Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Disiplin dan Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan Tenun “Rajin” Lawang… (13)

April 17, 2012 at 12:11 pm Tinggalkan komentar

Normal
0

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, maka antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain akan
bersaing dalam hal kualitas, baik itu kualitas peningkatan sumber daya manusia
maupun kualitas produk, terutama antara perusahaan yang menghasilkan produk
yang sejenis. Peningkatan sumber daya manusia merupakan suatu kegiatan yang
dilaksanakan bersama-sama karyawan dan manager dengan tujuan mencari nilai
tambah agar perusahaan tersebut dapat menghadapi tantangan kompetitif berkaitan
dengan globalisasi, peningkatan profitabilitas melalui pertumbuhan, modal
intelektual, teknologi dan perubahan kontinyu. Oleh karena itu bagi seorang
pimpinan perusahaan harus dapat bersikap fleksibel dalam setiap pengambilan
keputusan. Tujuan utama dari setiap perusahaan adalah ingin mencapai tingkat
laba optimal dengan menghasilkan produk yang berkualitas dan biaya yang rendah
di samping mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Untuk itu perlu
perusahaan mengusahakan seoptimal mungkin agar tujuan tercapai sesuai dengan
yang diharapkan.

Dalam mencapai tujuan tersebut perlu didukung oleh sumber
daya manusia yang mumpuni yaitu karyawan yang memiliki sifat dan sikap
membangun dan mempunyai daya tanggap, inisiatif, daya adaptasi yang tinggi.
Selain itu, peranan tenaga kerja suatu perusahaan sangat penting karena tenaga
kerja merupakan penggerak utama atas kelancaran usaha dan kinerja perusahaan
karena merupakan salah satu asset (kekayaan) perusahaan yang harus dipelihara dan
dijaga dengan jalan memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Perusahaan tanpa
karyawan tidak akan dapat berjalan dengan lancar, sebab karyawan merupakan
faktor yang sangat penting dalam mengadakan proses  produksi. Hal ini dipicu oleh adanya
persaingan antar perusahan yang dewasa ini sangat ketat, baik dalam menciptakan
dan memasarkan produk maupun perekrutan tenaga ahli dengan tawaran gaji yang
tinggi dan disertai berbagai macam fasilitas (insentif dan bonus) yang
menunjang. Oleh karena itu untuk menjaga agar karyawan tetap berkomitmen
terhadap perusahaan maka perusahaan harus tetap dapat memberikan kepuasan kerja
bagi para karyawan dengan berusaha senantiasa memenuhi kebutuhan karyawan baik
secara finansial maupun non finansial.
Setiap perusahaan tidak akan bertahan lama apabila
perusahaan tersebut tidak bisa memenuhi permintaan konsumennya, oleh karena itu
aktivitas kerja mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kelangsungan
hidup yang sangat besar.  Penggunaan tenaga
kerja secara efektif dan terarah merupakan kunci ke arah peningkatan
produktivitas kerja, untuk itu diperlukan suatu kebijaksanaan perusahaan dalam
usahanya untuk menggerakkan, mengajak dan mengarahkan tenaga kerja agar mau
bekerja lebih produktif sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan oleh
perusahaan. Hal ini menuntut peran aktif dari manajemen di dalam perusahaan,
sebab peranan manajemen tersebut sangat penting artinya dalam upaya peningkatan
efisiensi dan produktivitas kerja. Peningkatan produktivitas tenaga kerja
merupakan sasaran yang strategis karena peningkatan produktivitas dan
faktor–faktor lain sangat tergantung pada kemampuan tenaga manusia yang
memanfaatkannya (Sumarsono, Sonny, 2003: 63).
Bagi perusahaan, meningkatnya produktivitas bukan hanya
ditentukan oleh sumber daya manusia dalam jumlah yang besar. Karena tanpa
disertai semangat kerja yang tinggi, maka karyawan tidak akan dapat bekerja
dengan baik, efektif dan efisien. Oleh sebab itu, setiap perusahaan harus
mampu  memberikan motivasi atau dorongan
kepada karyawannya agar tidak ada permintaan yang tidak terpenuhi, yang dapat
menurunkan semangat kerja karyawan.
Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja
karyawan yaitu memotivasi karyawan dengan jalan memberikan insentif yang cukup
memadai. Ada banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yang
dapat dikelompokkan menjadi dua faktor yaitu pengaruh intern adalah pengaruh
dari dalam diri manusia itu sendiri dan pengaruh ekstern yaitu pengaruh dari
luar manusia, misalnya pengaruh lingkungan yang kuat terhadap produktivitas
kerja karyawan.
Pemberian insentif merupakan salah satu alat untuk
meningkatkan produktivitas kerja karyawan karena pemberian insentif dapat
menyebabkan seseorang untuk bertindak dan berperilaku yang dapat mengendalikan
dan memelihara kegiatan-kegiatan dan menetapkan arah umum yang harus ditempuh.
Apabila insentif yang diberikan perusahaan kepada karyawan tepat dan baik maka
akan menimbulkan semangat kerja yang tinggi. Dengan mempertimbangkan beberapa
faktor di atas terhadap peningkatan disiplin kerja dan produktivitas kerja,
maka perusahaan memiliki dasar untuk memutuskan kebijaksanaan dalam hal
ketenagakerjaan demi kemajuan perusahaannya.
Perusahaan Tenun “Rajin” di Lawang merupakan industri
yang cukup besar dan banyak menyerap tenaga kerja untuk menjalankan kegiatan
produksinya. Hal ini dilakukan agar perusahaan bisa memperoleh hasil produksi
yang maksimal dan menguntungkan bagi perusahaan. Untuk itu diperlukan kinerja
karyawan yang handal, disiplin yang tinggi dan kerjasama yang baik antara pihak
perusahaan dengan para karyawan. Kondisi di perusahaan Tenun “Rajin” Lawang
tersebut pada beberapa tahun terakhir sering mengalami keuntungan yang pasang
surut akibat adanya persaingan dengan perusahaan Tenun sejenis. Hal ini membuat
pihak perusahaan lebih terfokus dalam upaya untuk meningkatkan keuntungan
perusahaan melalui promosi produk serta berupaya untuk lebih meningkatkan hasil
produksi, sehingga kesejahteraan karyawan menjadi kurang diperhatikan.
Akibatnya produktivitas kerja karyawan mengalami penurunan yang disertai dengan
kurangnya disiplin kerja mereka, sehingga berdampak pada kelancaran
produktivitas perusahaan. Bahkan beberapa karyawan banyak yang mengundurkan
diri dari perusahaan.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas,
maka penulis mengajukan penelitian yang berjudul “Hubungan Pemberian Insentif
Terhadap Disiplin dan Produktivitas 
Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan Tenun “Rajin” Lawang”.
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini
About these ads

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Studi Gender Pada Pabrik Rokok Sumber Redjeki (Studi Kasus Pada Pabrik Rokok Sumber Redjeki). …(11) “Pola Kemitraan Antara Petani Tebu Dengan Pabrik Gula Asembagus (Desa Trigonco Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo)”… (15)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2012
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Most Recent Posts


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: