi minyak dengan kualitas produk yang bermutu, memiliki jaringan distribusi yang baik, kondisi iklim yang panas baik untuk produksi, bahan baku yang cukup tersedia. Kelemahannya meliputi Kurangnya air pendingin, kondisi Iklim yang hujan menghambat jalannya produksi, kurangnya bahan bakar/basah, motivasi kerja yang kurang, lamanya proses produksi. Faktor peluangnya meliputi, produk eksotis/khas daerah, kondisi daerah/tempat cocok untuk penyulingan, Meningkatkan pendapatan industri rumah tangga, menambah pendapatan daerah, dukungan penuh pemerintah. Ancaman yang dihadapi adalah, pesaing, peraturan pemerintah lingungan semakin ketat, banyaknya tempat produksi/peyulingan. kesan/image masyarakat akan penyulingan, kualitas minyak yang dipasarkan
Setelah mempelajari lingkungan eksternal dan lingkungan internal maka didapat strategi matrik SWOT sebagai berikut : strategi S-O yaitu strategi memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang. Meliputi pemeliharaan kualitas serta mutu pelayanan produk, membangun pasar yang kuat melalui jalur distribusi serta pemanfaatan teknologi dalam pelayanan dan peningkatan mutu produk. Strategi W-O merupakan strategi yang dipakai untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki dengan memanfaatkan peluang yang timbul. Hal itu meliputi perluasan daerah pemasaran serta penambahan sarana transportasi demi cepatnya proses pendistribusian kekonsumen. Strategi S-T yaitu penggunaan kekuatan yang dimiliki untuk menghindari ancaman. Strategi yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kuaalitas produk dan layanan terhadap konsumen. Strategi W-T merupakan strategi dimana perusahaan meminimumkan kelemahan yang dimiliki dan berusaha menghindari ancaman yang timbul. Dalam hal ini perusahaan berusaha memningkatkan kembali kualitas produk serta menciptakan inovasi baru dalam mengikuti selera konsumen

Januari 23, 2008 at 7:38 am Tinggalkan komentar

“Analisa Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Agroindustri Bakpao Telo di Home Industri LESTARI …”

Komoditi pertanian pada umumnya dihasilkan sebagai bahan mentah dan mudah rusak, sehingga perlu langsung dikonsumsi atau diolah terlebih dahulu. Proses pengolahan ini dapat meningkatkan guna bentuk komoditi-komoditi pertanian. Dalam menciptakan guna bentuk ini dibutuhkan biaya pengolahanKesediaan konsumen membayar harga output agroindustri pada harga yang relatif tinggi merupakan insentif bagi perusahaan-perusahaan pengolahan untuk menghasilkan output agroindustri. Salah satu konsep yang sering digunakan untuk membahas pengolahan hasil pertanian ini adalah nilai tambah.
Usaha-usaha pengembangan pertanian yang mengarah pada kegiatan agroindustri pertanian yaitu pengolahan hasil pertanian menjadi bahan makanan meliputi usaha yang mengolah bahan baku pertanian menjadi komoditi yang secara ekonomis memberikan nilai tambah yang cukup tinggi seperti pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo misalnya. Bakpao telo merupakan suatu bentuk pengolahan dari ubi jalar yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ubi jalar.
Untuk meningkatkan konsumsi ubi jalar di Indonesia, penganekaragaman pengolahan ubi jalar kiranya masih perlu ditingkatkan. Home industri “LESTARI” adalah salah satu usaha agroindustri yang bergerak dalam pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo, dimana hasil pengolahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dari ubi jalar itu sendiri dan menunjukkan bahwa industri pengolahan ubi jalar tersebut layak untuk diusahakan.
Permasalahan penelitian ini antara lain apakah pengembangan agroindustri bakpao telo di Home Industri “Lestari” sudah layak secara finansial, dan seberapa besar nilai tambah yang tercipta dari pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan bakpao telo, mengetahui besarnya nilai tambah yang tercipta dari pengolahan ubi jalar menjadi bakpao telo, dan mengetahui kelayakan usaha bakpao telo.
Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja, yaitu di home industri “Lestari” …. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode wawancara, observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari perpustakaan dan instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian ini serta hasil penelitian terdahulu.
Metode analisa data yang digunakan adalah analisa kuantitatif yang meliputi analisa biaya dan pendapatan, analisa efisiensi usaha, analisa nilai tambah, dan analisa kelayakan usaha.
Dari penerimaan selama 1 bulan (Rp. 14.400.000,-) dikurangi dengan total biaya yang dikeluarkan selama 24x proses produksi (Rp.5.783.083,-) maka akan didapatkan keuntungan usaha sebesar Rp. 8.616.917,-. Dilihat dari skala industri yang tergolong industri rumah tangga (kecil), maka dapat dikatakan bahwa usaha bakpao telo “Lestari” sangat menguntungkan.
Hasil perbandingan total revenue dan total cost ( R/C Ratio ) sebesar 2,59 ( >1), yang berarti bahwa usaha pembuatan bakpau telo “Lestari” efisien.
Nilai tambah yang tercipta pada pengolahan ubi jalar menjadi bakapo telo adalah sebesar Rp. 3.051, dengan imbalan tenaga kerja Rp. 1.358,- dan keuntungan sebesar Rp. 1.693,- dalam tiap satu kali proses produksi.
Berdasarkan hasil analisis kelayakan usaha di home industri “Lestari” selama 23 triwulan menunjukkan bahwa usaha pengolahan bakpao telo layak untuk dikembangkan, hal ini dibuktikan dengan nilai NPV sebesar Rp. 251.256.483, IRR 32,008%, dan Net B/C Ratio 5,6 pada suku tingkat bunga 17% dan waktu pengembalian biaya investasi pada triwulan ke-2.
Dengan demikian, dilihat dari seluruh hasil analisis data dapat dikatakan bahwa home industri “Lestari” layak untuk tetap dikembangkan.

Januari 23, 2008 at 7:38 am Tinggalkan komentar

Strategi Pengembangan Agribisnis Benih Padi Berlabel Di Kabupaten …

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan external dalam pengembangan Agribisnis Benih Padi Berlabel di Kabupaten …. 2) Menganalisa strategi pengembangan Agribisnis Benih Padi Berlabel di Kabupaten ….Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan explanatory research dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara stratified random sampling. Teknik pengambilan data yaitu dengan angket, wawancara, survei dan dokumenter. sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pengembangan agribisnis benih padi berlabel khususnya di kabupaten … cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pengembangan produk dan pengembangan informasi pasar dan jaringan kerja serta pembanguna sarana dan prasarana yang digunakan dalam mengembangkan agribisnis dan mencapai target kelompok petani. 2) Strategi yang perlu dilakukan dalam pengembangan agribisnis benih padi berlabel di Kabupaten … adalah melakukan suatu aksi untuk meningkatan sumber daya manusia serta mengembangkan jalur pemasaran guna tercapainya target kelompok petani, serta meningkatkan modal kerja para pengrajin

Januari 23, 2008 at 7:37 am 1 komentar

“Analisis Usahatani Padi Pada Saluran Pemasaran Yang Melalui KUD dan Non KUD” (Studi Kasus di Desa …, Kecamatan …, Kabupaten …)”

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi usahatani padi dari petani yang menjual melalui KUD dan non KUD, untuk, untuk mengetahui berapa persentase petani menjual gabah melalui KUD dan non KUD, untuk mengetahui saluran pemasaran gabah petani dan untuk mengetahui alasan petani menjual gabah melalui KUD dan non KUD.Penelitian dilakukan di Desa …, Kecamatan …, Kabupaten … yang dilakukan secara sengaja (purposive) atas dasar pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu daerah yang mempunyai koperasi (KUD) yang masih aktif di Kabupaten …. Data berupa data primer dan sekunder. Saluran pemasaran menggunakan metode “Snow Ball Sampling”, sehingga didapatkan sampel sebanyak 41 orang.
Metode analisa data yang akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan:
1)Analisa Biaya
2. Analisis Efisiensi usahatani
3.Analisis Pengujian Hipotesis

Januari 23, 2008 at 7:36 am Tinggalkan komentar

Strategi Pengembangan Tanaman Mindi (Melia azederach L) Dengan Pola Agribisnis Hutan Rakyat (Studi di Kecamatan … Kabupaten …)

Tanaman Mindi (Melia azedarach L) yang tumbuh liar di lahan tegal dan pekarangan, dan ada yang sengaja ditanam tetapi tidak dipelihara secara intensif, banyak dijumpai di wilayah kecamatan …, kabupaten ..Dengan mengkaji beberapa keunggulan dari tanaman Mindi ini, kiranya dapat dikembangkan sebagai komoditas tanaman kayu-kayuan yang cukup memadai untuk menambah pendapatan petani lahan kering.
Permintaan kayu Mindi sebagai bahan baku industri akhir-akhir ini semakin meningkat, sehingga makin menarik pelaku pasar untuk menjadikan kayu Mindi sebagai komoditas yang perlu diperhitungkan. Menurut data Peredaran Hasil Hutan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten …, selama tahun 2002 mencapai jumlah 666,311 m3 kayu Mindi telah dikirim dari Kabupaten … ke luar daerah antara lain ke Kabupaten Jepara, Sukoharjo dan Klaten. Dari jumlah tersebut seluruhnya dalam bentuk kayu bulat (logs) dan berasal dari kecamatan …. Tantangan bagi pelaku pasar kayu Mindi yaitu ketersediaan kayu Mindi secara kontinyu, mengingat budidaya tanaman Mindi belum dilakukan secara intensif oleh masyarakat. Di lain pihak instansi terkait (Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Perhutani, dll) belum juga melakukan pembinaan atau penanaman secara intensif.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan serta kekuatan dan kelemahan dalam pengembangan budidaya tanaman Mindi dengan pola Agribisnis Hutan Rakyat. Selain itu untuk menentukan langkah-langkah yang tepat dalam pengembangan budidaya tanaman Mindi untuk mencukupi kebutuhan bahan baku industri pengolahan kayu dengan mempertimbangkan aspek kelestarian sumberdaya alam.

Januari 23, 2008 at 7:36 am Tinggalkan komentar

Analisis Kelayakan Dan Sensitivitas Usaha Tani Komoditas Manggis,

Sejalan dengan diterapkan sistem otonomi daerah yang kebijaksanaannya ada dalam tingkat Kabupaten masing-masing, maka setiap daerah harus mampu menciptakan dan menemukan komoditas yang layak untuk diusahakan dan memberi keuntungan yang besar baik untuk petani sendiri maupun pemasukan untuk uang daerahPada intinya pewilayahan komoditi pertanian membatasi upaya pengembangan suatu komoditi pertanian, pada wilayah yang memiliki kelayakan agro-ekologis, kelayakan agro-ekonomi, kelayakan agro-sosial, kelayakan agro-teknologi serta ekstabilitas wilayah yang memadai.
Manggis merupakan salah satu tanaman buah tropis yang banyak digemari oleh masyarakat umum. upaya yang dilakukan untuk pemberdayaan sektor pertanian yang mandiri, khususnya komoditas manggis melalui pemantapan peningkatan produksi dan pengembangan komoditas menjadi besar. Selain itu usaha tani manggis diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar baik pasar di dalam negeri maupun diluar negeri, disamping itu juga meningkatkan pendapatan petani manggis itu sendiri. Tujuan dari penelitiaan ini adalah Menganalisis biaya, penerimaan, kelayakan dan sensitivitas komoditas manggis.
Alat analisis yang digunakan dalam peneletian ini adalah analisa biaya dan penerimaan, analisa evaluasi proyek(NPV, IRR, Net B/C), Sensitivitas. Analisis NPV, IRR, dan Net B/C merupakan tiga alat analisis yang menunjukkan kelayakan usaha, analisis sensitivitas untuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan dan perbaikaan usaha tani manggis di masa depan sebagai dampak dari perubahan-perubahan variable seperti biaya dan penerimaan.
Dari hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan usaha tani manggis selama 28 tahun seluas 1 ha diperoleh total penerimaan sebesar Rp 538.407.000, biaya total yang dikeluarkan, sebesar Rp 63.650.720, keuntungannya sebesar Rp 474.450.440. Dilihat dari hasil analisis evaluasi proyek, usaha tani manggis di kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang layak untuk diusahakan, ditunjukkan hasil perhitungan NPV = Rp 7.169.709, Net B/C =1,619 dan IRR =18,4% yang menunjukkan nilai lebih dari satu satuan yang merupakan kriteria penentuan keputusan. Dari hasil analisa sensitivitas atas biaya diperoleh 51,68% dan atas produksi 10% diperoleh nilai sensitivitas 34,07%, diantara dua variabel tersebut yang paling sensitif yaitu pada perubahan produksi, mengingat usaha tani manggis ini tidak mendapat pemeliharaan yang intensif, sehingga masa yang akan datang perlua adanya pemeliharaan yang intensif untuk meningkatkan produksi yang menyebabkan peningkatan penerimaan secara maksimal.

Januari 23, 2008 at 7:35 am Tinggalkan komentar

Tulisan Lebih Lama


Kalender

April 2014
S S R K J S M
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Posts by Month

Posts by Category


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.